Pertemuan Dan Perpisahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 30 October 2016

Pagi itu udara sangat dingin diiringi suara rintik hujan masih tedengar di luar kamar Firgi. Dengan malasnya Firgi tak ingin bangun dari tidurnya yang nyenyak ditambah dengan mimpi indah yang dialaminya semalam. Dalam mipinya itu ia akan bertemu dengan seorang cowok yang berpenampilan seperti anak kuliahan. Sosoknya yang sempurna, senyumnya yang manis terurai saat ia menyunggingkan bibir tipisnya. Dibalik matanya yang agak sedikit sayu tersimpan akhlak yang terpuji di dalamnya. Siapakah dia? Firgi selalu memikirkan sosok cowok yang ia mimpikan di dalam tidurnya. Membuat Firgi tak ingin bangun dari tidurnya agar ia bisa selalu bisa menatap wajah manis cowok itu. Firgi berharap mimipinya akan menjadi kenyataan besok, lusa atau dihari-hari ia akan bertemu dengan cowok itu yang akan menjadi nyata.

Firgi berangkat sekolah dengan diantar oleh ayahnya. Tiba di sekolah Firgi dibuat heran dengan spanduk yang ditempel di dinding luar kelasnya yang lama alias kelas X ipa 2. Kelas itu akan Firgi tinggalkan bersama dengan teman-temannya karena mereka akan pindah ke kelas XI ipa 2. Diujung kelas Firgi menemui sohibnya yang lagi nongkrong bersama.

“hai…” sapa Firgi dengan senyum pepsodentnya.
“hai juga…” balas Aurel salah satu di antara sohibnya Firgi.
“spanduk apa sih yang dinding kelas lama kita?” tanya Firgi pada sohibnya.
“hah? Spanduk? Spanduk apaan sih?”
“itu… aduh susah deh menjelaskannya kalau nggak lihat sendiri” kata Firgi hilang akal.
“Firly, Tesa, Farah, kita lihat yuk spanduk yang dimaksud Firgi”. Ajak Aurel dengan semangat karena ia sudah tak sabar ingin melihatnya.
“yuk, gue jadi penasaran juga nih!” jawab Firly antusias.
“iiih ngapain kesana sih, kita disini aja, gue nggak mau ikut sama kalian ahh!” jawab Tesa yang selalu tidak mau tahu dengan sesuatu yang beru.
“Tesa! Lo gimana sih! Ayo dong ah!” kata farah sambil menarik tangan Tesa.

Firgi dan sohibnya tiba di depan spanduk itu dan serentak mendongakkan kepala mereka untuk mengetahui informasi yang ada pada spanduk yang dimaksud Firgi tersebut. Setelah lama membacanya ada yang mangut-manggut tanda memahami maksud spanduk itu, dan juga yang acuh tak acuh.
“wah… jurusan kita bakalan ada seminar nih” kata Firly kesenangan.
“aduuuh… seminar apaan sih? Gue nggak suka seminar ah!” jawab Firgi sambil memalingkan wajahnya karena ia tak pernah suka dengan namanya seminar atau apalah itu.
“kalian lihat deh siapa narasumbernya? Wahhh ganteng banget” puju Firly.
“firly, lo kebiasaan banget ya kalau udah lihat yang ganteng, dasar lu, kecentilan!” ejek Aurel pada firly.
“Ih… biasa aja keleszz, kapan ya caranya dimulai, gue pengen ketemu sama narasumber gantengnya”. Kata Firly kegirangan.
“eh Fir, lo nggak punya mata apa? Tuh tanggal 18-20 mei!” kata Aurel sambil menunjuk tanggal yang tertera pada spanduk.
“oh iya, hah berarti mulai hari ini juga dong? Aduh mimpi apa ya gue semalam!” lanjut Firly semakin bertambah kegirangan.
“lo lebay banget sih fir” tangkas Firgi menunjukkan rasa tidak suka pada sifat Firly yang selalu kecentilan.
Mimpi… kata mimpi itu terngiang di telinga Firgi akan mimpi indah yang ia lalui tadi malam. “ahhh? Jangan jangan mimpi gue jadi kenyataan? Aduh gue nggak lagi mimpi lagi ya sekarang?” tanya Firly sendiri pada batinnya. Jika itu memang benar betapa bahagianya Firgi mimpinya kali ini akan menjadi nyata.

Semua jurusan ipa dikumpulkan oleh ketua jurusan di sebuah labor ipa yang lumayan cukup besar. Ternyata hal yang diduga Firgi menjadi kenyataan. Cowok yang ia mimpikan ternyata sekarang ada di depan matanya. Sewaktu acara seminar mata irgi hanya tertuju pada narasuber ganteng itu yang bernama Franda. Saaat ia menjelaskan bahan ajaran wajahnya, senyumnya, tak luput dari pandangan irgi.

“oke adik-adik semua ada yang ingin bertanya?” tanya Franda memanggil adik pada siswa kelas dua sma karena unurnya hanya selisih 5 tahun.
“tidak” jawab semua serempak, tak terkecuali Firgi yang selalu memerhatikan Franda tak mengeluarkan kata sepatah pun untuk menjawab pertanyaan franda.
“hallo dek?” kata Franda membangunkan Firgi dari lamunannya.
Firgi tersentak kaget dan ia dibuat linglung.
“eh kak, ya kak ganteng” jawab Firgi asal-asalan saja.
Franda tersenyum simpul mendengar ucapan Firgi yang keluar memuji dirinya.
“cie cie…” sorak anak-anak yang lain.
Firgi dibuat malu di depan Franda dan air mukanya memerah.

Sejak kejadian itu selama tiga hari berlangsungnya seminar Firgi dan Franda semakin dekat. Firgi selalu bertanya pada Franda tentang hal yang ia tidak ketahui, dan franda juga dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan Firgi dengan jelas. Kedekatan itu membuat Firgi semakin jatuh hati pada Franda namun ia tak tahu apakah Franda akan merasakan hal yang sama seperti yang Firgi rasakan. Semua berjalan sesuai takdir yang Allah berikan.

Hari ini hari terakhir seminar, berarti Franda akan pergi untuk melanjutkan kuliahnya yang sudah mencapai semester enam. Hati Firgi begitu berat melepas kepergian Franda orang yang ia sayangi. Sebelum berpisah firgi sempat berfoto dengan Franda sebagai kenang-kenangan. Firgi tidak tahu apakah ia akan bisa bertemu franda lagi atau bukan. Bagi Firgi, sosok Franda tekah mengajarkan Firgi banyak hal dalam pelajaran ipa. Firgi berjanji ia akan rajin belajar supaya nanti setelah tamat Firgi akan menyusul Franda untuk kuliah bersama kalau takdir menakdirkan mereka untuk bertemu kembali. Biarlah rasa cinta dan sayang yang Firgi pendam ini suatu saat ia akan mengungkapkan perasaannya yang sejujurnya. Dan Firgi berharap Franda juga akan memiliki perasaan yang sama sepertinya. Dibalik itu juga ada rasa menyesal menyelinap di hati Firgi kenapa tidak dari awal bertemu dengan Franda ia langsung nyatakan saja perasannya. Firgi menjadi dilema.

Cerpen Karangan: Sisi Aulia Putri
Facebook: Sisi Aulia Putri

Cerpen Pertemuan Dan Perpisahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Ku Nanti

Oleh:
“Aku mulai mengaguminya ketika pertama kali aku melihatnya, tetapi aku hanya melihat, mengaguminya dari jauh, dan menyukainya dalam diam.” Veilina Ryvana adalah nama panjangku. Aku adalah salah satu siswi

Jam Weker Sialan

Oleh:
Kring… Kring… Kring… Berisik alarm dari jam weker yang mungkin tak lama lagi umurnya itu terdengar nyaring di telingaku. “Hooaam” protesku pada jam weker bentuk burung hantu yang selalu

Pelangi Arka dan Rain (Part 3)

Oleh:
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara letupan. Ray menutup mata karena terkejut. Namun, ketika ia membuka mata, ia telah di hujani kertas warna warni dari konveti. Ketika ia melihat

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *