That Smile Again (Senyuman Itu Lagi)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 24 March 2019

Senyuman itu lagi… Namanya adalah Putri, dia adalah orang yang senyumnya membuatku bangkit dari keterpurukan dan bersemangat. Saat dia datang kepadaku dengan senyuman khasnya itu yang selalu mewarnai hariku, bulanku dan tahunku. Aku tak bisa berhenti memikirkan semenjak saat aku dekat dengannya, aku pun merasa nyaman dengannya dan perasaan cinta kepadanya pun lama-lama muncul. Aku pun tak perduli dengan apa yang orang bicarakan tentang kita berdua karena yang aku tahu bahwa “Aku sayang dan cinta Putri selamanya”.

Aku dan dia selalu bersama hingga saat itu pun tiba dimana bulan itu adalah bulan bulan menuju Ujian Nasional yang menentukan berhasil tidak kah kita lulus dengan hasil belajar kita selama tiga tahun di Sekolah. Dan suatu hari di Sekolah kami membuat peraturan kalau anak kelas XII tidak boleh berpacaran karena akan mengganggu fikiran mereka yang akan terbagi antara belajar dan pacaran. Dan saat itulah mungkin berat baginya untuk terus bersamaku atau tidak.

Dan akhirnya pun disaat itu kami pun memutuskan untuk menyudahi hubungan kami yang dilandaskan karena kami ingin fokus pada Ujian Akhir Sekolah, Ujian Praktek, dan Ujian Nasional yang begitu padat jadwalnya. Aku pun berusaha sekeras mungkin belajar untuk menghadapi Ujian Nasional dan kelak setelah ujian itu selesai aku bisa kembali menyatukan rasa cintaku ini dengannya.

Tapi apa boleh buat ternyata setelah dia menyudahi hubungan kami. Ternyata ada salah satu temanku yang mendekatinya, dan akhirnya pun mereka sempat pergi jalan berdua dan mereka pun jadian. Aku pun merasakan kepedihan yang teramat pedih karena seseorang yang aku sayang sejak beberapa tahun belakangan ini sudah menjadi pacar temanku sendiri. Memang aku tidak pernah bisa menerimanya, tapi aku berusaha ikhlas dan tetap menyimpan rasa sayangku terhadapnya.
Waktu itu setelah dia menjadi kekasih temanku dia sempat beberapa kali menghubungiku melalui SMS tapi tidak pernah ada yang aku balas, bukan karena aku tidak mau lagi berhubungan dengannya, tapi aku takut merusak hubungannya dan membuat ia sedih.

Setelah lulus dari masa SMA aku memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu setelah itu kuliah, Sedangkan dia (seseorang yang kukagumi) memutuskan untuk kuliah di salah satu Universitas Swasta yang ada di Jakarta dan dia pun sudah putus dengan temanku. Kami pun sudah tidak pernah berhubungan lagi melalui via sms, telepon maupun media sosial kurang lebih 3-5 bulan. Dan aku pun masih memikirkannya dan berharap bertemu atau sekedar berpapasan di jalan hanya untuk melihatnya.

Dan akhirnya setaelah satu tahun kemudian dia menghubungiku melalui BBM (Black Berry Messenger). Aku pun merasa senang karna kembali berhubungan dengannya. Setelah beberapa hari aku BBM -an dengannya, ia selalu membahas janji sewaktu kita pacaran dulu, seolah olah ia rindu denganku karena sudah lama kita tidak pernah bertemu.

Dan setelah beberapa hari kita kembali berhubungan melalui BBM akhirnya kami bertemu di rumah teman satu kelas dengan ku di masa SMA yaitu Ani, saat itu Ani sedang berduka karena adiknya meninggal dan aku bersama teman-teman sekelas hadir dalam pemakaman adiknya. Dan disitu aku bertemu dengan Putri, Putri yang makin manis, cantik, dan sedikit gemukan tapi aku tidak memasalahkan ke gemukannya itu.

Dan Putri pun duduk di sebelahku, aku pun gugup untuk menyapanya tapi setelah teman-temanku mengejekku kenapa tidak menyapanya akhirnya aku pun memberanikan diri untuk menyapanya. Dia terlihat seperti biasanya ceria dan penuh senyum walaupun kalau kami bertemu ada senda gurau karena saling meledek satu sama lain.

Tetap saja aku tidak pernah berani menatap wajahnya lama-lama walaupun kami sering bersenda gurau. Setelah kami menghadiri pemakaman adiknya Ani, aku dan teman-teman kelasku memutuskan untuk berkumpul bersama untuk sekedar minum kopi di kedai coffee di dekat rumah. Di kedai itu aku tidak luput memandanginya walaupun kalau dia memandangku aku memalingkan wajahku darinya.

Tapi aku merasa senang karena aku bisa melihat senyum itu lagi, senyum indah yang membuatku selalu teringat kepadanya yang menjadi salah satu penyemangat dalam hidupku walaupun dia belum bisa kumiliki lagi. Tapi senyuman itu lagi yang membuatku tidak patah semangat dan akan membuktikan kepadanya aku akan kembali dan akan membahagiakannya karena aku selalu berharap dia akan menjadi teman hidupku selamanya hingga maut memisahkan kita.

Aku percaya kalau jodoh itu di tangan Tuhan, jadi aku tidak ambil pusing kalau saat ini Putri tidak menjadi pacarku saat ini. Tapi yang pasti aku selalu mendoakan yang terbaik untuk Putri. Walupun kita tidak bias bersama dalam waktu yang dekat, tapi siapa tahu saja Allah punya rencana lain kedepannya. Entah itu aku dan Putri bias berjodoh atau kita berdua dapat yang terbaik yang dipilihkan Tuhan.

Cerpen Karangan: Muhammad Wisnu Santari Wardana
Blog / Facebook: wisnu wardana

Cerpen That Smile Again (Senyuman Itu Lagi) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Tentang Kita

Oleh:
Waktu terasa semakin berlalu Tinggalkan cerita tentang kita… Terbayang olehku akan masa laluku dengan dirinya ketika lagu itu terdengar di telingaku. Ya lagu itu yaitu lagu pengantar akan ingatan

Kisah Cintaku

Oleh:
Setiap hari aku selalu memandangimu dari balik pintu kelasku, itu sudah aku lakukan sejak 2 tahun terakhir saat aku mengetahuimu. Aku selalu bertanya pada teman-temanmu tentang kehidupanmu, hal yang

Cinta Yang Terpendam

Oleh:
Dulu aku pernah berteman dengan pacar temanku.. Kami sempat menjadi sahabat, tapi lama kelamaan aku merasakan ada yang beda gitu, ketika aku lagi nongkrong dengan temanku, sahabatku ini yang

Menunggu Batas Waktu

Oleh:
Aku adalah gadis yang tenggelam bersama waktu, berkenalan dengan rindu, bergandengan dengan asa, bersahabat dengan sepi dan bercumbu dengan rasa sayang dalam angan. Akulah gadis yang selalu bercerita kepada

I Love Him

Oleh:
Wajahku langsung memanas ketika namaku dipanggil ke depan. bagaimana tidak? Aku dipanggil ke depan untuk membaca puisi cinta yang kutulis beberapa menit yang lalu. Memang Aku yang menulis suratnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *