Sampai Ujung Penantianku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 27 November 2016

Perjalananku terkesan rumit, kebanyakan orang selalu memanggilku si ratu bahagia. Sebab aku tidak pernah bersedih, akan tetapi sebenarnya mereka selalu salah disetiap senyumanku terselip luka yang terasa perih. Aku tidak ingin orang lain selalu mengkhawatirkanku. Namaku As-syifa Putri Salsabila. Orang-orang biasa memanggilku Syifa. Aku nampak lugu dan polos di mata teman-temanku. Namun aku anaknya pelupa dan ceroboh.

“Syif, nanti pulang bareng yuk, ada hal yang ingin aku kasih tahu ke kamu” kejut Nadia di belakangku.
“Boleh, memangnya kamu mau ngomongin apa kok terlihat serius?” jawabku penasaran
“Emm, udah ada pokoknya.” sahut Nadia lagi

Nadia memang sahabatku sejak kecil dan aku sudah menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Rumah kita juga kebetulan berdekatan. Dialah yang selalu membuatku lebih bahagia. Dia juga selalu saja baik denganku. Kami selalu berbagi masalah bersama, hanya kami berdua.

Aku masih heran apa yang akan Nadia katakan. Terlihat begitu serius, hal ini membuatku agak sedikit grogi. Setelah bel pulang berbunyi Nadia langsung menarik tanganku untuk segera pulang.

“Eh, Syifa kemarin aku lihat Raka seperti mengikuti kamu, apa kalian ada hubungan spesial?” kata Nadia sambil melihatku serius
“Ah mana mungkin, mungkin kamu hanya salah lihat saja Nad,” jawabku agak ragu
“Eh kamu Syif, nggak percayaan sama aku, aku sering kok lihat Raka mengikuti kamu bahkan hampir setiap hari, apa jangan-jangan?” terus Nadia
“Jangan-jangan apa, Ah sudah lupakan,” jawabku ketus

Memang Raka adalah teman sekelasku. Dia memang baik padaku. Tapi mana mungkin dia menyukaiku. Dia kan orangnya tidak pernah yang namanya berhubungan dengan cinta. Dia selalu baik pada orang lain juga. Memang tidak aneh itu. Aku masih merenungkan perkataan Nadia tadi padaku.
Memang dia pernah menolongku ketika hampir saja aku terkena runtuhan fondasi rumah seminggu yang lalu. Untung saja ada dia, kalau tidak mana mungkin sekarang aku bisa bernafas bebas disini. Aku pikir itu hanya kebetulan, memang akhir-akhir ini hatiku masih nampak kagum padanya. Tapi itu hanya perasaan saja, mana mungkin dia mempunyai perasaan yang sama terhadapku.

Siang itu suasana kelas masihlah ricuh, aku yang baru saja kembali dari kantin merasa sedikit terganggu oleh tingkah teman-temanku itu. Aku pandangi Raka di sudut kelas, dia nampak sedang tidak bersemangat dan lesu tidak seperti biasa yang selalu ceria. Lalu aku duduk di kursiku bersama Nadia yang duduk di sampingku.
Lalu aku tidak menyangka jika ada surat di mejaku. Dengan cepat aku memasukkannya ke dalam tasku. Nadia nampak memandangi keanehanku ini, namun dengan segera aku mengajaknya bicara agar cepat-cepat ia melupakan hal itu.

Sesampainya di rumah aku membaca dengan cermat surat itu. Jantungku seketika berdegup kencang. Aku mulai penasaran surat apa ini, dan dari siapa surat ini berasal. Akhirnya aku buka dan ternyata itu dari Raka.
“Mungkin akan nampak memalukan bagiku, namun aku tak menghiraukannya. Selama ini aku memendam perasaan terhadapmu. Aku selalu mengikutimu untuk memastikan kamu aman sampai di rumah. Mungkin ini semua nampak aneh bagimu, aku mengagumimu semenjak pertama kita bertemu. Kamu mungkin nampak berbeda dari teman yang lain. Hal itu yang membuatmu unik.
Surat ini mungkin terlambat kuberikan untukmu. Sebab mungkin besok aku sudah tidak bisa melihatmu lagi. Sebab aku harus pindah sekolah mengikuti ayahku yang dipindahkan tugas ke luar kota. Semoga dengan surat ini kamu tahu semua apa yang aku rasakan selama ini. Jika kamu memiliki perasaan yang sama dan kita ditakdirkan untuk bersama mungkin aku akan kembali. Kembali untuk melihatmu lagi.

Raka

Tercengang aku membaca surat dari Raka itu. Nampaknya dia juga memendam perasaaan yang sama denganku. Aku tidak menyangka itu. Memang benar keesokan hari Raka sudah tidak ada di sekolah lagi dan benar-benar pindah. Mungkin jika aku dan Raka ditakdirkan utuk bersama mungkin kita bisa dipertemukan lagi. Dan aku berharap memanglah dia orangnya. Aku akan menunggu sampai tiba waktu itu.

Cerpen Karangan: Amanda Novitasari
Blog / Facebook: amandanov.blogspot / amanda novitasari
Kelas XI MIA,
saya baru belajar untuk menulis cerpen semoga pembaca dapat terhibur, sebelumnya saya minta maaf karena penyusunan kata yang masih acak-acakan karena saya baru belajar,

Cerpen Sampai Ujung Penantianku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dalam Diam

Oleh:
Ku memasuki kelas dan duduk di bangku, kulihat ada setangkai mawar merah di mejaku. Merasa heran, kuamati mawar itu. “ini dari siapa?” tanyaku pada Rina sahabatku yang sudah datang

Ketika Aku Jatuh Cinta

Oleh:
Hujan mulai menaungi tempatku berpijak. Aku terjebak tak dapat bergegas pulang melepas lelah setelah seharian beraktivitas di sekolah. Ingin rasanya aku berlari menerobos hujan. Tapi, dengan seragam putih abu

Ardian

Oleh:
Pagi itu kami memperkenalkan nama kami masing-masing. Aku sama sekali tidak mengenal seorang pun di kelas ini. Mataku melirik ke sana ke mari mencari wajah familiar namun nihil, tak

Menanti Hadirmu Kembali

Oleh:
Setiap sore aku ngaji, aku mempunyai teman cowok paling rusuh, namanya Ahmad, dia beda angkatan untuk sekolah walau sekolah kita beda tapi ngaji kita satu angkatan dan dia yang

Mengagumi Itu …

Oleh:
Jika aku memikirkan kata kagum, aku adalah orang yang mudah terkagum-kagum melihat apapun yang aku sukai. Termasuk mengagumi seseorang. Terkadang juga terpikir, apa enaknya sih mengagumi? Toh nanti kamu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *