1 Detik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 October 2017

18 agustus 2016, perlombaan memperingati hari kemerdekaan diadakan di sekolahku. Saat itu, aku hanya melihat sebuah pemandangan yang berisikan peserta lomba. Aku tertawa melihat mereka yang dengan lucunya mengambil koin dari buah semangka yang berlumuran coklat itu. Tatkala, niat bahagiaku berubah. Kini, aku tersenyum melihatmu. Ya, aku menyukaimu dalam 1 detik. Kau tahu apa yang hatiku pertanyakan? Hatiku bertanya, siapa namamu? Dan kelas berapakah kamu?

Berminggu-minggu aku mencarimu di sekolah, tapi tak kunjung kutemukan. Dan pada akhirnya kita berselisih di depan kantor. Satu hal yang harus kulakukan saat itu. Ya, melihat nama di bajumu. Muhammad Adnan, itu namamu. Dan juga dalam 1 detik aku merasa bahagia sekali bisa mengetahui namamu. Ternyata kamu kelas 10. Dan pantas saja aku susah untuk menemukanmu. Kelas kita jauh. Awalnya aku merasa minder untuk kenal denganmu. Karena aku kelas 12. Tapi aku pantang menyerah. Kuberanikan diri untuk mengirimimu DM di instagram.

Kita berkenalan, dan aku pun tak menyangka, bagaimana bisa kau mengatakan “senang bisa kenalan sama kakak”. Kata itu memotivasiku Adnan. Tapi, pertanyaanmu yang kutunggu-tunggu tak kunjung datang. Kapan kau akan meminta pin bbm ku? Ternyata tak kunjung kau tanyakan. Aku bisa apa? Karena aku sangat menyukaimu, terpaksa aku yang harus bersikap seokah-olah aku adalah wanita yang tak punya malu.

Semenjak saat itu, kita kontakan di bbm. Tapi kau tak pernah mengirimiku chat duluan. Selalu saja aku yang harus memulai. Tapi kau apa? Kau membalasnya dengan cuek. Aku malu.

Kini di sekolah, seringkali diadakan acara untuk memperingati hal-hal yang lain. Aku sering melihatmu. Walaupun mataku memandang dari jarak yang cukup jauh. Tapi aku sangat bahagia. Mungkin kau tak pernah memandangku. Mungkin hanya aku saja yang mempunyai perasaan yang berlebihan ini. Kemarin, kita sempat berpapasan di jalanan yang becek itu. Kita sangat dekat sekali. Tapi mataku selalu tak sanggup melihatmu sedekat itu.

Adnan, sekarang ku tahu, bahwa Allah sengaja tak memerintahkan hatimu untuk berpaling padaku. Karena pacaran bukanlah hal yang baik. Dan jalanku masih panjang. Mungkin Allah akan memerintahkan hatimu untuk datang padaku kelak. Aku mencintaimu karena Allah Adnan. Seperti yang sudah kulihat sebelumnya. Kamu sangat rajin beribadah. Setiap hari aku melihatmu di musholla. Dan juga aku melihatmu menjadi yang pertama berada di aula untuk melaksanakan wirid yasin. Dan aku juga pernah menanyakan mu. “Tumben cowok bangun pagi?” Dan kau menjawab “kalau Adnan sih shalat” mulai saat itu, kamu menjadi orang pertama yang membuatku jatuh cinta kepadamu karena Allah.

Adnan, aku menyukaimu, aku mencintaimu. I love you because Allah. Kini, aku mulai untuk tidak menghubungimu lagi, aku akan bersabar, dan aku percaya untuk kedepannya pasti Allah merencanakan hal terindah untukku dan juga kamu. Semoga kita bertemu lagi dalam keadaan yang terduga. Assalamualaikum Adnan.

Cerpen Karangan: Vika Berliana
Facebook: Vika Berliana
Saya vika berliana. Kelas 12. Saya berasal dari Riau. Ini cerpen pertama saya.

Cerpen 1 Detik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Education is Very Important

Oleh:
Pagi itu, angin berdesir melambaikan dedaunan. Mentari tampak memancarkan cahayanya ke bumi. Seorang gadis remaja mengayuh sepedanya menyusuri jalan. Digendongnya tas berwarna biru. Ia menuju tempat di mana ia

Cinta Dalam Doa

Oleh:
Semua berawal dari ketidaksengajaan itu, yang tanpa sengaja anti menjatuhkan hatinya kepada seseorang yang baru ia kenal. Anti tidak pernah berfikir untuk mempunyai rasa kepadanya namun allah berkehendak lain.

PHP dan PHO

Oleh:
Aku berusaha untuk ceria hari ini, walaupun sebenarnya hatiku masih sakit setelah kejadian hari itu. “Ah sudahlah” pikirku berulang kali. Entah kenapa aku bisa sebodoh itu mempercayai seorang yang

Gadis Di Malam Pesta

Oleh:
Di tengah meriahnya pesta ku lihat seorang gadis dengan mengenakan gaun berwarna biru keunguan melangkah meninggalkan pesta, berjalan di bawah langit malam sambil memainkan tasnya, menendang apa pun yang

Thank you, Chalia

Oleh:
“Sekali lagi kamu melakukannya, kamu akan kena hukuman! Paham?!” Aih! Berisik banget nih guru. Daripada lama, gue cuma mengangguk dan tertawa kecil aja. “Hey! Kenapa kamu tertawa? Ada yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *