Perasaan Yang Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 22 April 2017

“Kiran, nanti aku minjam catatan kamu ya..” ucap Revo sambil membereskan buku-bukunya, dan ia langsung berlari ke luar kelas.
Kiran tersenyum. Revo, cowok itu yang belakangan ini selalu menjadi bunga tidurnya yang tak lain adalah teman sebangkunya sendiri. Entah berapa lama Kiran memendam perasaannya pada Revo karena takut, akan merusak pertemanan mereka.

Pepohonan yang rindang berjajar di sepanjang jalan menaungi orang-orang yang berjalan di bawahnya. Kiran melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah saat dilihatnya Revo memeluk perempuan lain di depan matanya.
Butir-butir air mata mulai menggenangi mata Kiran, hatinya sakit melihat kejadian itu.

Revo mulai melepas pelukannya pada Siska, saat ia melihat Kiran sedang memandang ke arahnya. “Kiran…” Revo berteriak memanggil Kiran. Namun Kiran malah pergi tak menghiraukan panggilannya.

Keesokan paginya, Revo kaget melihat Kiran sudah pindah ke tempat duduk yang lain. Kiran tidak seperti Kiran yang biasanya. Bahkan Kiran tidak akan memandang Revo saat berbicara dengannya. Revo kehilangan semangatnya, hari-harinya berjalan dengan hambar.
Di lubuk hatinya yang terdalam, Revo juga memendam perasaannya pada Kiran. Satu alasan yang sama, Revo takut merusak pertemanannya dengan Kiran.

Revo berjalan dengan lesu ke arah belakang sekolah. Ke sebuah pohon besar yang biasanya menjadi tempat ia dan Kiran mengerjakan PR dan saling berkeluh kesah. Revo terkejut ketika melihat Kiran terjetuh tak jauh dari pohon tersebut. Ia segera mengobati lutut Kiran yang terluka

“Aw… sakit vo” Kiran meringis kesakitan saat Revo membalut lukanya.
“Ran, kenapa kamu sekarang ngejauhin aku?” ucap Revo sambil duduk di sebelah Kiran. Ia mengambil tangan Kiran dan menggenggamnya.
“Ran, aku nggak ada apa-apa sama Siska, percayalah Ran..”
Kiran menitikkan air mata, bingung dengan perasaannya saat ini. Revo dengan cepat menghapus air mata Kiran dan membawa Kiran dalam pelukannya.
“Aku cinta kamu Kiran… dan aku janji nggak akan nyakitin hati kamu lagi”
Revo mengecup kening Kiran dan memeluknya lagi. Dalam pelukan itu bersatulah dua hati yang saling mencintai, namun malu untuk mengungkapkannya.

Cerpen Karangan: Kartika Nur Khasana
Facebook: Kartika Nur Khasana

Cerpen Perasaan Yang Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Langit Senja Saksi Cinta

Oleh:
“KRIIING…!!!” Bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa pada saat musim penghujan, setiap hari sepulang sekolah, tetes air dari langit selalu mengiringi perjalanku ke istana sederhanaku yang aku menyebutnya rumah.

Tiga Sahabat Berakhir Dua

Oleh:
Pagi ini kota indah Jogjakarta diselimuti awan dingin. Selimut tebal masih menempel di tubuh, agar si dingin tak menyambangiku. Tapi tetap saja, aku tak bisa mengalahkan dingin hanya dengan

Rasa Yang Tak Dinanti

Oleh:
Wajah yang tak asing bagiku, selalu terdekap bayangnya dalam fikiranku, tahun demi tahun dilalui tanpa ada kata satupun… Inilah ceritaku Masa kecil yang indah sangat dirindukan, tak ada rasa

Mahadewi

Oleh:
“Hamparan langit maha sempurna, bertahta bintang-bintang angkasa, namun satu bintang yang berpijar, teruntai turun menyapaku…” “Cieee Rizki nyanyi yaaa….” celetuk Nabilah memotong senandungku. Aku melirik dia, kulihat senyumnya mengembang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *