OCBC Skyway (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 July 2016

Senja telah memayungi langit kota Semarang, terlihat gadis berpakaian putih biru sedang menyusuri jalan dengan begitu malasnya. Gadis itu berjalan sambil memukuli kepalanya menggunakan genggaman tangan halusnya. Namanya adalah Sifsirea Asheia febri Asmara, tapi dia biasa dipanggil Sire, dia adalah gadis yang cantik dia pandai menggambar juga ilmu sains, dia tidak begitu terkenal di sekolahnya dia adalah gadis yang biasa saja. Dia memang pandai dalam segala hal tapi ada satu yang tidak pandai yaitu mengatakan bahwa di memiliki perasaan pada seseorang, Sire memiliki perasaan pada laki laki yang tak mungkin menjadi miliknya namanya adalah Giaz Alifryansah, biasa dipanggil Ryan dia sedikit terkenal di sekolah dia adalah teman sekelas Sire, Sire selalu menolongnya saat Ryan ada masalah apapun Sire membantunya, hingga tumbuh benih benih cinta Sire selalu membayangkan bahwa setiap senja yang ia lalui ada dirinya, tiba tiba saja saat ia berjalan sambil melamun hujan sedikit demi sedikit turun mengguyur membuat sire berlari menuju ke tempat untuk berteduh, saat ia sampai I sebuah pos disana ternyata disana sudah ada Ryan yang duduk sambil menghangatkan tubuhnya. Sire sedikit terkejut melihat Ryan, hingga Sire mamberanikan diri untuk duduk di sampingnya, Sire tidak berani menatap mata Ryan, lalu Sire terbatuk karena kedinginan mendengar suara batuk itu Ryan menengok ke sumber suara, Ryan terkejut saat di sampingnya sudah duduk seoarang gadis yang cantik.

“Sire, kamu kok, bisa ada disini…?” Tanya Ryan kikuk karena kedinginan
“Ya neduhlah masa mau nemenin kamu…” jawab Sire sekenanya
“Kirain…” Kata Ryan

Terlihat hujan semakin lama semakin deras, sebenarnya Sire senang ada disitu bersama Ryan, tapi dia tidak berani menatap matanya. Itu karena ada sebuah perasaan hingga Ryan mengawali pembicaraan.
“Hujannya masih deres aja ni ya..?” kata Ryan
“Ya, kenapa emangnya kamu mau pulang?” tanya Sire tidak enak
“Enggak sapa juga yang pengen pulang enakan juga disini sama kamu..” jawab Ryan
“maksudnya…?” tanya Sire gugup
“Enggak…” jawab Ryan malu
Setelah pembicaraan itu mereka sama sama diam tidak ada yang dibicarakan lagi hanya terdengar bunyi hujan yang sangat menenangkan jiwa. Hingga Ryan mulai berkata..
“Hujan itu selalu datang di waktu yang tepat di hidupku, menemaniku saat aku membutuhkannya, tidak lelah meskipun menjatuhkan dirinya berkali kali, hanya untuk menyejukkan dunia ini…” kata Ryan
Mendengar Ryan berkata seperti itu Sire menengok ke arah Ryan, sebab Sire terkejut mendengar Ryan berkata seperti itu karena tidak biasanya Ryan berkata seromantis itu apalagi tentang hujan itu membuatnya sangat berbeda.
“Emm… emangnya kamu suka hujan..?” tanya Sire
“Ya, aku memang sangat suka hujan…” jawab Ryan
“Aku juga suka, selain hujan juga menyejukkan dunia hujan juga selalu mendengarkan semua isi hatiku meskipun dalam kebisingan..” kata Sire
Saat sedang lagi serius membahas tentang hujan Ryan tiba tiba menanyakan sesuatu tentang Ririn sahabat Sire.
“Emm.. re Ririn itu ternyata anknya asik kan ya…” kata Ryan
“Ya emang kenapa…?” tanya Sire
“Enggak…” jawab Ryan sekenanya

Tidak dirasa hujannya sudah reda, mungkin karena mereka berdua telah mempercepat waktu dengan membicarakan hal hal yang tak penting menurut Sire. Mereka berdua pulang bersama tapi itu hanya sampai di pertigaan saja, sebenarnya Sire ingin jalan itu lebih panjang lagi agar mereka bisa bersama dalam waktu yang sedikit panjang. Saat sire berjalan sendiri dia berfikir mengapa Ryan membahas tentang Ririn pada saat mereka masih berdua, kenapa harus Ririn yang di bahas kenapa bukan tentang Sire saja yang dibahas, tentang makanan kesukaan Sire tentang hobby Sire, atau penyanyi kesukaan Sire, kenapa harus Ririn sahabatnya sendiri?.

KEESOKAN HARINYA…
Sire berangkat ke sekolah dengan hati yang cukup deg degan karena hari ini adalah hari yang paling dinanti nantikan oleh semua siswa kelas 12 sekolah Binus International School yaitu pemberitahuan tentang nilai ujian nasional.
Saat tiba di sekolah Sire langsung disambut oleh gengnya siapa lagi kalo bukan Ajeng, vara, mita dan Ririn.
“Eh iya gimana nilai ujiannya udah keluar apa belum..?” tanya Sire
“Udahlah masak belum kan gurunya janji mau kasi tau hari ini..” jawab Mita
“Trus gimana uadah liat apa belum?” tanya Sire lagi
“Ya belumlah, kan kita nungguin lo..” sahut Ririn
“Ohh jadi kalian nungguin gue, jadi ngerasa bersalah nih..” Sire merasa bersalah
“Ya udah nugguin apalagi, ayo kita liat..!” suruh Vara

Dengan gurauan yang dibuat oleh Sire mereka semua berjalan menuju mading sambil tertawa mendengar gurauan Sire, sifat Sire yang pandai saat pelajaran dan down saat istirahat membuat keempat sahabatnya tidak tahan melihat tingkahnya. Saat masih berada di dekat mading Sire melihat banyak siswa sedang berkumpul di depan mading, Sire sedikit degdegan karena dia takut nilainya menurun, tapi saat Sire melihat di mading dia menjadi peringkat satu di sekolah, dengan perasaan bangga sahabatnya memeluknya dengan penuh kasih sayang. Setelah melihat nilainya masing masing mereka belima berjalan menuju cafetaria.
“Oh iya Re lo kan udah jadi peringkat satu nih, traktir kita dong…!” suruh Ajeng
“Ya boleh mau makan apa…?” tanya Sire
“Yes, okey gue mau pesen… emm apa ya…?” pikir Ajeng
“Gue terserah Ajeng aja deh…” kata Ririn
“Ya gue udah nemu ni, gimana kalo nasi goreng pedas sama es teh..!” usul Ajeng
“Terserah lo aja!” suruh Sire

Saat mereka masih menunggu makanannya, tiba tiba Ryan cs datang ke kantin. Sontak Sire terkejut melihat Ryan, ternyata Ryan datang ke cafetaria hanya untuk ngucapin selamat ke Sire, tidak disangka ternyata Ryan perhatian juga dengan Sire, selain itu Ryan juga mengajak Sire untuk ikut dengan dia jadi dengan terpaksa Sire meninggalkan teman temannya. Sire terkejut kenapa Ryan bisa mengajaknya bukankah Ryan terlihat suka dengan Ririn tapi kenapa, hal itu membuat Sire menjadi salah tingkah. Ryan mengajak Sire ke green house tidak tau untuk apa, atu mungkin jangan jangan…

“Ada apa Yan…?” tanya Sire
“Jadi gini loh, lo kan sahabatnya Ririn pasti lo punya kan nomor hpnya Ririn?” tanya Ryan
“Punya emangnya kenapa..?” tanya Sire dengan sedikit bingung
“Gue minta dong, please…!” suruh Ryan
“Buat apa sihhh…?” tanya Sire dengan sedikit gurau padahal hatinya sudah hancur
“Please…!” suruh Ryan
“Okey…” Sire terpaksa memberikannya
“Makasih ya lo amang temen gue yang paling baik…!” kata Ryan

Setelah itu Ryan meninggalkan Sire sendirian di tempat itu, Sire hanya merenung sedikit mendengar perkataan Ryan tadi ‘teman terbaik maksudnya apa?’ batin Sire, Sire tidak hanya ingin menjadi teman terbaik tapi dia ingin lebih dari itu dengan Ryan. Tak lama kemudian saat Sire masih ada di green house terdengar suara
“Untuk siswa yang bernama Sifsirea Asheia Febri Asmara silahkan keruang guru sekarang!” isi pesan itu, mendengar perintah itu Sire bergegas pergi menuju ruang guru. Setelah sampai di ruang guru Sire lalu dipanggil oleh pak Ridwan wali kelas Sire.
“Sire kamu mau menerima bea siswa untuk kuliah di Singapura, ini adalah kesempatan yang bagus buat kamu untuk menuntut ilmu lebih tinggi lagi” kata pak Ridwan yang mengejutka Sire.
“Sebenarnya saya mau pak tapi saya harus minta izin ke orangtua saya dulu pak…” kata Sire ramah ke pak Ridwan
“Ya sudah kalo begitu saya tunggu keputusannya besok ya…!” kata pak Ridwan
“Iya pak kalo begitu saya permisi dulu…” kata Sire

Beasiswa kuliah di Singapura, itu sangat mengejutkan tidak bisa disangka Sire mendapatkan itu kesempatan yang sedari dulu Sire inginkan sekarang terkabul, tidak sia sia semua pengorbanan Sire semua berbuah manis. Sire memikirkan itu sepanjang dia berjalan menuju kelasnya, sudah diduga teman temannya menunggunya di depan kelas tak sabar menunggu apa isi panggilan tadi.
“Eh tadi ngapain lo dipanggil…?” tanya mita sahabatnya yang paling kepo
“Kepo loh…” jawab Sire
Sire langsung menyelonong masuk ke dalam kelas tidak menghiraukan teman temannya yang sangat kepo di depan pintu sedari tadi.
“Eh, kalo yang tadi sama Ryan lo diapain…?” tanya Vara
“Itu si Ryan minta nomernya Ririn…” jawab Sire jujur
“Apa beneran lo Re, trus lo kasi apa enggak?” tanya Vara lagi
“Ya gue kasi lah…” jawab Sire polos
Percakapan mereka berdua membuat semua sahabatnya lebih menyimak pembicaraan mereka berdua.
“Eh lo beneran Re…?” tanya Ririn yang tak sabar menunggu jawabannya
“Iyalah masak gue bohong!” jawab Sire
Mendengar ucapan Sire tersebut membuat semua sahabatnya berkata *Ciye ciye* sedangkan Ririn yang mendengar sahabatnya berkata seperti itu dia hanya diam dan sedikit menahan senyum malunya, meskipun sebenarnya Sire yang ikut membuli Ririn sedikit berat hati mengatakan itu tapi kesedihannya harus di tahan di depan teman temannya. Di dalam kelas mereka berlima terus bergurau sambil sedikit membuli Ririn, sebab saat itu adalah jam kosong mungkin itu refeeshing. Hingga tak terasa sudah terdengar bel pulang itu membuat mereka berlima harus berpisah untuk pulang. Saat perjalanan pulang Sire bertemu dengan Ryan, dan mereka berdua pulang bersama, tapi ditengah tengah jalan Ryan membujuk Sire untuk menggambarkannya sebuah tulisan gravity untuknya. tidak jelas apa yang dimaksud RAN Sire menanyakan apa yang akan ditulis oleh Ryan.

“Emangnya nulis apa sih…?” tanya Sire
“Ini gue tulisin di kertas, lo tinggal gambar aja…!” ucap Ryan sambil mengeluarkan kertas dan bulpoinnya untuk menuliskan sesuatu dan isi dari rulisan itu adalah

“Ririn would you be my girl?”

Melihat tulisan itu Sireserasa ingin menangis di depan Ryan saja agar Ryan bisa mengetahui kalau sebenarnya Sire suka padanya, tapi mungkin itu sangat mempermalukan Sire sehingga dia batal menangis di depan Ryan.
“Apa jadi lo ingin nembak Ririn…?” tanya Sire dengan nada tinggi
“Emangnya kenapa?” tanya Ryan kembali
“Ya, nggak papa sih soalnya Riri itu sahabat gue, kalo lo diterima traktir gue okey!” jawab Sire dengan berat hati
“Pastilah…” kata Ryan
Setelah itu Ryan memberikan kertas sobekan itu kepada Sire, Sire yang hanya rela membantu memasukkan kertas itu dalam tasnya. setelah itu mereka berpisah di pertigaan. Sire yang jalan sendiri tak bisa menahan air matanya higga saat itu dia menangis sambil berjalan. Saat itu Sire menyalahkan dirinya sendiri karena bisa cinta kepada orang yang tak pernah mencintainya sama sekali, tak ada cinta yang diberikan Ryan untuk Sire tapi mengapa Sire bisa setolol itu?

Setiba di rumah Sire langsung menuju ke kamarnya, dia mengeluarkan kertas yang diberi Ryan, Sire memandanginya dengan wajah yang masih basah terkena air mata, Sire berharap jika yang ditulis itu adalah namanya bukan Ririn, tapi meskipun begitu Ririn adalah sahabatnya bukan orang lain yang jahat padanya dia adalah sahabat yang selalu menolong Sire saat Sire dalam kesusahan. Apakah Sire tega mengganti tulisan itu dengan namanya?. Dengan berat hati Sire menghapus semua perasaannya kepada Ryan hanya untuk melihat sahabatnya bahagia. Setelah beberapa menit berlalu air mata Sire mulai berhenti menetes lalu Sire mengam selambar kertas dan mulai menulis apa yang tadi disuruh oleh Ryan. tapi tiba tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat Sire berjalan menuju pintu dan membukanya.
“Eh mama ada apa ma…?” tanya Sire
“Kamu nggak makan apa…?” tanya mama Sire
“Sebentar ada tugas yang belum Sire kerjain!” jawab Sire
“Tugas bukannya ujiannya udah selesai ya…?” tanya mama Sire menyelidik
“Ada sedikit tugas yang belum Sire selesaiin lima menit lagi Sire turun okey…!” Sire menyakinkan mamanya bahwa saat itu sedang ada tugas padahal Sire sedang nulis buat Ryan. Itu membuat mama Sire menutup pintu dan membiarkan Sire sibuk di kamarnya.

Lima menit kemudian Sire telah menyelesaikan tulisannya lalu Sire turun menemui mamanya dan papanya yang sedang makan.dia mengambil piring juga sendok dan garbunya, Sire mulai mengambil nasi dengan lauk pauknya lalu dia makan. di tengah tengah Sire membuka pembicaraan dengan meminta izin kapada kedua orangtuanya untuk kuliah di Singapura
“Oh iya tadi Sire ada tawaran buat kuliah di Singapura…!” Sire membuka pembicaraan
“Apa beneran itu bagus dong” kata mamanya
“Iya papa juga setuju…!” sahut papanya
“Jadi papa sama mama setuju kalo aku kuliah di Singapura…?” tanya Sire lebih yakin
“Iyalah” jawab kedua orang tua Sire komapak
“Syukurlah kalo begitu Sire inginnya juga begitu”
Kedua orangtua Sire sangat bangga dengan prestasi Sire, Sire juga senangbisa membanggakan kedua orangtuanya, Sire yakin dimana ada kesedihan pasti disitu juga ada kebahagiaan. Setelah makan malam Sire kambali ka kamarnya Sire terus saja memandangi tulisannya yang disuruh Ryan tadi, hingga dia terlelap dalam tidurnya.

Cerpen Karangan: Quen Qhoyemi
Facebook: Quen Qhoyemi Yemi

Cerpen OCBC Skyway (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Catatan Akhir Agustus

Oleh:
Malam yang tak begitu cerah bagiku. Langit yang mendung tanpa ada bintang yang menghiasi tanpa bulan yang tersenyum, seperti hati ini, hati yang diselimuti dengan luka yang mendalam tanpa

Facebook to Love

Oleh:
“gita, walaupun aku kenal kamu Cuma dari facebook, tapi aku ngerasa kita udah cocok. kalau kita chatting kita selalu nyambung, kamu mau jadi pacar ku?” andi mengirimkan pesan ke

Antara Kita dan Taekwondo

Oleh:
Awal mulanya aku masuk organisasi taekwondo, aku disitu kenal banyak temen, salah satunya Mitsalina yang sekarang sudah ngelanjutin perguruan tinggi negeri di Malang. Kita awal latihan taekwondo itu semangat

Secret Admirer

Oleh:
Aku selalu memperhatikanmu dari jauh, kepo tentang dirimu. Sangat ingin tau kau sedang apa, apakah kau baik-baik saja? Aku tak bisa menggapaimu, kau terlalu jauh untuk ku raih. Ingin

Ombak Yang Bergelombang

Oleh:
Matahari masih terlihat malu-malu menampakkan wajahnya. Udara pagi yang dingin menyapa Annissa lewat jendela kamar yang telah ia buka. Annissa telah bersiap dengan handuk dan baju ganti di tangannya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *