Al Qur’an Perantara Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 6 November 2017

Matahari yang semula tersenyum di langit kini telah menghilang digantikan sang rembulan. Adzan magrib pun berkumandang di seluruh masjid-masjid.

“Aisyah…, Aisyah cepat ke mushola nanti telat mengaji!” teriak umminya, sehingga membuyarkan lamunan Aisyah.
“Iya ummi, Sebentar” jawab Aisyah yang segera berangkat menuju mushola dengan sepeda kesayangannya.
“Alhamdulillah sampai juga”. ucap aisyah.
“Aisyah.., tunggu aku” teriak indah memanggil aisyah. Aisyah pun menghentikan langkahnya masuk ke mushola.
“Eh indah, ayo cepet sekalain wudhu bareng” ajak Aisyah.
Setelah menaruh mukena, mereka bersiap untuk wudhu.

“Aduh…!!”. ucap Aisyah yang terjatuh karena bertabrakan dengan seseorang.
“Afwwan ukhti saya nggak lihat”
“Iya akhi saya juga minta maaf, saya juga nggak lihat” ucap Aisyah meminta maaf seraya berdiri dan meninggalkan laki-laki itu.
‘Subhanallah cantiknya ciptaan-Mu ini ya Allah’ ucap soleh (laki-laki yang bertabrakan dengan Aisyah tadi)

“Cie.. cie.. yang baru ketemu orang ganteng” ucap indah yang membuat pipi Aisyah menjadi merah.
“Ih apaan sih, tadi kan nggak sengaja. lagi pula kan yang ganteng nggak cuma dia doang. udahlah cepet wudhu”. jelas Aisyah dengan agak ngambek.
“Iya, iya jangan ngambek”. rayu indah.
“Iya nggak ngambek kok”.
Setelah selesai berwudhu iqamah pun dikumandangkan mereka segera memakai mukena dan sholat dengan khusyuk mengikuti imam.

Setelah salat mereka pun bersiap mengaji di uztad mereka. Tak disangka ternyata Aisyah bertemu dengan laki-laki yang bertabrakan dengannya tadi. ternyata dia adalah anak baru di sini.
Tak beberapa lama kemudian uztad yang mengajar mereka memulai pelajaran dengan bacaan Al-fatihah.
Setelah itu sang uztad memperkenalkan cowok tampan itu.

“Assalamualaikum wr wb. Perhatian semuanya, perkenalkan ini adalah santri saya pada saat di paondok Al-Aziz. sekarang dia akan belajar mengaji bersama kita di sini”. jelas uztad.
“Soleh perkenalkan diri kamu”. perintah uztad.
“Assalamualaikum, nama saya Muhammad Soleh Ibrahim, saya dari pondokan Al-Aziz dan sekarang saya akan belajar di sini. semoga kalaian tidak keberatan ada saya di sini. Wassalamu alaikum wr wb”.
Aisyah yang sedari tadi memperhatikannya hanya bisa diam dan tersenyum simpul kepadanya.

Pada saat mengaji soleh dan Aisyah mendapat giliran yang sama dan lebih hebatnya lagi surat yang dibaca sama. sehingga membuat hati mereka bergetar.
Setelah selesai mengaji Aisyah ingin segera pulang tetapi ada yang menghentikannya. teman-teman Fatimah yang mengejeknya dengan Sholeh.

“Cie.. Aisyah sama Sholeh baru ketemu udah pas kayak jodoh aja”. ejek riki teman laki-laki Aisyah.
“Iya nih kayak jodoh yang dipertemukan Al-Qur’an”. tambah indah.
“Ihhhh, apaan sih kaliàn ini mungkin cuma kebetulan” bantah Aisyah.
“Lagi pula kalian nggak ada kerjaan? senengnya kok ngejek orang terus”. ngambek Aisyah.
“Maaf” ucap riki dan indah yang saling bersamaan.
“Iya deh aku maafin”. ucap Aisyah sambil pergi meninggalkan mereka. mereka pun pergi pulang ke rumah masing-masing.

Udara malam yang segar dengan bintang-bintang yang bertaburan dan bulan yang bercahaya di langit malam. Aisyah hanya bisa termenung dan berbaring mengingat kejadian di mushola tadi. tidur.

“Astagfirullah” ucap Aisyah yang bangun karena kaget.
“Alaram rupanya”. ucap Aisyah saat tahu itu adalah alarm dari handphonenya. iya Aisyah memang sengaja masang alarm jam 03:00 pagi karena ia ingin sholat tahajjud.
Aisyah pun segera berwudu dan sholat tahajjud. Aisyah mencurahkan segala isi hatinya kepada Allah karena kejadian di mushola yang membuat hatinya gundah. “ya Allah ya rabbi yang maha pemilik hati ini, aku berserah kepadamu atas isi hatiku ini. jika dia jodohku yang tertulis di lauhul mahfudz maka satukanlah kami. jika tidak maka hilangaknlah rasa ini dan jangan biarkan ada yang tersakiti. Amin”. kurang lebih itulah doanya kepada sang pencipta.

“Aisyah udah bangun belum nak” panggil ummi Aisyah.
“Udah ummi, ummi boleh masuk”. ucap Aisyah mempersilahkan umminya masuk.
“Emmm… Aisyah ummi langsung aja ya. ummi mau ngasih tau kamu kalau nanti pagi ada yang mau ke sini, dia mau mengkhitbah kamu”.
“Hah..? mau khitbah aku?, kok ummi nggak ngasih tau dulu ke aku, aku kan yang mau dikhitbah bukan ummi!. seharusnya ummi kasih tau dulu”. marah Aisyah.
“Maaf nak, tapi ummi dan abi yakin kalau dia yang terbaik untukmu. abi pun berencana menerimanya”. jelas ummi.
“Tapi ummi ini nggak adil”.
“Ummi yakin dia yang terbaik untukmu”.
Ummi pun pergi dan meninggalkan aisyah yang menangis di kamar.

Adzan subuh pun berkumandang Aisyah segera sholat dan berdoa “Ya Allah kenapa harus begini? Ini pertama kalinya aku mencintai dan kenapa harus berakhir dengan tangisan. Ya Allah jika jodoh yang dipilihkan orangtuaku yang terbaik maka hilangkanlah rasaku untuk soleh. tapi jika soleh memang jodihku persatukànlah kami dengan caramu ya Allah. amin.

Pagi pun tiba Aisyah sudah selesai bersiap-siap tinggal menunggu panggilan dari umminya.
Aisyah terus berdoa di hatinya akan harapannya kepada soleh, hingga doanya itu dibuyarkan umminya yang memanggilnya.
“Aisyàh, ayo turun keluarga yang akan mengkhitbahmu sudah datang” jelas ummi.
“Iya ummi”. jawab Aisyah singkat.

Aisyah turun dan menyusuri anak tangga. Betapa terkejutnya dia saat dia tau kalau yang akan mengkhitbahnya adalah soleh.
‘Subhanallah maha suci Allah yang menciptakan segalanya kau mempertemukanku dengan perantara Al-Quranmu. kau mempersatukanku dengan caramu. Allahu alam. Al-Qur’an perantara cintamu’.

Cerpen Karangan: Susanti
Facebook: Santy Fillah Az-zahrah
Nama: Susanti
Ttl: Grobigan, 3 januari 2004
Anak ke: 3 dari 3bersaudara.
Sekolah: SMP NEGRI 1 TAWANGHARJO.
Kelas: 8C.

Cerpen Al Qur’an Perantara Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mendung

Oleh:
“bawa keluargamu untuk menemui bapakku secepatnya sebelum aku dilamar orang lain” pinta gadis dengan payung ungu itu. “haahh… secepat itu kah?” “kalau gak mau ya udah” Gadis itu ingin

Suara Merdu Yang Menggelitik Hati

Oleh:
“sebenarnya aku juga suka seseorang di sini.” Serasa ada yang memukul dadaku saat itu. Tersentak dengan ucapannya. Sekuat tenaga ku mencoba tetap tersenyum, sambil menyembunyikan wajahku darinya. “ciee… biar

Khitbah Cinta (Part 1)

Oleh:
Hari di saat aku merindukannya lagi adalah sekarang. Ya, hari ini. Aku menyukainya karena kebodohanku, aku menyayanginya karena kekhawatiranku, dan kini aku mencintainya karena kepayahanku untuk melupakannya. Aku patah

2 Payung 2 Hati 1 Cinta

Oleh:
Rintik hujan kian menderas sore itu. Hatiku tergerak untuk keluar menemui seseorang. Payung aku ambil, bergegas menembus rintik hujan yang kian ramai berkoloni membuat genangan-genangan baru di pinggir jalan.

Iney

Oleh:
Hidup iney sudah terlalu menggantungkan cintanya kepada Maru. Iney tidak bisa melupakan Maru yang selalu memberikannya kemanjaan dan harapan-harapan yang ditebarkan oleh maru. Seakan dihancurkan oleh kepergian Maru ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *