Rahasia Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 March 2015

Di suatu sore, ada seorang anak perempuan manis bernama Riani. Dia sedang memandang bagaimana hujan meneteskan beribu buih-buih air hujan yang membasahi genting rumahnya. Dia pun melihat jam yang ada tangannya.
“Hmm, Detik.. kok kamu masih aja sih disitu-situ juga? Aku tuh pengen cepet-cepet besok tau, pengen cepet-cepet ke sekolah lagi, kan mau ketemu Bawel.. huhuhu”
Kata Riani yang menyebut-nyebut nama Bawel. Genta nama aslinya, Bawel itu nama kesayangan dari Riani for Bawel. Tapi Genta bukan pacar Riani kok, tetapi Riani sangat tertarik kepada Genta. Tetapi Genta tidak mengetahui itu. Cuma Sahabatnya aja yang tau. Yah begitulah cinta, apa aja kata hati pasti diturutin, hohoh

“Kringg, kriing, kriing” Jam weker Riani berbunyi. Riani pun membalas dengan memencet bagian belakang jam, untuk mematikan bunyi jam tersebut.
“Hmm Jam 5, Udah pagi, akhirnya pagi juga” Ucap Riani Setengah sadar dan mata masih tertutup.
Riani pun membuka gorden, setelah itu mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.

“Pagi Oma…” Sapa Riani yang sedang menuruni anak tangga yang terakhir.
“Pagi sayang, sini sarapan dulu, oma sudah buatkan roti bakar rasa nanas loh, kesukaan kamu”
“Engga usah Oma, Riani takut terlambat, nanti saja di kantin Riani beli bakso saja”
“Baru jam segini, kok sudah berangkat?”
“Riani, piket Oma. Ya udah, Riani berangkat dulu ya Oma, Bye Oma”
“Oh ya sudah. Hati-hati ya Riani”

Sesampai di sekolah…
Sekolah masih sepi seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Riani pun menuju kelasnya. Sampai di kelasnya, Riani melongok ke dalam, tetapi masih belum ada siapa-siapa.
“Yah, Bawel belum dateng, padahal bela-belain gue datang jam 6 gini, sampe bohongin oma lagi” Gumam Riani sendiri, tetapi tiba tiba ada yang menutup mata Riani dari belakang.
“Aduh Siapa niih?” Tanya Riani.
“Tebak dulu..” Kata orang itu dengan suara ditekan-tekankan, agar tidak dikenali.
“Genta ya, ayo ngaku aja” Tebak Riani
“Ih kok Genta sih, ini gue Andre tau” Kata Orang itu yang ternyata bernama Andre, sambil melepaskan tangannya dari mata Riani.
“Oh Andre, kirain gue Genta. Biasanya kan dia orang yang paling jail sama gue. Emang dia kemana sih? Dia kan sahabat elo, udah gitu tumben banget dia belom dateng” Tanya Riani panjang kali lebar.
“Genta dicariin, udah kaya artis aje, Bentar lagi dateng kok, tadi dia beli pulpen dulu katanya” Kata Andre menjelaskan.
“Hay my plend” Sapa seseorang dari kejauhan.
“Hay… Sueb gue…” Sapa balik Riani.
“Kok gue gak disapa sih” Kata Andre dengan wajah lesu yang di buat-buat.
“Oh iya sory, Hay Andre…” Sapa Lagi Dia.
“Hay juga Mitha…” Sapa Andre
“Oiya, kok pada ngumpul disini? Udah gitu pada dateng pagi lagi?” Tanya Mitha Sahabat Riani.
“Gak ada apa-apa Tha, lu liat Genta gak, di warung situ tadi?” Tanya balik Riani
“Ada Ri, kenapa emang? Tumben lo nyariin Genta, demen lo ya..” Ledek Mitha.
“Apaan sih lo Tha, Kena loe ntar sama gue” Kata Riani sambil melototin Mitha.
“Ampunnn…”

“Nett… Nett… Nett…” Bel istirahat pun berbunyi.
Riani dan Mitha pun keluar kelas dan menuju ke kantin. Di kantin mereka memesan bakso dan teh botol.
Saat Riani mau memakan makanannya. Mereka dikagetkan oleh dua lalat yang sangat mengganggu. Yang ternyata adalah Andre dan Genta.
“Bagiii donk…” Ucap Andre dan Genta bersamaan, sambil menyodorkan tangannya ke depan wajah mereka seperti meminta.
“Ihh.. kalian apaan sihh…” Kata Mitha.
“Disini tempat makan tau bukan tempat bermain” Lanjut Riani.
“Iya deh maaf, eh Riel makan yuk, Ayolah” Ajak Andre kepada Genta. Dan Genta pun mengiyakannya.

Disaat Mereka semua makan, hanya Riani yang dari tadi terbengong sambil memandang Genta.
‘Bawel diliat-liat lagi makan lucu juga ya, hohohh’ Dalam batin Riani.
“Eh Ri… Tolong ambilin sambel donk tuh yang di deket elu” Kata Andre meminta tolong. Tetapi Riani masih terbengong.
“Ri, Riiani… Rianiii…” Ucap Andre sambil melambaikan tangannya di depan wajah Riani.
“Eh, e..e..e, ada apa, ada apa?” Kaget Riani.
“Tolong ambilin sambel Rianiii” Kata Andre memanjangkan kata ‘Riani’
“Eh i.. ini ini”
“Lo kenapa sih? Loe merhatiin Genta deh kayaknya dari tadi, jangan-jangan bener kata Mitha loe demen sama Genta, Hahahahaha, Ciiee” Ledek Andre.
“Ih apaan si loe”
“Aunih Andre, makan ya makan, ngeledek mah ntar aja kellez” Kata Genta. Yang baru terdengar suaranya.
“Heheheeh Sory deh”
“Nett.. Net.. Net” Suara bel masuk pun berbunyi.

Di kelas…
“Tha, pulang sekolah anter gue ke toko buku yuk, plisss. Ada Novel keluaran baru, gue mau beli. Plis yaa anter gue. Tenang aja pulangnya kita beli Bublle gue traktir” kata Riani tetapi berbisik karena Pak Ilham sedang menerangkan pelajaran IPS…
“BENER, SERIUS… YES DITRAKTIR, Hohohoh..” Teriak Mitha dengan suara khas cemprengnya. Sampai–sampai Pak Ilham mendengar. Pak Ilham hanya menggeleng.
Ketika itu juga Riani mengajak Ariel. Yang kebetulan Genta duduk di depan dia.
“Em, Ta, ntar gue mau ke toko buku ‘Treblluf’, mau ikut gak. Ada novel baru. Gak maksa loh.” Ajak Riani
“Hmm, Enggak deh Ri. Gue punya masalah penting dari pada ini, gue disuruh beli bahan bahan warung sama emak gue” Tolak Genta. (Jahat ye Genta?)
“Oh gitu, ya udah gak papa..” Kata Riani dengan wajah lesu.
“Jangan sedih, ntar pasti kapan kapan gue temenin loe kesana kok”
“Beneraaan? Makasih..”
“Sama sama”

Gerbang sekolah…
Disana ada seseorang yang sedang celingak celinguk kanan kiri depan belakang atas dan bawah, Mitha lah orangnya, yang sedang menunggu Riani sepertinya.
“Ckck, Riani mana sih, lama banget? Katanya mau ngambil barang yang ketinggalan doang, tidur kali ya?”
“Hey Tha lagi ngapain loe? Gak pulang?” Tanya Daylami ke Mitha yang sedang bergumam sendiri.
“Hay Nday, Eem Loe liat Riani gak? Gue lagi nunggu Riani tapi belom nongol juga” Kata Mitha menjelaskan.
“Ooh Riani, tadi si gue liat lagi di kelas, tapii… tuh dia Riani” kata Daylami seraya menunjuk Riani.
“Riani, lama banged loe, gue udah nunggu setengah budeg tau” Jelas Mitha.
“Iya deh maaf. Eh ada Nday, Hay Nday.. Lagi ngapain? Gak pulang?” Tanya Riani sekedar basa-basi.
“Pulang kok, lagi nunggu taksi.. Tapiii itu taksi, ya udah gue duluan ya Tha, Ri, bye” Pamit Daylami.
“Bye.. oh ya, yuk jadi gak ke toko bukunya? Dan jangan lupa traktirannya heheh”
“Woles aja Bublle mah gampang.. Ya udah yuk…”

Di Toko Buku ‘Intymate’…
“Tha tolong cariin novelnya ya, judulnya ‘Dreams Is You’ kalo gak salah, gue cari kesana ya.” Perintah Riani.
Mitha pun mencari kesebelah kanan sedangkan Riani ke sebelah Kiri.
Saat Riani tengah mencari dan melihat lihat buku lainnya. Riani tersentak dengan adegan menyakitkan, adegan yang telah menyayat-nyayat hatinya.
Genta, cowok yang Riani sukain sedang berada disana, di toko buku. Dia tidak sendiri, dia bersama seorang perempuan teman akrabnya di sekolah, Zirha. Padahal tadi di sekolah Riani mengajak Genta untuk kesini tetapi, ditolak.
‘Jadi ini masalah pentingnya, jalan gitu sama Zirha? Jadi dia bohong sama gue. Huh. Dia bukan beli belanjaan, tapi beli pisau buat nusuk nusuk hati gue. Huhu, Dia lebih milih jalan bersama Zirha daripada sama gue’ Batin Riani. Sampai sampai buku yang dipegang Riani jatuh. Dan terdengar oleh Genta.
“Riani? Bukannya loe mau ke toko buku ya?” Tanya Genta kaget melihat Riani berada disitu.
“Ini toko buku kok, loe kira ini pasar? Buat beli belanjaan warung?” Jawab Riani dengan menceploskan semua perkataan Genta di sekolah tadi.
“Ih maksud gue bukan gitu Ri, Bukannya loe mao ke toko buku ‘Treblluf’ ya..”
“Tadi di sana novelnya abis. Oiye loe bukan ke pasar”
“Tadi memang gue ke pasar, trus pulangnnya gue ketemu Zirha. Dia ngajakin gue kesini. Dia juga mau beli novel kok. Kan gak enak kalo nolak. Dan gue gak bermaksud bohongin elo kok Ri” Kata Genta panjang kali lebar
“Tapi kenapa loe nolak ajakan gue tadi? Ngenes tau gak? Ngenes..”
“Jadi loe cemburu?”
“Ini bukan masalah cemburu, tapi gue gak rela diboongin sama loe. ”
Riani pun memungut buku yang jatuh, seketika berlalu pergi. Meninggalkan Genta dan Zirha.
“Tega Lo…” Ucap Mitha, dan berlalu ikut pergi mengejar Riani.

Di Rumah…
Riani pun hanya bisa menangis dengan apa yang terjadi tadi.
“Loe tega, lo tega wel sama gue, andai loe tau perasaan gue ke elo, hiks, hiks. Sakit wel sakit.. Iya gue cemburu, dan gue udah dibohongin, udah sakit hati, ditambah dibohongin lagi. Tambah hancur hati gue.. Hiks.. hiks” Ucap Riani tersedu-sedu.
`telilit.. telilit` hape Riani pun bordering. Yang tercantum adalah ~Plend~
“Ha.. Halo?”
“Ri, Loe gak papa?”
“Gak papa kok Tha..”
“Sabar Yaa Rii..”
“Iya..”

Esoknya Di sekolah…
Riani tetap biasa datang pagi, tapi bukan karena Genta lagi.
Riani tampak tak bersemangat sekolah. Dia hanya duduk di kursinya sambil menulis-nulis tidak jelas. Dan Genta pun datang tanpa Andre. Ketika Genta melihat Ada Riani di dalam kelas. Riani pun mencoba keluar dari kelas tetapi dicegat oleh Genta sendiri.
“Riani.. Tunggu Rii… Itu Cuma salah faham, dan gue kemarin gak bermaksud bohongin loe kok.. Tapi apa bener loe cemburu?” Ucap Genta memperjelas keadaan.
“Enggak, siapa bilang gue cemburu. Lagi juga bukan apa-apa kok, udah gue mau nunggu Mitha dulu di kantin”
“Ri Riani, jawab dulu pertanyaaan gue. Loe cemburu? Loe suka sama gue?”
“Apaan si loe, Enggak GUE GAK SUKA LOE…” Teriak Riani dan keluar kelas tetapi Genta menarik tangan Riani.
“Rianii… Tunggu”
“Apa lagi wel? Uppss, Ta” ucap Riani dengan salah panggilan ‘wel’ , Emang biasanya Riani tidak suka memanggil Genta dengan sebutan Bawel. Tetapi di Diarynya tetap panggilan kesayangannya ‘BaweL’
“Wel? ”
“Ah bukan apa-apa”
“Riani jadi loe gak suka sama gue? Gak cemburu liat gue sama Zirha kemaren?” Tanya Genta.
“Enggak!!!”
“Padahal gue suka sama loe, dari DULU!!!”
“Apa? Loe suka sama gue Genta?”
“Iya, gue suka sama loe, sayang sama loe. Sebenarnya gue pengen ngungkapin, tapi gue takut loe gak suka sama gue” Genta pun mengungkapkan isi hatinya selama ini. Riani pun menangis.
“Loe kenapa nangis? Apa bener loe gak suka sama gue?” Kata Genta, Riani hanya menggeleng.
“Cerita sama gue Ri” kata Genta. Riani terdiam sejenak.
“Gue juga suka sama loe Ta.. sayang.. cinta.. sejak pandangan pertama” kata Riani. Genta terdiam..
“Riani? Bener? Tapi kata loe tadi…”
“Gue malu sama loe”
“Malu? Ehm, sama kaya gue..”
“Iiiyyaa… Iya”
“Jadi… kita sama sama suka?” Tanya Genta. Riani mengangguk.
“Jadi kita pacaran?”
“Emang loe nembak gue?”
“Oia gue lupa.. Ehmm Rianii mau jadi pacar gue gak?”
“Kalo sama sama suka jalanin ajaa…”
“Bener? Serius? Gue diterima? Yess… Oiya, tadi loe manggil gue Wel? Wel itu apa ya? ”
“Wel, BaweL, panggilan kesayangan buat loe” kata Riani, Genta tersenyum.
Tiba tiba Andre dan Mitha pun mengagetkan mereka berdua
“Ciiee… Yang baru jadiaann.. Bisa kali PJnya diturunin..” Ucap Mitha dan Andre bersamaan.
“Ih elo? Jadi loe nguping dari tadi?” Tanya Genta.
“Iya.. hehehehe..” jawab Mitha dan Andre.
“Cie, jadi sama sama suka ternyata, manggilnya Bawel lagi.. Ciie..” Ledek Mitha.
“Apaan si loe”

Riani, Genta, Mitha dan Andre ke kantin. Tapi Andre kayaknya mau nembak Mitha tuhh, gak mau ketinggalan kali ya sama Riani dan Genta :p.
“Ekh hem… tes tes 1.. 2.. 3.. 1.. 2.. 3 ekh hem.. ekh hem.. tes tes” ucap Andre mengetes suaranya.
“Lagi ngapain loe? Gala ngetes suara?” Tanya Mitha penasaran apa yang mau dilakukan si Andre.
“Gue mau ngungkapin perasaan gue ke seseorang yang paling gue sayangi selama ini” Jawab Andre.
‘Lo mau nembak cewek? Siapa?” Tanya Genta penasaran.
‘What? Andre mau nembak cewek? Yah gue gimana? Padahal gue udah nunggu sejak lama tau ndre. Gue bakal nangis darah deh di rumah nanti.. Huhuhuu’. Batin Mitha
Ternyata Mitha suka loh sama Andre…
“Mitha…” Jawab Andre…
“Mitha? Ciie Mitha… Gak jomblo lagi deh loe…” Ledek Riani.
“Gue?” Tanya Mitha sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah dia sendiri.
“Iya loe Tha, Gue suka sama loe. Mau gak jadi pacar gue?.” Tembak Andre To The Point.
‘Ya Ampun, Ternyata Andre mau nembak gue? Kebeneran Dia juga suka sama gue. OMG’ Batin Mitha.
“Ehh.. Gimana yaa..”
“Pliss… Gue suka loe dari dulu”
“Ii.. Iya deh..”
“Yessss… Gue enggak jomblo lagiii.. Gue enggak jomblo lagii..” Ucap Andre bersenandung.
“Cie Mitha… Ternyata Andre juga suka sama loe..” Ledek Riani. Yang emang dia udah tau kalo Mitha Suka sama Andre.
“Heh, Iya.. Sama kaya loe Ri..”
“Iya..”
“Sahabat bernasip sama, HAHAHAhahaha”… Ucap Mereka berempat berbarengan.
“Friends Love Together Forever..”

Cerpen Karangan: Rara Hegira Hazara
Facebook: Rara Hegira Hazara

Cerpen Rahasia Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Angel

Oleh:
Aku hanya seorang lelaki biasa, tak hebat dan tak luar biasa bahkan nyaris tak punya kelebihan. Sebut saja aku Dicky, aku seorang bungsu dari dua bersaudara. Keluargaku berantakan, orangtuaku

Duhai Khalqillah

Oleh:
Cinta tak pernah aku cari. Bahkan aku tak pernah berfikir untuk mencintai insan Allah selain ibu. Ia malaikatku. Cintaku padanya adalah cinta yang tak pernah kuberikan pada orang lain.

Tangis Di Setiap Ketulusanku

Oleh:
Bruukk.. “Maaf, Kak.. Maaf” ujarku merasa bersalah pada sosok lelaki di depanku. Aku dengan tidak sengaja menabraknya sehingga buku-buku yang dibawanya jatuh berserakan. “Maaf ya, Kak” ujarku sekali lagi,

Puisi Terakhir

Oleh:
Aku kalah dalam sebuah pertaruhan. Pertaruhan konyol yang sudah diketahui pemenangnya. Gio. Bodohnya, aku tetap mengikuti keinginannya untuk bertaruh. Dan sebagai akibatnya, sekarang aku harus menuangkan isi pikiranku di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *