Penantian Tak Berujung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 May 2017

Pagi yang cukup indah, dengan langkah sumringah Ara masuk ke dalam kelasnya. Ara adalah seorang gadis cantik dengan tinggi 165 cm, kulit putih mulus dia juga memiliki segudang prestasi dibidang akademik maupun non akademik. Single, tapi itu membuatnya merasa happy. Ara benar-benar menikmatin statusnya ini. Sesekali mencoba melirik layar ponselnya, masih tetap bersih tidak ada pesan ataupun panggilan. Ara tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya ke dalam kelas yang masih sepi.

“Ara, tumben pagi-pagi udah dateng” Suara itu milik sahabatnya Lita.
“kepagian ya gua berangkatnya?” sahut Ara menghampiri sahabatnya yang sudah duduk manis di bangku paling depan. Kerena biasanya Ara berangkat tidak pernah sepagi ini. Biasanya bel masuk sudah berbunyi baru dia masuk kelas. Dan pagi ini bel akan berbunyi 15 menit lagi.

Ara dan Lita merupakan sahabat sejak SMP. Saat ini mereka sedang duduk di bangku kelas 11 IPA 2. Selain Lita, Ara juga memiliki seorang sahabat lagi yang bernama Dayu. Mereka bertiga selalu terlihat kompak dan selalu ceria. Di antara mereka bertiga hanya Ara yang belum punya pacar bahkan belum pernah pacaran. Sedangkan Lita dan Dayu sudah memiliki pasangan sejak duduk di bangku SMP. Bukan karena tidak ada yang mau menjadi kekasih Ara, banyak pria yang mencoba untuk mendekatinya, tetapi dia tidak terlalu menanggapi para pria yang ingin mendekatinya. Sehingga pria-pria itu pun menyerah.

“Udah seminggu gua gak liat Ando, dia ke mana sih?” tanya Lita.
“Mana gua tau, emang gua emaknya lo nanya sama gua” jawab Ara.
“Ya kali lo tau, biasanya kan lo kepoin dia.” Balas Lita.
“Helllooo every bodyyy, kalian lagi ngomongin gua yaa?“ Dayu muncul di depan pintu kelas dengan gayanya yang selalu heboh.
“Apaan kalii, dateng-dateng langsung heboh kaya gitu” Lita melempar Dayu dengan kertas.
“Emang kalian lagi ngomongin apa sihh?” tanya Dayu.
“Engga, tadi gua nanya sama Ara, Ando kok gak keliatan batang idungnya” jawab Lita.
“Ra, gua heran deh sama lo. Setiap ada cowok yang mau deketin lo, elo nya cuek-cuek aja. Malah sampe sekarang lo masih aja ngarepin Ando yang jelas-jelas lo gak tau gimana perasaannya.” Tanya Dayu pada Ara.
“Entahlah gua juga bingung.” Jawab Ara malas.
“Udah satu tahun lo masih aja ngarepin dia, kapan lo move on nya raaa.” Tambah Lita agak kesal.

Yang mereka bicarakan itu adalah Ando, anak kelas 11 IPS. Dia adalah orang yang disukai Ara. Saat kelas 10 mereka satu kelas. Pertama kali Ara mengenal Ando pada saat MOS. Dan mereka satu grup saat MOS tersebut. Ando memiliki perawakan jangkung, ganteng dengan kulit sawo matang. Dia memiliki lesung pipi di sebelah kiri serta gigi gingsulnya yang membuat senyumnya tambah manis. Ando tipe cowok pendiam, tapi asyik diajak ngobrol jika sudah kenal dekat dengannya. Tak heran jika banyak yang mengaguminya bahkan menaruh hati padanya. Mulai dari teman seangkatan sampai kakak kelas banyak yang mencoba mencuri perhatiannya termasuk Ara. Saat kelas 10 Ando dan Ara bisa dibilang cukup dekat. Karena mereka terlihat sering ngobrol bersama. Namun Ara tidak pernah menunjukkan kalau dia menaruh hati pada Ando. Hanya kedua sahabatnya yang mengetahui kalau Ara menyukai Ando.

Entahlah, jika bicara soal Ando, Ara teringat saat masih kelas 10 dan itu adalah moment yang tidak pernah terlupakan oleh Ara. Hampir setiap hari Ando mengganggu Ara. Membuat Ara kesal karena terus diganggu oleh makhluk yang satu itu. Di depan Ando dia berpura-pura cuek padahal sebenarnya dia menaruh hati pada laki-laki itu. Dia bersikap seperti itu karena tidak mau Ando menjauhinya saat dia tau Ara suka padanya. Dengan begitu Ando masih di dekatnya pun sudah membuat Ara senang.

“Pagi pak, maaf saya telat.” Ucap Ando berdiri di depan pintu.
“Kamu lagi, kenapa selalu telat?” ucap guru sejarah yang terkenal agak kiler.
Ando tidak menjawab dan hanya tersenyum sambil berjalan menuju bangkunya yang berada di belakang Ara. semua mata tertuju padanya termasuk Ara. Saat melewati Ara dengan senyaja ia menggoda Ara dengan mengedipkan matanya. Membuat Ara ternganga karena tak percaya yang barusan dilihatnya.
“Mingkem napa, ntar mulut lo kemasukan laler lagi.” bisik Ando dari belakang sambil menarik rambut Ara pelan dari belakang.
Hati Ara mulai tak karuan. Apa lagi yang kan dilakukan laki-laki ini untuk mengganggunya. Konsentrasi Ara terpecah.
“Nanti pulang sekolah gua mau ngomong sama lo, jangan pulang dulu yaa.” Bisik Ando di samping telinga Ara sambil mencondongkan badannya ke depan.
Bisikan itu sangat lembut dan sungguh menyebalkan, selalu saja dia bertingkah seenaknya. Ara memutuskan untuk diam dan tidak menanggapi bisikan makhluk menyebalkan itu.
“Jangan diem aja dong ra, gua butuh jawaban mau atau engga. jangan sampe gua maksa biar lo mau” Ando melintir-melintir rambut Ara yang panjang itu dari belakang. Dan itu mebuat Ara risih setengah mati.

Saat bel pulang sekolah berkumandang, semua isi kelas berhamburan ke luar saat guru sudah mengakhiri pelajaran siang itu.
“Ayo ikut gua” ucap Ando sambil menarik tangan Ara menuju belakang kelas.
“Apa sih lo tarik-tarik, gua juga bisa kali jalan sendiri.” Ucap Ara sambut mengerucutkan bibirnya.
“Hehehe, langsung aja nih ya gua mau minta tolong sama elo, lo kan baik, pinter cantik lagi…” ucap Ando sambil menunjukkan senyuman khasnya yang membuat semua semua cewek meleleh karena senyumnya itu.
“Udah lah gak usah gombal lo itu, buruan bilang lo mau apa?” Ara sudah tau jika pria itu memujinya pasti lagi ada maunya, seperti mengerjakan tugasnya, mencontek jika ada pr. Ara sudah paham betul dengan sikap pria yang berada di depannya itu.
“Hehehehe, jadi gini kemaren kan waktu latihan ulangan fisika gua gak masuk, jadi gua ulangan susulan, lo mau kan bentuin gua ngerjain ulangannya, dikumpulnya minggu depan kok.” papar Ando.
“tuh kan bener, pasti ada maunya. Berapa soal?” tanya Ara.
“Cuma 30 soal doang kok”. Jawab Ando enteng.
“Gila ya lo, udah sarap emang. 30 soal fisika lo bilang cumaa?”. Jawab Ara kesal dengan Ando.
“Yaelah ra, lo kan pinter, bantuin gua napa lo kan temen gua yang paling baikkk.” Tambah Ando dengan muka melas agar Ara mau menerima permintaannya.
Karena Ara memang menaruh hati pada Ando, jadi dia tidak bisa menolak permintaan pujaan hatinya itu.

Hari demi hari Ara dan Ando semakin dekat, bahkan beredar gosip bahwa mereka pacaran. Padahal mereka sama sekali tidak pacaran. Mereka hanya sekedar teman dekat saja. Walaupun digosipkan pacaran, Ando terlihat biasa saja dan tidak terlalu menanggapi perkataan orang-orang. Dimana ada Ara disitu pasti ada Ando. Kemana mana mereka selalu bersama. Mereka terlihat sangat akrab. Bahkan sikap dan perlakuan Ando kepada Ara sangat manis. Membuat cewek-cewek yang melihatnya merasa iri pada Ara. Banyak yang bilang mereka cocok. namun tak sedikit pula yang tidak setuju dengan hubungan mereka. Banyak yang iri pada Ara karena bisa mendapatkan Ando yang terkenal pendiam, cuek dan cool itu. Tapi sayangnya Ara tidak mengetahui apakan Ando juga menaruh hati padanya. Dan Ara tidak punya keberanian untuk menanyakan hal itu kepada Ando. Dia selalu menyembunyikan perasaannya, takut Ando akan menjahuinya jika tau Ara mencintainya. Sejauh ini yang Ara tahu bahwa Ando belum memiliki pacar. Jadi dia tak masalah jika Ando tidak mengetahui perasaannya. Berada di dekat Ando pun sudah membuatnya merasa senang.

Suatu hari, Ara melihat Ando berangkat sekolah bersama kakak kelasnya dari kelas 12 IPA 2 yang bernama Eva. Mereka berjalan bersama di koridor sekolah dan terlihat sangat akrab. Hari demi hari Ando lebih sering menghabiskan waktu dengan eva. saat di kelas pun Ando jarang sekali ngobrol dengan Ara. Semenjak dekat dengan Eva, sikap Ando kepada Ara berubah. Meraka sudah jarang bersama. Ara tak mengerti akan sikap Ando yang tiba-tiba berubah seperti itu.

Beberapa hari kemudian Ara mendengar bahwa Ando dan Eva resmi pacaran. Hal itu membuat Ara sedih dan hancur. Ia terduduk dan menopang kedua lututnya yang ia jatuhkan ke lantai kelas yang masih sepi. Hancur hatinya saat ini. Mendengar bahwa orang yang dicintainya telah menjadi milik orang lain. Bahunya naik turun mengatur nafas yang terasa sesak di dadanya. Hancur sudah semuanya telah berakhir. Hari-harinya terasa begitu sulit, karena sikap Ando sudah tidak seperti dulu lagi. Yang membuat Ara semakin sakit adalah dia tidak tahu apa alasan Ando seakan sengaja menjauh dari Ara. Bahkan bertegur sapa pun jarang sekali.

Saat kenaikan kelas 11, meraka berbeda kelas. Ara masuk IPA dan Ando masuk IPS. Hal itu membuat mereka jarang sekali bertemu. Karena memang letak kelasnya yang berjauhan. Mereka berdua seolah seperti orang asing yang tidak saling kenal. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan saat berpapasan pun Ando tidak menyapa Ara. Mereka benar-benar seperti orang tidak saling kenal. Hari-hari Ara terasa begitu sepi dan hampa. Ara hanya bisa mengamati Ando dari jauh. yang sering dilakukan Ara untuk melihat Ando pada jam istirahat yaitu, berdiri di dekat jendela kelas agar Ara bisa melihat Ando bermain futsal di lapangan. Kebetulan lapangan futsal sekolah mereka berada di dekat kelas Ara. Dia belum bisa melupakan Ando yang jelas-jelas sudah bahagia bersama pacarnya. Ara masih saja menyimpan perasaannya terhadap Ando. Semakin ia mencoba untuk melupkan Ando, semakin besar pula rasa cintanya kepada Ando. Hal itu membuat Ara semakin tersiksa, benar-benar sebagian jiwanya telah menghilang. Hatinya selalu terasa perih. Tetapi, Ara mempu menyembunyikan perasaanya itu dengan sempurna. Tidak ada yang tau bahwa dia sangat hancur. Ara yang terlihat selalu ceria seolah tidak memiliki beban. Berlagak semuanya baik-baik saja. Di depan semua orang dia selalu menunjukkan senyum yang ceria. Tetapi, pada malam hari saat dia mengingat semua kenangannya bersama Ando, dia mengangis karena sesak di dadanya.

“Yah dia malah bengong, mikirinapa sih lo?” Dayu melempar kertas kepada Ara yang sedang termangu mengingat masa-masa indahnya bersama Ando saat masih kelas 10.
“Apaan sih lo, main lempar-lempar aja.” Kesal Ara.
“Udahlah ra, kaya cowok didunia ini Cuma Ando aja, masih banyak kali yang lebih cakep dari dia.” Ujar Lita yang mengetahui Ara masih menaruh hati pada Ando.
“Gua juga bingung, kenapa sih Ando berubah kaya gitu, tanpa sebab yang jelas lagi.” Imbuh Dayu dan Ara hanya diam mendengarkan celoteh kedua sahabatnya itu.

Sampai saat kelulusan SMA pun Ara dan Ando tetap tidak pernah bertegur sapa. Sikap Ando seperti tamparan keras bagi Ara. Tak menyangka dia bersikap seperti ini. Dan sampai saat itu pun Ara belum bisa melupakan Ando. Saat ini mereka sudah lulus dari SMA, dan Ara sudah tidak bisa melihat Ando lagi. Air matanya berdesakan turun tak mampu terbendung lagi. Tangisan itu terdengar begitu menyakitkan. Kenapa Ando tak peka akan perasaan Ara yang begitu mencintainya. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa mereka sudah tidak akan bisa bertemu lagi. Karena mereka akan melanjutkan ke perguruan tinggi yang berbeda. Saat kuliah, Ara berharap bisa melupakan Ando dan dapat menemukan seseorang yang mampu menggantikan posisi Ando d ihatinya.

Hari-hari Ara terasa begitu hampa tanpa adanya sosok Ando. Saat ini Ara sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di kotanya dan hampir memasuki semester aksir. Selama itu pun dia belum bisa melupakan Ando dan belum ada yang bisa menggantikan posisi Ando di hatinya. Sudah hampir 6 tahun, Ara mememdam perasaannya untuk Ando. Bodoh memang menghabiskan waktu hampir 6 tahun untuk mencintai seseoang yang jelas-jelas ia tidak mencintainya. Ara hanya bisa menunggu waktu agar ia dan Ando dapat bertemu kembali. Bahkan dia tidak tahu apakah mereka masih dapat bertemu kembali atau tidak. Sampai saat ini Ara masih setia menunggu untuk bisa bertemu kembali dengan Ando.

“Ndo, kamu tau? Aku masih menunggu kamu sampai saat ini”. Lirih Ara sambil menyandarkan punggungnya pada bangku yang ia duduki di taman kampusnya, matanya mulai berair. Suasana sore itu sedang mendung dan sebentar lagi akan turun hujan. Sangat mendukung siatuasi hatinya yang mendung tanpa cahaya. Sampai saat ini Ara masih mencintai Ando dan masih setia mengunngu Ando.

Cerpen Karangan: Ida Ara
Facebook: Ida Ara Dyazz

Cerpen Penantian Tak Berujung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Andai Kau Tahu

Oleh:
“Pertanyaan pertama, Apa itu Cinta?” “Cinta itu anugerah, anugerah yang diberikan Allah pada setiap manusia.” itu kata-kata yang sering aku baca di Internet, entah di jejaring sosial atau mbah

Dingin

Oleh:
Pagi yang cerah, pagi yang akan membawa Dinza, murid baru pindahan dari Bali akan memulai sekolahnya di SMA Gajah Jantan. SMA Gajah Jantan merupakan salah satu sekolah unggulan di

Ayunda Mengejar Cinta (Part 2)

Oleh:
Kriinggg… Bel tanda masuk berbunyi, kini aku dan teman-teman sekelasku sedang sibuk dengan buku Jepang kami masing-masing, ulangan Jepang yang akan dilaksanakan pada hari ini sudah berhasil membuat murid-murid

Belajar Bermain Drama

Oleh:
Semua anak-anak kelihatan asyik bermain di lapangan itu. Mereka berlari acak-acakkan dalam sebuah area permainan. Mereka bermain dengan riangnya. Ada yang memegang boneka, memainkan kardus, mengusik kucing, main kuda-kudaan

Ceritaku Tentang Rasa

Oleh:
Ini cerita tentangku. Cerita tentang senang dan sedihnya aku memendam perasaan. Menyembunyikan rasa sukaku kepada dia. Dia, ya… dia. Orang yang selama ini buat aku terus berharap, walaupun aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *