Takdir Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 30 June 2020

Rintik hujan di luar menambah rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Namaku Rindi pengagum berat seorang pria yang ada di sekolahku yang telah menjadi sahabat lamaku. Setiap kali aku terus memikirkannya, membayangkan senyum manisnya tatapan matanya yang teduh membuatku serasa tenggelam dengan ketampanannya sekalipun aku menatapnya. Sampai kini di tengah hujan yang mengguyur seluruh lingkungan ini aku terus memikirkannya. Kadang aku sedikit berharap, “bolehkah aku menjadi pendamping hidupnya?”

Aku melihatnya sosok yang aku dambakan telah ada di hadapanku.
“Hy Rin, pagi gini udah ngelamun, gue mau nanya nih” tanyanya membuyarkanku
“Ehh, gak kok gue gak ngelamun cuman lagi memandang seseorang” jawabku terkekeh
“Ciee ciee siapa nih?” tanyanya penasaran dengan raut muka ingin tahunya
“yang lagi ngobrol sama gue” aku coba menggodanya, memang aku ini orang yang blak blakan, namun untuk masalah yang ini aku berusaha memendam dalam diam tak akan pernah kubiarkan seseorang tahu apa yang kurasakan.
“E-ehh gue keluar dulu ya mau ketemu sama Yoga” jawabnya dengan meninggalkan rona merah di pipinya setelah itu pergi meninggalkanku

Jam pelajaran pertama pun dimulai, Rangga belum juga datang kemana dia. Baru saja aku memikirkannya lelaki dengan senyum manisnya itu datang. Ya, Rangga.

Aku berjalan menyusuri koridor untuk menikmati indahhnya senja ini..
Ku duduk di bangku taman sekolahku menikmati senja yang menurutku cocok untuk menenangkan pikiran. Aku mulai memejamkan mata untuk mengingat kejadian beberapa bulan lalu yang mengawali kisah cinta diam diamku.

“Hei lo anak baru ya?” tanya seorang anak lelaki yang duduk di sebelahku, senyumnya manis, tatapannya meneduhkan setiap orang yang sedang memandangnya, wajahnya putih bersih menampilkan ketampanan dirinya.
“Sorry kok lo ngeliatin gue sampe segitunya sih?” tanyanya terkekeh
“O-ooo iya maaf maaf, kamu siapa?”jawabku gelagapan
“Kenalin nama gue Rangga” jawabnya dengan mengulurkan tangannya dan menyunggingkan senyumnya yang mampu membiusku beberapa detik lamanya
“Ouhh iya nama gue Rindi” jawabku sambil membalas uluran tangannya.

Semenjak saat itu perasaanku kepadanya berbeda dengan yang lain, aku sempat bingung pertanda apakah ini? Apa ini cinta pada pandangan pertamaku? jika benar aku mohon tuhan dapat memyatukan kami berdua.

Namun, takdir berkata lain aku tak mampu mengatakan perasaanku kepadanya dan merasa nyaman dengan pilihanku untuk menikmati cinta dalam diam. Hingga saatnya dia dimiliki oleh wanita yang jauh lebih dari apa yang aku miliki, membuatku sangat sedih. Tapi, aku segera menangkis pikiran iti siapa aku? Siapa aku, sehingga berpikiran seperti itu?.

Andai kau tahu betapa besar aku mencintaimu. Betapa besar keinginanku untuk menatap matamu yang teduh itu, melihat senyum yang manis itu. Aku berusaha memendam rasa ini, walaupun membuatku menyesal karena dengan ide gilaku itu aku kehilangan dirimu yang dulu.

Aku memandang langit senja, kenangan pilu itu tak bisa aku hapus secepat itu. Kini ada dia di sampingku.
“Hmm andai waktu diputar kembali” ucapnya
“Ya? Emang kenapa?” tanyaku keheranan
“Aku ingin lebih lama bersama Resha kekasihku yang belum lama ini meninggalkan aku, semua yang ada disini.” jawabnya dengan raut muka sedih.
“Ya kau hanya harus bersabar dan berdoa untuknya yang sudah jauh di alam sana” saranku kepadanya
“Aku yakin kau akan menemukan wanita lain yang lebih mencintai dirimu, menyangimu dari dulu dan hanya mampu menyimpannya tak berani untuk mengungkapkannya” ucapku lagi, ia hanya diam memandangi langit biru.
Aku ingin dia sadar dengan perasaanku sampai saat ini

Cerpen Karangan: Nayla Alkanza
Blog / Facebook: Nayla Alkanza

Cerpen Takdir Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Pelajaran

Oleh:
“Eric. Cowok jangkung, cakep, pinter, keren lagi. Masa kamu nggak tertarik De?” tanya Della padaku saat kami mengerjakan tugas matematika di rumahku. “Nggak, ah. Aku mau fokus sama pelajaran

Satu Bulan Dalam kenangan

Oleh:
Masih sangat pagi. Dinginnya juga seperti tak aku kenali. Seolah kota ini membawaku pada ruang berdinding balok-balok es, mungkin karena aku yang tak terbiasa. Hari ini adalah hari pertamaku

I like You, She like You, You like…

Oleh:
“Nay, cepet dong!” keluh Shina, sahabatku. “Iya Shina cerewet!!” ucapku sambil menekankan nada bicaraku. “Yuk Shin!” ajakku. Kami segera naik Taksi yang sudah di pesan Shina. Rencananya, hari ini

Berat Sahabat

Oleh:
Suara alarm di handphonenya tak mampu kalahkan udara dingin pagi ini. Seharusnya remaja yang baru duduk di bangku 2 SMA ini sudah harus bangun 10 menit yang lalu, tapi

Ji Chang Wook dan Penggemar Kelas Berat

Oleh:
“Yeoboseyo. Halo.” “Lisa lagi sibuk, ya?” “Biasa, lagi nyeterika tiap minggu pagi.” “Jam sepuluh ke rumahku, ya. Aku punya film Korea baru.” “Film apa? Apa judulnya?” Tut… tut… tut….

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *