Tak Seindah Harapan (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Setelah hari itu, kupikir kami akan dekat, tapi ternyata aku salah kami tetap seperti biasanya. Hanya saling menyapa dan tersenyum kalau hanya ada kami berdua. Tapi, ada yang beda karena kami selalu saja berdebat, apapun itu selalu saja aku dan Kak Bayu perdebatkan sejak perdebatan pertama kami di hari Kak Bayu bergabung dengan kami peserta LCC 4 Pilar. Apapun itu, kami selalu saja berdebat. Dan yang memulainya pasti akulah orangnya. Bahkan setiap kali kami beradu mulut Kak Bayu sangat kesal kepadaku karena aku tidak pernah mau menyerah padahal Kak Bayu awalnya bukan bertanya ataupun mulai beradu mulut denganku tapi dengan orang lain, akunya saja yang nyerocos masuk ke dalam perbincangan mereka.

Yah, begitulah aku. Suka membuat orang kesal dan marah. Kan sebelumnya aku sudah bilang, sekalipun aku sayang banget sama seseorang sifat cuek dan jutek aku itu tidak akan membuat aku nggak cuek dan jutek malahan merekalah yang aku lebih cuekin dan jutekin. Tapi, seandainya orang yang aku sayang ini tahu bahwa cara aku nunjukin sayang aku ke dia itu beda banget dari orang lain. Caranya ya itu selalu ngeganggu dia, karena bagiku itu cara aku untuk ngehilangin kegugupanku saat berada di dekat dia. Tapi, dianya aja yang nggak paham dan salah mengerti dan tidak pernah mau mengerti.

Hari ini aku sungguh tidak menyangka, aku dipilih oleh sekolah untuk mengikuti kegiatan LKS SMK se-Indonesia tingkat Nasional di Tangerang, Banten selama satu minggu mewakili jurusan Marketing. Ketika aku balik ke sekolah untuk latihan LCC 4 Pilar teman-temanku memberi ucapan selamat karena aku akan ke Jakarta dua kali. Iyah, dua kali yang pertama untuk LKS ini dan yang kedua nanti untuk LCC 4 Pilar bulan Agustus mendatang. Mereka semua minta oleh-oleh dan aku hanya bisa mengatakan InsyaAllah. Dari mereka semua walaupun suaranya begitu lirih tapi aku dapat mendengar kalau Kak Bayu berkata oleh-olehku untuknya harus special. Dalam hatiku berkata InsyaAllah tapi pasti aku ada hadiah untuk Kakak yang special lah pokoknya. Sekaligus hadiah ultah, karena dari yang aku tahu di medsosnya Kak Bayu dia bakalan berulang tahun bulan depan di awal-awal bulan tepatnya tanggal 5 Juli nanti.

Beberapa hari menjelang keberangkatanku ke Banten, aku menghadapi Ulangan Semester Genap Kenaikan Kelas. Di hari pertama ulangan ketika jam istirahat aku bertemu dengan Lusi temanku dan dia mengatakan sesuatu yang aku bahkan tidak pernah membayangkannya sama sekali. Dia mengatakan alasan kenapa dia selalu tersenyum saat melihatku apalagi saat dia melihatku dengan Kak Bayu.

Aku baru saja kembali dari keran musholla setelah mencuci tanganku yang kotor. Aku melihat Kak Bayu sedang duduk-duduk sambil berbicara dengan teman-temannya. Awalnya aku ingin lewat begitu saja, tapi aku ingin mengganggunya sedikit maka ketika aku tepat berada di belakang Kak Bayu yang membelakangiku aku langsung mengelus rambutnya dan langsung pergi. Dia yang terkaget langsung berbalik dan berkata “Berani yaa?” katanya sambil tertawa. “Beranilah!” Jawabku sambil tertawa. Kami pun saling menatap dan tertawa. Setelah itu, Aku pun langsung menuju ke kelas.

Aku merasa sedikit aneh dan heran karena salah satu temanku berkata kepadaku “Cieee, Cieee, Aisyah”, “Haaa, kenapa kamu Ciee cieee gitu?” Kataku kepadanya. “Yelah, jangan bohong deh, kamu pacaran kan sama Ketos? tanyanya. “Hahaha… Apa? Pacaran? Nggak kok, kata siapa?” Jawabku. “Jujur saja lah, tadi aku lihat dia manggil kamu terus kamu balik ke arahnya kemudian kalian ketawa-ketawa gitu?” Jelasnya panjang lebar. “Emang nggak boleh ya kalau dia manggil aku terus aku berbalik ke arahnya terus aku sama dia ketawa gitu, nggak boleh ya?” Jawabku lagi. “Hmm… Bukan nggak boleh tapi saling tatap-menatap kalian tadi itu ada yang beda jadi aku kira kalian pacaran?” Katanya lagi. “Nggak, aku nggak pacaran sama dia, Sumpah! Lagipula kamu lupa ya? Aku sama Kak Bayu kan satu tim di LCC 4 Pilar jadi nggak mungkin aku pacaran sama dia” Jawabku panjang lebar. “Ohh, ya udah, maaf yah? aku kira kalian pacaran?” katanya dengan nada sedikit menyesal. “Nggak apa-apa kok, santai aja!” jawabku lagi.

Setelah temanku pergi aku merasa sedikit menyesal karena sudah mengatakan kepadanya Mana mungkin aku pacaran sama Kak Bayu. Tapi, nggak apa-apalah lagipula mungkin saja perkataanku tadi ada benarnya mana mungkin aku pacaran sama Kak Bayu. Semoga saja benar, karena aku nggak mau berharap. Karena aku begitu takut kalau ternyata harapanku Tak Seindah yang kubayangkan, Kataku dalam hati menenangkan diriku yang sepertinya sedikit menyesal. Mungkin…

Ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan Kak Bayu sebelum berangkat, bukannya kenang-kenangan indah yang dia kasih tapi malah sebaliknya. Baru saja kemarin aku merasa senang dengan apa yang dikatakan Lusi kepadaku, hari ini aku merasa sangat kecewa. Ketika aku ingin mencari Kak Bayu karena ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan kepadanya salah satu temanku mengatakan sesuatu kepadaku yang dia dengar dari teman sekelas Kak Bayu. “Syah, kenapa kamu cari-cari Kak Bayu?” Katanya. “Ohh, itu ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke dia” Jawabku. “Sebenarnya aku nggak mau mengatakan ini tapi aku rasa kamu harus tahu!” katanya lagi. “Apa? Bilang aja nggak apa-apa kok!” Jawabku kepadanya. “Tapi, janji yah, kamu jangan marah?” Katanya. “Iyah, bilang aja, nggak apa-apa. Aku janji aku nggak bakalan marah kok” kataku menimpali. “Gini Syah, sebenarnya ini udah lama banget. Tapi aku baru inget jadi baru sekarang aku nyampein ke kamu” katanya. “Iyah, nggak apa-apa, memangnya tentang apa sih?” Jawabku. “Ni tentang Kamu sama Kak Bayu. Aku kan berteman sama teman sekelasnya Kak Bayu ni, terus waktu kita lagi ngobrol-ngobrol gini, aku mancing dia dengan pertanyaan kalau dia tahu nggak pacarnya Kak Bayu, terus dianya bilang nggak tahu. Terus dia maksa aku untuk kasih tahu jadi aku bilang orang itu adalah kamu dan dia bilang ohh yang jurusan marketing itu? Aku bilang iyah, aku bilang kalau Kak Bayu suka sama kamu. Terus berapa hari kemudian waktu aku sama dia lagi duduk sambil ngobrol lagi dia bilang ke aku kalau katanya bukan Kak Bayu yang suka sama kamu, tapi sebaliknya kamu yang suka sama Kak Bayu jadilah perdebatan di antara kami membela teman kelas kami masing-masing” Katanya menjelaskan panjang lebar. Deggg… Hatiku rasanya seperti tertusuk duri yang tajam karena kata-kata yang terakhir dia ucapkan. Apaaa? Aku suka sama Kak Bayu? Nggak salah tu? Dia keles yang mulai duluan, dia yang ngerayu duluan, dia yang ngegombal duluan, dan apa katanya aku yang suka dia. Sumpah? Aku kecewa banget sama dia. Kak, aku kecewa banget sama kamu, Kataku di dalam hati.

Aku begitu terpukul dan kecewa sampai-sampai aku tidak menyadari kalau temanku terus saja memanggil namaku dari tadi. Aku bahkan tidak mendengarkannya karena terus melamun sejak kata terakhir dia ucapkan. “Syah, Aisyah?” dia terus memanggilku yang terus melamun sejak tadi. “Haaah… Ya kenapa?” Jawabku sedikit terkaget. “Kamu nggak apa-apa kan?” tanyanya. “Hm… Nggak, aku nggak apa-apa kok” Jawabku. “Yakin?” Tanyanya lagi. Aku menganggguk mengiyakan. Tapi “Tidak, aku tidak baik-baik saja. Aku sakit, aku kecewa banget, aku nggak nyangka kalau dia berkata begitu” Kataku dalam hati.

Dia pun berlalu meninggalkanku dan aku pun mengurungkan niatku untuk mencari Kak Bayu. Aku masih berdiri di tempat aku mengobrol dengan temanku tadi. Kalau saja tubuhku tidak kuat menahan diriku yang terkaget aku rasa aku akan langsung jatuh terduduk dengan lemas karena belum bisa menerima apa yang dikatakannya.

BERSAMBUNG

Cerpen Karangan: Rusna Abdullatif
Facebook: Rusna
Seseorang yang ingin menjadi Penulis Novel terkenal. Yang ingin NOvelnya difilmkan

Cerpen Tak Seindah Harapan (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Stranger (Part 2)

Oleh:
“Hai.” begitulah sms pertamaku kepadanya. “Hai juga, ini siapa?” balasnya. “Ini Alen, anak kelas 7-D temennya si Dodo.” balasku. “oh, dapet nomor dari siapa?” tanyanya. “dari si Pipit.”jawabku singkat.

Friday Night With Rangga

Oleh:
Hari ini tanggal 02 maret 2016, hari ulang tahunku yang ke 19. Banyak ucapan-ucapan selamat beserta doa yang kuterima dari sahabat, teman-teman, dan orang-orang peduli denganku baik secara langsung,

Hujan Cinta

Oleh:
Hari Minggu adalah hari saatnya aku latihan dance bersama timku untuk tampil di salah satu acara festival besar Jejepangan. Musim hujan melanda kota kami. Hampir setiap sore, hujan turun

Not Now, Gas

Oleh:
Pagi ini, seperti hari-hari sebelumnya, seorang gadis mungil dengan hijab yang menutupi kepalanya, duduk dengan tenang di mejanya. Beberapa anak seumurannya mulai datang memasuki kelas 12-3 yang sudah cukup

Sahabatku Bunga Sakuraku

Oleh:
Pagi itu mungkin pagi yang terindah bagiku, bunga sakura jatuh bertebaran di blok rumahku. 4 tahun sudah, aku tinggal di Jepang. Lantas, kenapa aku tidak tinggal di Indonesia? begini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tak Seindah Harapan (Part 3)”

  1. NabilaEka says:

    Lanjutt dongg seru nih.. wkwk kukepoo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *