Tak Apa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 September 2018

“Huh… apa ini akhirnya?” gumam seorang perempuan dengan wajah yang terlihat lesu dan tidak bersemangat sedikit pun. Sudah hampir 3 tahun dia mengagumi sesosok laki-laki yang di kelasnya dan tidak pernah sedikit pun dia berpikir untuk berhenti mengaguminya. Semua sudah mengetahui perasaan yang dimilikinya, tetapi sesosok laki-laki itu bersikap seakan tidak pernah tahu menahu akan perihal tersebut. Entah karena dia memang tidak mengetahuinya atau berpura-pura untuk tidak tahu karena dia ingin menggantungkan perasaan seseorang.

Waktu hampir habis untuk melihatnya dan Ria dirundung rasa cemas dan khawatir. Dia takut kecewa karena laki-laki itu. Bukan karena dia seorang penakut atau pecundang yang bersembunyi dibalik punggung seseorang, tetapi dia takut kecewa yang dia alami akan membuatnya jatuh ke dasar jurang yang teramat dalam. Dia juga ingin bahagia walau tanpa sosok itu dan bukan karena sosok itu. Mungkin memang salah Ria yang tidak pernah berani menunjukkannya secara langsung bagaimana perasaan sesungguhnya. Tetapi ini juga salah laki-laki itu yang tidak memberikan sebuah kepastian untuk Ria.

Semua ini memang salah mereka berdua yang sama-sama tidak berani untuk mengungkapkan isi hati. Tidak berani untuk mengambil sebuah keputusan. Jika Ria tetap diam dan tidak melangkah sedikit pun untuk mendekat, suatu hari nanti dia tidak akan teramat kecewa dengan harapannya yang tidak menjadi nyata. Namun itu adalah tindakan yang tidak terlalu dibenarkan karena jika seseorang tidak berusaha untuk melakukan sesuatu maka kecil kemungkinan dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Ria adalah sosok yang menunggu kemungkinan kecil itu terjadi pada dirinya.

Setiap hari ketika berada di sekolah Ria selalu memandang sosok itu dari kejauhan. Kedua pipinya bersemu merah walau hanya menatap punggung sosok itu berada di dekatnya. Mungkin itulah sumber kebahagiaan dari seorang Ria. “Dia tampan” “Dia pintar” itulah yang selalu diucapkan Ria setiap kali melihat tingkah pola sosok itu yang membuatnya bahagia. Tidak jarang teman-teman dekatnya selalu mengejeknya karena tidak berani untuk mendekati sosok yang dia kagumi itu. Sudah banyak kali teman-teman dekatnya memperingatkannya untuk menyudahi perasaan sepihak itu, karena menunggu tanpa kepastian akan membuatnya sakit. Bukan Ria namanya jika dia langsung menyetujui peringatan teman-temannya. Dia masih kekeuh dengan pendiriannya untuk tetap mengagumi tanpa dikagumi dan menunggu sesuatu yang tidak tahu kepastiaannya. Kita tidak pernah tahu sebenarnya apa yang diinginkan oleh Ria dan apa yang menjadi harapannya bersama sosok itu.

“Menyebalkan” gumam Ria ketika ada perempuan yang berani mendekati sosok pujaannya. Tidak jarang teman satu bangkunya akan menjadi samsak paling empuk untuk menyalurkan rasa gemasnya. Dia memang memiiki rasa cemburu yang besar, namun dia tidak menunjukkannya secara langsung. Satu hal yang perlu kalian ketahui mengenai Ria adalah dia sosok yang tangguh sekaligus lembut. Dan dia adalah sosok teman yang setia serta perempuan dengan suara yang menenangkan saat bernyanyi.

“Aku akan baik-baik saja” satu jawaban yang selalu dia ucapkan ketika ditanya bagaimana jika suatu hari nanti sosok yang dia kagumi memiliki hubungan dengan orang lain. Kalimat memang mudah diucapkan, namun sorot mata tidak dapat didustakan. Dia memang akan baik-baik saja, tetapi hatinya pasti akan terluka walau hanya sekecil titik. Terlebih lagi seorang perempuan yang memiliki perasaan lembut walau dia bersikap tegar dan baik-baik saja. Ria akan tersenyum walau itu menyakitkan dan dia akan menyimpan tangisnya dalam diam kesendirian.

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Semoga kekecawaan tidak menghampiri Ria dan dia mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini. Mengagumi tanpa dikagumi itu menyakitkan dan menanti tanpa dinanti adalah sebuah perbuatan yang sia-sia.

Jangan pernah menggantung sebuah perasaan karena suatu hari nanti kamu akan merasakan bagaimana perasaanmu digantungkan. Karma itu berlaku selama bumi masih berputar dan matahari masih bersinar. Apa yang kamu dapatkan hari ini dan esok adalah buah dari pebuatan yang telah kamu lakukan dimasa lalu.

FIN

Cerpen Karangan: Sufi Endah
Facebook: facebook.com/sufi.endah

Cerpen Tak Apa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa SMA Ku

Oleh:
Nama gue Vino. Lengkapnya Vino G. Bastian. Hehehe. Kagak, gue cuma bercanda. Nama lengkap gue sesungguhnya adalah… Jeng jeng jeng… Vinokio. Bukan, bukan. Lengkapnya Vino Pradipta Pinnata. Nama gue

Bidadari Berkacamata

Oleh:
Siang itu cuaca begitu cerah dan indah dengan sinar mentari yang tidak terlalu panas juga ditambah semilir angin yang membuat suasana saat itu menjadi terasa damai. Entah magnet apa

Problema Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Jangankan menyapanya, melihatnya saja rasanya aku sudah enggan. Entah kenapa perasaan yang dulunya berbunga-bunga ini, tiba-tiba berubah menjadi batu yang sulit untuk dipecahkan. “hei, yang lagi ngelamun. Hayo, ngelamunin

Mr Sooneth A.K.A Smith (Part 2)

Oleh:
Benar ternyata malamnya aku diajak nona biduan untuk menyanyikan lagu kesukaannya dia lagi, yaitu dangdut. Aku rasanya ingin pergi saja dari tempat ini, tapi mana mungkin. Dia masih punya

Pejuang Dari Belakang

Oleh:
Malam sedang terang disinari cahaya bulan purnama. Disertai sinaran bintang yang ingin menunjukkan keindahannya. Namun, di balik keindahan itu tersembunyi keangkuhan. Persis seperti sebagian manusia. Di sebuah rumah yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *