Sosmed

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 22 March 2017

Aku tidak meminta mengenalmu, kita berkenalan seiring waktu yang terlewati. Aku tidak meminta menjatuhkan hatiku di kamu tapi hati mengerti kenyamanan berada di dekatmu. Aku tidak meminta semuanya kudapatkan seperti keinginanku tapi jujur aku selalu mendoakan perasaan ini. Aku tidak meminta menunggu yang terkadang membuatku jenuh tapi hati tidak pernah mampu untuk pura-pura menyukai orang lain. Aku tidak ingin semuanya berlarut terlalu lama tapi biarkan waktu yang akan menjawab.

Mungkin ini kesalahanku yang pernah pura-pura mempermainkanmu tapi akhirnya aku yang terjebak dalam kisah ini aku yang menyadari aku tulus memiliki perasaan ini, sama seperti kita yang sering bertemu tetapi satu patah kata pun tak pernah mampu kuucapkan terhadapmu, kita berkomunikasi lewat dunia maya yang disebut sosmed, aku suka berkata aneh-aneh, aku suka menceritakan semua yang kusuka dan tidak kusuka terhadapmu, semua kukatakan seperti keinginanku yang membuat kamu hanya sebagai pendengar.

Aku suka setiap kali kamu mengirimkan chat terhadapku lalu aku lanjut bercerita sesukaku tanpa pernah memperhatikanmu, aku tau kekuranganku tidak mampu membalas perhatian orang lain termasuk terhadapmu. Tapi kamu tau, kamu orang tersabar yang pernah kutemui, yang selalu ingin kumiliki. Aku suka marah, kalau ngomong gak pernah lembut itu yang sering kamu utarakan. Aku suka merepet, kalau ngomong gak bisa pelan lebih sering gak ada remnya.

Aku sering ingin merubah diriku terkadang aku ingin menjadi seperti yang kamu inginkan tapi aku tidak bisa menjadi orang lain untuk menyenangkanmu karena ini aku, seperti inilah adanya wanitamu ini. Jangan minta aku menjadi orang lain karena itu hanya bersifat sementara, kamu tidak akan pernah melihatku bahagia dengan perubahanku.

Kita menjalani ini sudah hampir 5 bulan, status berteman tapi selalu berkomunikasi lewat dunia maya jika dikatakan sahabat kita bukan sahabat karena untuk berada 2 langkah darimu aku tidak pernah berani jika dikatakan pdkt-an mungkin kita pasangan pdkt-an paling lama. Kadang aku bosan hanya bisa chat denganmu padahal bisa dikatakan jarak yang kita miliki ini masih bisa ditempuh dengan jalan kaki tapi ya begitulah sepertinya kita selalu berusaha menghindar.

Kadang ada rindu yang sangat besar ketika kamu tidak menghubungiku tapi untuk menghubungi terlebih dahulu aku sudah berkomitmen tidak akan melakukan itu karena aku tidak ingin menjadi wanita yang gampangan bagimu. Tapi kamu tau, sampai saat ini aku selalu merindukan setiap kali kita saling bercerita tentang kita walaupun mungkin aku bercerita lebih banyak darimu meskipun hanya lewat dunia maya, aku suka ketika sifat alaymu keluar walaupun aku sering bilang kamu alay tapi yakinlah itu tidak dari hatiku karena aku tau setiap kali kamu memanggilku dengan panggilan itu rasanya rasa itu memuncak hanya saja aku terlalu malu untuk mengakuinya.

Sering kali aku mencari-cari hal buruk tentangmu agar aku berhenti menyukaimu, aku selalu berusaha menghindari, menghilangkanmu dari pikiranku, bersikap biasa terhadapmu tapi untuk menyapa terlebih dahulu pun aku selalu berusaha untuk melakukannya. Tapi kamu juga bersalah dalam hal ini, kamu tak seberani perkataanmu saat kita chat, kamu tak setangguh itu di dunia nyata kadang aku ingin bilang ini itu di dunia nyata tapi aku takut di dunia maya itu bukan kamu. Karena melihatmu di dunia nyata tidak meyakinkanku di dunia maya itu dirimu karena kamu berbeda, membingungkanku.

Ada saja pria yang bisa kudapatkan tapi belum ada di antara mereka yang bisa membuatku seyakin saat aku melihatmu, sepercaya hati ini, setangguh perasaan ini merasakan kamu adalah yang kucari itu, belum atau bahkan tidak akan ada yang sepertimu. Aku bersalah pernah memulai ini yang membuatku menyesali perasaanku, kita melawan arus jika kita bersama karena kamu tau – aku tau ada perbedaan yang tidak mungkin kita persatukan, saat aku berkata ini itu tentang kita jujur itu tidak sepenuhnya dari hatiku karena aku tidak mungkin memaksakan perbedaan kita dan kamu pun tidak mungkin menyamakan perbedaan itu hanya untuk bersamaku.

Ketika ada wanita lain berkomentar manis tentangmu pun membuatku ingin marah-marah seperti katamu aku ini pemarah, tapi itulah kekuranganku aku tidak bisa manis terhadapmu untuk menyenangkanmu aku hanya mampu menjadi diriku dan selalu menuntutmu untuk menerima apa adanya aku tanpa pernah memikirkan perasaanmu. Tapi yakinlah hatiku tak setangguh mulutku ataupun amarahku, hatiku tak setangguh ketika aku harus menghentikan tentang kita.

Berjuang demi cita-cita aja berat apalagi berjuang untuk melupakan sesuatu yang udah terukir, ibaratnya cita-cita itu sesuatu yang akan kita ukir sedangkan cinta yang sudah terukir harus dihapus yang kuinginkan kamu adalah ukiran yang tidak harus kuhapus maka dari itu kita sama-sama mengukir masa depan kita agar tidak ada yang sia-sia dalam perjuangan kita. Dari awal sampai pertengahan cerita ini aku selalu saja memaksakan kehendakku dimana akhir dari cerita ini kamu hanya sebuah harapan yang tidak akan terwujudkan.

Sama seperti kita yang hanya mampu berkomunikasi lewat dunia maya tanpa pernah berani untuk berani untuk berkomunikasi langsung, entah mungkin aku yang tidak sabar menunggu keberanianmu tumbuh atau bahkan kamu tidak pernah sungguh-sungguh dengan keadaan ini dimana kamu hanya menjebakku menjadikanku pelarian semata disaat kamu sepi. Mungkin saja aku yang terlalu percaya diri dengan perasaan ini, yang kutau kita sama-sama memiliki rasa ini hanya saja ada hal-hal yang membuat harus tertunda.

Jangan berikan lagi harapan jika memang kamu tidak akan berani, tidak akan mengalah untuk kita. Jangan lagi hadir walau hanya sekilas saja yang membuat usahaku sia-sia untuk memendam rasa ini, buat aku membencimu mungkin dengan sikapmu yang berubah atau berhenti hadir dalam dunia maya maupun dunia nyataku biarkan aku belajar menyadari kita tak sepaham karena kita kesalahan.

Tapi jangan pernah berusaha membuatku membencimu dengan kau hadirkan wanita yang kau cintai karena itu tidak akan menghilangkan rasa ini. Jika kamu memang tidak akan mengalah untuk menyamakan kita maka biarkan aku menemukan penggantimu terlebih dahulu, jangan mencoba mendahuluiku karena kamu akan sangat menyakitiku. Lihat aku dari kejauhan dengan yang lain jika kamu sudah melihatku tersenyum ikhlas saat bersamanya maka disaat itu aku sudah benar-benar mengikhlaskan kita. Maka cari dia wanita yang bisa membahagiakanmu seperti aku yang selalu ingin membahagiakanmu, jangan langsung melangkah kilat untuk pergi meninggalkanku, melangkah saja perlahan.

Aku meminta hal ini karena aku tau untuk langsung kehilangan nyatamu, untuk langsung menghilang dari mayamu mungkin aku belum sekuat keegoisanku ini. Kamu boleh bahkan sangat berhak menjuluki egois tapi yang aku ingin kamu ketahui aku meminta hal itu karena aku ingin melihatmu juga dengan wanita yang beruntung memilikimu itu, aku ingin melihat senyuman dan cinta di matamu saat kamu bersamanya. Saat kita benar-benar sudah melupakan dan kamu sudah mulai menjauh dari kehidupanku maka sadarilah kejadian ini, kesalahan ini tidak akan terjadi lagi.

Saat kamu membaca cerita ini, ini cerita yang ingin aku jadikan nyata bukan seperti kita yang hanya sesaat, maka bersyukurlah meskipun jarak menjauhkan dan hati merindukan tapi doa mendekatkan dan suara penggantimu menenangkan. Saat kamu menyadari kita sudah melupakan maka hargai dia yang mengisi hari-harimu saat ini.

Cerpen Karangan: Ribka Sepatia
Facebook: Ribka Sepatia Bangun
Instagram: ribkabgn
Alamat: Pakpak Bharat.
Hai nama saya Ribka Sepatia, jika ingin membaca cerpen karangan saya bisa mengunjungi facebook saya Ribka Sepatia Bangun atau jika ingin lebih mengenal saya bisa mengikuti saya di ig ribkabgn.
Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca karangan saya.

Cerpen Sosmed merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hangat

Oleh:
“Keterlaluan,” gumamku sambil berjalan di trotoar yang licin ini. Aku menyilangkan kedua tanganku di depan dada agar aku merasa lebih hangat. Hawa dingin benar-benar terasa di musim dingin tahun

Selalu Menunggu

Oleh:
Aku adalah seorang perempuan yang sekolah di SMP negeri, namaku vina. Aku baru saja naik kelas ke kelas 9. Hari ini adalah pembagian kelas dan aku dapat kelas 9

Penantian Dikala Senja

Oleh:
Sedih rasanya ketika melihatnya tertawa bahagia bersama sahabatku. Aku yang berusaha tersenyum melihat mereka, meski hatiku ditelan luka. Sebenarnya aku tidak tahu apa itu cinta, tapi aku tahu dan

Just Friend

Oleh:
Rasa persahabatan itu muncul karena selalu bersama dalam suka maupun duka. Berbagi rasa dan berbagi cerita. Dari perasaan sebatas sahabat, tak jarang menjadi perasaan suka. Bahkan rasa cinta pun

Disaat Cinta Mulai Menyapa

Oleh:
Siang itu matahari bersinar sangat terik. Panasnya menusuk hingga ke kulit anak-anak jalanan yang mulai berhamburan menghampiri setiap mobil yang berhenti di pertigaan lampu merah. Nia dan Rangga yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sosmed”

  1. tarso says:

    curahan hati ya…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *