Penantianku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 19 May 2020

Suatu hari ada seorang gadis bernama Caca yang sedang menunggu kehadiran seorang lelaki bernama Andi di sebuah taman. Caca dan Andi sudah lama saling mengenal sejak duduk di bangku SMA. Setelah beberapa tahun lamanya mereka tidak saling bertemu dan hari itu adalah hari dimana mereka akan bertemu kembali.

Beberapa jam kemudian, Andi pun datang menghampiri Caca yang sedang duduk menyendiri. “Hai, Ca. Gimana kabarmu?” tanya Andi. “Seperti yang kamu lihat sekarang, aku baik-baik aja. Gimana kuliahmu sekarang?” tanya Caca. “Wah, kuliahku aman dong. Hehe.” jawab Andi. Mereka melanjutkan perbincangan sembari berjalan-jalan menikmati suasana taman. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari nostalgia zaman SMA dulu, kisah cinta mereka masing-masing yang sudah berlalu, sampai bercerita tentang bagaimana kuliah mereka sekarang.

Sebenarnya, Caca dan Andi saling peduli sejak di bangku SMA dulu sampai saat ini. Mereka saling menunjukkan satu sama lain walaupun tidak secara langsung, tetapi yakinlah hati mereka mengetahui akan hal itu. Hanya saja mereka malu untuk saling mengungkapkan. Sejak lulus SMA, mereka berada di kota yang berbeda karena sama-sama menuntut ilmu sesuai keinginan masing-masing. Sempat merasakan yang namanya lost contact, tapi tidak mematahkan semangat Andi untuk selalu mencari tau tentang Caca.

Pada akhirnya, Andi menemukan kembali sosial media Caca dan mereka kembali saling berhubungan. Ketika Andi menghubungi Caca melalui telepon, “Ca, kamu apa kabar?” tanya Andi dengan lembut. “Hai, Ndi. Kabarku baik-baik saja. Kamu gimana?” Caca pun bertanya balik. “Aku baik. Ca, aku minta maaf ya kemarin-kemarin aku sempat ngilang karena aku sibuk dengan kegiatan dan magangku. Aku harap kamu mengerti, ya. Aku baru bisa ngabarin kamu sekarang karena aku baru punya waktu untuk hubungin kamu.” Andi berusaha untuk menjelaskan kepada Caca mengenai kesibukannya. “Iya gak apa-apa kok, Ndi. Aku ngerti dengan kesibukanmu.” Caca menjawab dengan rasa penuh pengertian.

Andi yang terlalu sibuk menyebabkan komunikasi mereka tidak lancar dan Caca pun sedikit merasa canggung untuk memulai duluan menghubungi Andi karena takut mengganggu, sehingga Caca selalu menunggu Andi yang menghubungi duluan. Terkadang mereka saling memberi kabar, peduli, dan bertukar cerita, tetapi terkadang menghilang tak ada kabar. Namun, itu semua tidak membuat Caca melupakan Andi, dia selalu menunggu kabar dari Andi.

Caca bingung dengan perasaannya, kenapa dia selalu rela menunggu demi Andi. Padahal dia sebenarnya tidak tau Andi menganggapnya seperti apa, tetapi Caca tidak peduli hal itu, dia tetap yakin dengan hatinya.

Setelah pertemuan di taman pada hari itu, mereka saling mengungkapkan isi hati masing-masing. “Ca, entah kenapa belakangan ini aku merasakan perasaanku ke kamu lebih dari yang aku rasakan sebelumnya. Aku gak tau bagaimana perasaanmu sebenarnya ke aku, tetapi aku sengaja mengungkapkan ini setelah sekian lama aku pendam. Aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk aku mengungkapkan bahwa aku merasa nyaman denganmu.” Andi mengungkapkan isi hatinya kepada Caca. Caca begitu heran dan kaget dengan segala penjelasan Andi kepada dirinya, tetapi merasa bahagia karena pada akhirnya masa yang indah itu datang. “Andi, aku merasakan hal yang sama, bahkan sejak lama aku merasakannya. Aku selalu peduli semua tentangmu dan selalu menunggu kabar darimu.” Caca menjawab dengan mata yang berbinar-binar karena bahagia.

Ternyata Andi dan Caca memiliki perasaan yang sama sejak dulu, tetapi tidak pernah diungkapkan. Akhirnya, mereka pun menjalani hubungan tersebut secara baik-baik dan dewasa sejak saat itu.

Cerpen Karangan: AFD
Blog / Facebook: Anisya Firda Dwirianti

Cerpen Penantianku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hilang Begitu Saja

Oleh:
Saat aku mulai ngekos di salah satu kos yang dekat dengan kampusku, saat itu juga aku mulai mengenalnya. Namun saat itu aku begitu tak acuh dengan dirinya. Hingga suatu

Menderma Cinta di Bilik Sirna

Oleh:
Sesore itu, tepat di bilik serambi kudapati ada seorang wanita sedang membenarkan jilbabnya sembari menatap pada brosur yang tertempel di mading sebuah mushola tempat ku biasa memilin doa pada-Nya,

Kuno

Oleh:
Apa mata itu mengarah ke arahku? Apa senyuman itu diberikan untukku? Apa Lambaian tangan itu menyapaku? Mengapa aku selalu berangan-angan agar semua itu kau lakukan padaku. Ini akibatnya jika

Remember You

Oleh:
7 Mei 2013 Surat pemberitahuan tentang Perpisahan Angkatan tergeletak dengan pasrah di tanganku. Aku terpaku. Aku mau lulus, ya? Cepat sekali. Sebentar lagi masa ini akan berakhir. Lalu bagaimana

Crazy Best Friend

Oleh:
BRAK! Terdengar pintu kelas dibanting oleh Mira yang berlari tergopoh-gopoh memasuki kelas menuju bangku paling belakang dan bersembunyi di bawah meja. Tak peduli meja-meja menjadi berantakan karena ditabrak olehnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *