The Secreet Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 6 February 2016

Sebuah pertemuan yang tak terduga. Pertemuan yang tak pernah diharapkan, tapi entah kenapa itu adalah pertemuan yang tak mampu untuk dilupakan. Ada banyak hal yang membuatku tak mampu untuk melupakan tiap ringkasan dari pertemuan itu. Sebuah pertemuan yang diibaratkan sebagai tepisan ombak yang hanya sekedar menghampiri pasir di tepian pantai, tapi tak pernah singgah, hingga detik ini.

Nadia tiara, itulah namaku, aku adalah seorang mahasiswi tingkat pertama jurusan seni drama, tari dan musik di salah satu Universitas yang berada di kota Pekanbaru. Ya keinginan yang sangat kuat untuk menuntut ilmu hingga ke sebuah kota yang dikenal dengan nama kota pendidikan yaitu Yogyakarta, tapi apalah daya keadaan kantong kedua orangtualah yang membuat aku hanya mampu sampai di sebuah kota pekanbaru ini.

Tepatnya senin, 11 Agusutus 2015, sebuah momen yang paling dinantikan dan tak pernah terlupakan hingga detik ini, yaitu test kemampuan dasar tentang seni. Momen itu adalah momen yang membuat hati ini bergetar hingga saat ini. Ya pada saat itu tepatnya, aku menunjukkan kemampuanku dalam bidang musik yaitu bermain gitar, walaupun pada saat itu kemampuanku tak sehebat dari mahasiswa-mahasiswi lainnya, akan tetapi aku tetap berusaha, walaupun aku tak tahu ragaku entah di mana.

Tepat urutan pertama, sebuah nama yang berinisial A dipanggil oleh para panitia. Seorang pria tampan yang berpakaian rapi dengan kemeja kotak-kotaknya, seorang pria yang membuat mata ini tak pernah berpaling dari kedipannya, senyuman indah yang dipaparkannya kepada para peserta dengan kemampuan handal dari petikan-petikan senar gitarnya. Ketika aku tak pernah lepas memandangi wajahnya dari tepisan mata, ia pun kembali menatapku dengan tatapan sayu di matanya. Sungguh ciptaan Tuhan yang maha sempurna.

Dua minggu berlalu sudah, kini aku sah dan resmi menggandeng status sebagai seorang mahasisiwi. Hari-hari berjalan biasa ketika aku menjalani status sebagai seorang mahasiswi, tapi entah kenapa aku teringat momen yang pernah ku jalani dua minggu lalu, ketika aku melihat seorang pria tersenyum ramah kepadaku, ya benar, seseorang pria yang sampai detik ini pun aku tak tahu apa dan siapa namanya.

Dari kejauhan pendengaran, aku mendengar kasat suara yang pernah ada dalam lingkaran telinga, yang tiba-tiba terdengar. Alangkah terkejut dan herannya ketika aku melihat seorang pria yang pernah aku lihat dengan baju kotak-kotak yang melekat di tubuhnya. Herannya aku ketika dia memanggil namaku dengan jelas tanpa ada kesalahan sedikit pun. Aku menjawab dan menyapa dengan senyuman ramah di bibirku. Selang menit berlalu akhirnya aku pun tahu siapa nama dari pria itu, Adi Akhbar itulah namanya. Nama yang berarti akan kebesaran Tuhan yang diberikan kepadanya.

Seiring waktu yang berjalan dekat mengarah kepadaku, kami berdua pun semakin dekat, bercanda dan tertawa di tengah keramaian yang ada, tapi entah kenapa di tengah canda dan tawa itu aku selalu merasakan sebuah firasat dimana aku tak ingin kehilangannya. Perasaan yang tiba dari kepingan hati mulai muncul dan bersemi, tapi akankah perasaan itu dapat terwujud dan terbalaskan. Entahlah hingga detik ini pun aku tak tahu apa yang ia rasakan terhadapku. Cukup aku, dia dan Tuhan yang tahu.

Cerpen Karangan: Nadya
Facebook: nadyatiara37[-at-]yahoo.com
Nama saya Nadya Tiara Dewi. Saya seorang mahasiswi di Universitas Islam Riau, Fakultas pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik.

Cerpen The Secreet Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Membenci Takdir

Oleh:
“Nis! Udahan sedihnya! sudah seminggu lo gak teratur makan. Ikhaskan semunya Nis!” “Lo gak tahu Rio bagaimana rasanya kehilangan seseorang. Sakit banget.” Bubur lempah buatan Mbok Lasmi masih diabaikan

Cinta Diam Diam

Oleh:
Hp yang dari tadi aku gunakan kini kuletakkan untuk meregangkan jari kesepuluh ku, mataku pun beranjak lelah. Saat aku mulai mengatupkan mataku, aku mendengar beberapa orang yang sedang berbincang

Her (Last) Encounter

Oleh:
Udara pagi cukup dingin di kota itu, walaupun matahari cukup hangat menyinari. Headset merah yang dikenakan Adena tidak menganggu pendengarannya terhadap bunyi klakson mobil dan langkah kaki. Lagu-lagu yang

Surat Tersimpan

Oleh:
“Entah karena terbiasa atau aku memang menyukainya, padahal dulu perasaan istimewa ini tak ada untuk dirinya” gumam dalam hati Aryan yang melamun di gerbang kampus. “Kamu melamun..?” Aryan hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *