Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 October 2017

Hujan! Aku suka hujan. Bagaimana denganmu? Hujan itu indah ia tak pernah marah jika dijatuhkan aku ingin sepertinya. Tapi bisakah?

“Rainnn…”
Suara itu mengagetkanku, Jika saja aku di depan sungai mungkin aku akan terjatuh mendengar suaranya.
“Iyah? Ada apa ra?”
“Pulang bareng yuk! Pakek mobil gua. Hujan gini juga, daripada lu jadi lumut mending pulang ama gua”
“Ga deh ra. Gua gak bisa”
“Ahh, Rain lu mah. Ya udah yah”
“Daa…”

Aku bisa lihat dari tekanan suaranya ia pasti kecewa. Maaf farah maaf. Bukan! Bukan karena aku tak mau! Tapi kau tahu? Setiap hujan dia selalu di sini. Bersamaku di halte ini. Ia pemilik senyum terindah yang pernah kulihat.

“Rain! Lagi ngapain? Hujan kok bengong sih?”
Deg! Jantungku bekerja lebih cepat dari biasanya. Gugup! Keringat dingin! Tidak. Aku harus ngobrol dengannya. Tuhan, izinkan aku bicara dengannya.
Dia galih lelaki terthebest di sekolah. Peringkat pertama, juara satu di hampir setiap perlombaan, ketua osis sekolah, dan kapten basket terbaik yang sekolah punya. Jangan tanya berapa cewek yang mencintainya, kau bahkan tak bisa menghitungnya.
“Rain, Lu sakit yah?”
“Eghh.. Gak.. Kok kah..”
“Oh gua kira..”

Oh my good! Tuhan jangan buat hujannya berhenti aku mohon tuhan JANGAN! Aku masih ingin di dekatnya.
“Oh yah. Rain bentar lagi ada pensi loh, lu ikut yahh.. Yang gua denger lu pinter bikin puisi kan? Ikut gih kalo gitu”
Iya! Seandainya bisa aku teriak akan kujawab iya! Aku ingin ikut jika itu bisa buatku terus di dekatmu!
“Hmm.. Di pikirin dulu yah kak, agak sibuk soalnya”
“No promblem! Tapi gua harap lu ikut yah. Kali aja gua suka puisi lu. Haha…”
Oh tuhan! Ia sedang tertawa. Apa yang harus kulakukan. Apakah harus kubuatkan ia puisi? Puisi seperti apa yang ia suka? Bertema apa? AKU INGIN MEMBUATNYA!

“Rain, boleh aku tanya sesuatu?”
“Boleh kak”
“Kenapa nama lu rain? Lu lahirnya pas hujan yah? Atau pas musim hujan?”
“Gak kok kak. Mama adalah orang yang pekerja keras. Sejak papa meninggal mama gak pernah ngeluh. Kata mama nama itu doa. Mama ingin aku jadi hujannya. Penghiburnya kala ia lagi capek dengan pekerjaan”
“Oh gitu gua kirain lu lahir pas hujan”
“Hihi. Gak lah kak”
Aku hanya bisa tertawa ringan mendengarnya. Bukan hanya kak galih yang menanyakan hampir setiap orang yang mengenalku pasti bertanya kenapa namaku rain?

“Rain, sudah berhenti hujannya. Gua pulang dulu yah”
“Iyah”
Semacam ada rasa yang hilang. Yang tadinya terisi kini hampa, yang tadinya ada kini kosong. Tuhan kenapa kau tak buat hujannya semakin deras? Cinta? Apa itu cinta? Yang kutahu cinta adalah tentang kisah kita dalam hujan.

Cerpen Karangan: Lulu Mahmudah A
Facebook: Lulu Mahmudah Al-alam
ASKfm: @lulumahmudah
Instagram: @l_mahmudah

Cerpen Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyum Terakhir

Oleh:
Malas adalah kebiasaan burukku, Orang-orang memanggilku dengan sebutan Ade dan sahabat baikku adalah Bagas, banyak yang mengatakan bahwa kami seperti saudara kembar. Sahabatku adalah Anak yang cukup rajin dan

Dia Misteri

Oleh:
Serentak ku terarah pada pandangannya. Wajahnya yang oval dan kulitnya yang sawo matang, menjadi pendukung suasana. Mungkin tak ada alasan bagiku untuk menolaknya, seorang kapten tim basket yang menjadi

Awal Kisahku

Oleh:
“Harus gue bilangin berapa kali lagi? Jangan dekati dia. Dia anak haram. Bahkan sampai saat ini, dia gak tahu siapa Ayah kandungnya” Ucapan atau lebih tepatnya hinaan – yang

Kisah kasih di SMA (Part 1)

Oleh:
Perkenalkan namaku “Susi”. Aku kelas XII SMK PARIWISATA di Gili Trawangan. Di sekolahku yang swasta ini akan diadakan Study Tour ke Pantai Kuta di Lombok Tengah, pada hari Minggu

Jatuh Hati

Oleh:
Aku rebeca, siswi menengah atas yang telah mematikan saklar cintaku.Tapi apalah daya, jika aku malah jatuh hati pada muridku sendiri. ‘ada ruang hatiku yang kau temukan Sempat aku lupakan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *