Berharap Telah Ditetapkan Untukku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 3 March 2018

Aku tersenyum menatap sepasang burung perkutut yang sangat mesra bertengger di atas ranting pohon jambu, ditemani hembusan semilir angin yang turut membawa embun di pagi hari yang sangat sejuk itu. Segelas teh hangat juga ikut serta menemaniku menunggu mentari keluar dari peraduannya.

Aku masih duduk saat matahari mulai memunculkan cahayanya yang akan memberikan kehidupan untuk penghuni bumi. Bibir ini mulai merekahkan senyum saat wajah Tiara mengambil alih pikiranku. Hidup ini terasa jauh lebih indah sejak kehadirannya, ya dialah yang sering membuatku tersenyum sendiri.

Oh iya, namaku Fauzi al hafiz biasa dipanggil ozi, dan dia bernama Dina Mutiara, dan dia adalah teman sekelasku.

Kisah ini berawal sejak 2 tahun yang lalu, sejak ia tersenyum untukku. Sebelumnya aku belum pernah jatuh cinta, tetapi sejak senyuman itulah aku mulai merasakan kemunculan perasaan yang membuat aku gak bisa melupakannya, aku yakin ini cuma perasaan biasa, namun berhari hari kulalui tetap saja aku tak bisa menghilangakan wajahnya di otakku.
Kata temanku ini namanya cinta, tapi apa iya aku jatuh cinta?.

Setelah sekian lama aku mulai yakin aku suka padanya, dan aku memilih untuk memendam perasaan ini. Cinta dalam diam lebih tepatnya, aku gak mau mengungakapkan perasaan ini kepadanya. Karena jika memang jodoh pasti dipersatukan.

Aku hanya bisa tersenyum kecil saat wajah manis tiara mengitari ruang fikirku. Aku terkadang agak gugup jika berbicara dengannya, apalagi saat bicara serius seperti saat diskusi kelompok. Lisanku terasa sangat sulit untuk mengucapkan kata-kata yang ingin aku sampaikan pada Tiara.

Aku sering memperhatikan Tiara saat Ia tersenyum, karena senyumannya sangat indah di mataku. dan sekali lagi senyuman itulah yang membuat Aku tersenyum sendiri.

Setiap hari kulalui dengan perasaan yang kupendam dan berusaha agar tidak ada yang mengetahuinya kecuali aku dan Allah. Tak pernah terfikirkan sekalipun untuk menceritakan soal perasaanku ini kepada siapapun. Bahkan kepada sahabat karibku yang sudah kuanggap abang sendiri.

Aku hanya bisa mengaguminya diam diam. Berusaha selalu bersikap biasa dan berusaha menutupi perasaan ini dari mata setiap orang.
Aku tidak boleh berlebihan habis habisan mengejar cinta. Sesuatu itu, jika memang takdir kita, justru akan kembali, kembali dan kembali. Lebih baik fokus belajar, sekolah, melakukan yang terbaik, justru cinta lah yang akan mengejar kita besok lusa. Yakinlah!.

Ternyata keyakinanku itu terbukti. 1 tahun kemudian, aku merasakan Tiara mulai memperhatikanku, dan mulai peduli padaku. Hingga Kami menjadi semacam teman dekat. Aku sangat berharap dia akan membalas cinta ini, dan tepat pada malam tanggal 20 februari dia menyatakan perasaannya kepadaku, aku terdiam sejenak membaca pesan singakat yang berisi ungakapan perasaannya, “orang yang kusuka itu sekelasku, yaitu kau”. Penantianku selama ini akhirnya terbalas, senyum di bibir ini tak kendur sedikitpun. Lalu kubalas pesannya “sebenarnya aku juga suka samamu”.

Sejak pengungakapan perasaan itulah aku dan tiara menjadi semakin dekat, tapi kami telah sepakat untuk tidak pacaran. Karena kami tau pacaran itu tidak ada gunanya karena hanya merusak moral, selain itu kami juga masih mempunyai agama yang diturunkan oleh Allah Swt, dan semua orang tau pacaran diharamkan dalam islam. Kami berusaha merahasiakan hubungan ini dari seiap orang, tapi tidak disangaka dalam waktu singkat telah banyak orang yang mengetahui tentang kami. Sampai akhirnya Banyak orang yang menanyakan “kalian ini normal gak sih”, aku gak ngerti dengan maksud pertanyaan itu. Mereka heran mengapa kami tidak pacaran walaupun sudah saling menyukai. Dan di dalam hatiku aku bertanya balik “kalian islam gak sih?, Padahal pacaran kan haram hukumnya”. Tapi aku memendam pertanyaan itu demi menjaga suasana agar tidak memanas.

Aku tidak pernah bosan memikirkan senyuman tiara yang menurutku sangatlah manis. Bahkan terkadang aku sampai bicara-bicara sendiri ketika memikirkannya.
Tak pernah sekalipun terfikirkan olehku untuk menggandeng tangannya, apalagi sampai melakukan hal-hal yang lebih dari itu.

Hubungan ini merubah banyak hal, salah satunya adalah sifat. Aku yang dulunya sangat cuek dan dingin terhadap perempuan lambat laun berubah menjadi orang yang periang. Dan tiara yang dulunya pemarah, dan keras kepala lama kelamaan berubah menjadi tiara yang pemaaf dan lemah lembut.

Kami lalui setiap hari dengan belajar dan sesekali smsan membahas hal hal yang gak penting namun terasa sangat seru.
Sampai akhirnya waktu yang terus berjalan membuat semuanya terasa begitu cepat. Tak terasa kami harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Aku telah memutuskan untuk masuk ke Madrasah Aliyah Negeri di kota kecil yang tak jauh dari rumahku, dan tiara masih dalam dilema memilih antara masuk sekolah yang sama denganku atau masuk Madrasah Aliyah di tempat yang lain.
Jika kami harus terpisahkan oleh jarak, tak apa. Itu tidak menjadi masalah bagiku, yang terpenting adalah yakin Allah telah menentukan yang terbaik untukku dan Tiara.

“Hanya orang orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu. Meski sakit hati, menangis, marah marah, sebal, dan pada akhirnya bisa tulus melepaskan, dia sudah berhasil menaklukkan diri sendiri.”

“Saat seseorang menyukai kita, kemudian kita dilupakan, ditinggalkan. Memilih menyibukkan diri, belajar, sekolah, bekerja, meniti karir. Maka jika memang jodoh, dia akan kembali dengan cara menakjubkan. Hadiah terbaik bagi orang yang sabar.”

“Lepaskanlah. Maka esok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.”

“Selalu ada alasan terbaik kenapa sesuatu itu terjadi, meski itu menyakitkan, membuat sesak dan menangis.
Kita boleh jadi tidak paham kenapa itu harus terjadi, kita juga mungakin tidak terima, tapi Tuhan selalu punya skenario terbaiknya. Jadi, jalanilah dengan tulus. Besok lusa, semoga kita bisa melihatnya kembali, dan tersenyum lapang.”

Tiara, aku akan selalu mengingatmu walaupun kita tak berjumpa dalam waktu yang lama, itu adalah ujian kesabaran bagi kita.
Aku hanya bisa menyebut namamu dalam setiap doa-doaku di atas sajadah, aku hanya bisa mengadu kepada sang Rahman tentang kerinduan ini. boleh jadi doa-doaku menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Jangan takut, akan kujaga Cinta ini untukmu Tiara. Aku memiliki harapan Allah akan mempersatukan aku dan Tiara dalam ikatan yang suci. Akan kujadikan kau pelabuhan mimpi di alam bawah sadarku.

Hanya do’a yang bisa kulantunkan. Keikhlasan yang selalu kugenggam. Kekuatan yang jadi tumpuan. Dan kenangan yang menjadi senyuman. Hingga akhirnya aku hanya bisa berharap, berharap dan terus berharap.
Berharap Kau Telah ditetapkan Untukku.

Cerpen Karangan: Romadhon Mubarok Isdaputra
Facebook: Romadhon Isdaputra

Cerpen Berharap Telah Ditetapkan Untukku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hijrah Sebuah Cinta

Oleh:
Dengan ini, aku menyatakan bahwasanya, aku, Cindai Pramesti atau Syindia As-Syifa menghijrahkan cintaku kepada cintaNya yang lebih nyata kekekalannya. (Jember, 17 Juni 2006). Aku pikir awalnya jarak dan waktu

Cinta Dibalik Kerudung Biru

Oleh:
Ketika subuh tiba aku membuka mata yang telah beristirahat cukup lama ini untuk melaksanakan perintah allah yang maha esa setelah aku membaca doa, setelah tidur aku menuju ke tempat

Break, Sampai Engkau Halal Untukku

Oleh:
Cinta memang tak harus memberi, tapi adanya perasaan cinta itu menimbulkan efek-efek lain, salah satunya, perasaan ingin memberi. Tapi, maaf aku tak mampu memberi yang mahal atau yang berharga.

Nantikan Ku Di Batas Waktu

Oleh:
Aku terhanyut bersama sunyinya malam, Aku merayu meminta pada sayang pemilik cinta. Aku mengadu. Meminta, meronta, merebahkan diri dan semoga sang pemilik cinta, berkenan untuk mendengar di sepertiga malam.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *