Breaking down

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 21 December 2015

Dear.. Sekarang aku merasakan apa itu karma. Ya. Semua yang ku lakukan dahulu telah terjadi kepada diriku sendiri. Sedikit mengulang cerita, alias flashback. Aku telah menyakiti seorang laki-laki yang benar-benar tulus menyayangiku saat itu. Aku meninggalkannya demi sesosok laki-laki yang aku sukai saat itu. Tapi aku memiliki alasan untuk menyudahi segalanya. Alasan yang pertama adalah karena kami berbeda keyakinan. Dia beragama tetangga denganku. Aku tidak ingin jatuh dalam kesalahan yang sudah aku ketahui sejak awal. Alasan kedua adalah, karena aku memang sudah berpindah hati. Aku menaruh hati pada sesosok kakak kelas alias seniorku di sekolah. Jangan paksa aku menyebutkan namanya.

Tapi ternyata, sesosok yang dulu adalah pahlawanku, sosok yang dulu sangat peduli terhadapku, sosok yang dulu sangat memperhatikan setiap sudut pandangku. Kini telah berpindah hati pula. Dia telah memilih emm, ralat, mungkin dia telah bahagia dengan gadis yang ada di sampingnya. Gadis yang baru saja diajaknya untuk pulang bersama. Tapi, tak apa. Untuk apa aku mempertahankan sesosok yang hanya manis di awal? Aku berani bertaruh bahwa dia akan terus memperlakukan wanita yang ingin dia miliki begitu. Mendekatinya di saat awal, lalu melepaskannya, membuangnya saat dia menemukan yang baru.

Haha! Munafik! Aku ingin bertanya pada Tuhan, mengapa Tuhan menciptakan sesosok manusia yang sebegitu tidak pantas disebut manusia! Dia yang menabur cerita indah, jujur saja aku tidak akan pernah melupakan segalanya yang pernah terjadi antara aku dan dia, termasuk luka yang telah dia tabur sebegitu dalamnya! Sikap manis, terbuka, humor, bahkan sikap manjanya dulu yang dia tunjukan saat denganku kini telah beralih kepada wanita lain. Sebaliknya, saat ini sikapnya dingin, cuek, seperti manusia yang tak punya hati! Aku rasa dia memang benar-benar tak punya hati.

Aku ingin berterima kasih kepadanya. Karena dia, aku banyak belajar. Aku belajar bagaimana menjadi seorang yang kuat. Seorang yang tangguh. Darinya, aku belajar cara bersabar yang sesungguhnya, darinya aku belajar cara menahan amarah, darinya aku belajar cara menghargai sesama, darinya aku belajar kuat, darinya aku belajar apa makna bahagia yang sesungguhnya, darinya aku belajar agar tak menyakiti hati orang sekitar, darinya aku belajar agar tak jatuh dua kali dalam lubang yang sama. Yang paling terpenting adalah, darinya aku bisa mempunyai banyak teman yang menyayangiku sesungguhnya. Karena di saat aku jatuh karenanya, aku tak pernah merasa sendiri.

Ada Tuhan, Allah SWT. di pihakku. Keluarga, Ibu. Dan teman-teman yang terus mendukungku, memberikan saran terbaik, dan selalu mendoakan yang terbaik untukku. Aku juga ingin meminta maaf kepadanya, atas segalanya yang telah aku lakukan kepadanya. Aku sudah meminta maaf melalui pesan singkat, dan, dia memafkan. Aku lega. Sekarang aku tak lagi harus terus menerus bersedih karena dia. Aku sadar masih banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari dirinya.

Ya Allah.. Berikanlah aku jodoh yang terbaik. Jodoh yang baik dalam agama, mampu menjadi imam yang baik, bijaksana untukku. Jodoh yang mampu membimbing aku untuk menjadi wanita saleha, meraih surga bersamanya, dan kedua orangtuaku. Jodoh yang dapat menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang tegas tetapi lembut, pemimpin yang bijaksana, pemimpin yang tidak menyakitiku, pemimpin yang menjagaku, pemimpin yang mampu melindungi, mencintai, menyayangiku, menerima segala kekuranganku, dan yang paling penting adalah pemimpin yang mampu menaruh hatinya hanya untukku saja. Setia, itu lebih utama.

Kemudian, jodoh yang baik dalam dipandang. Aku sangat mendambakan sesosok yang aku cintai adalah seorang pangeran bagiku. Mempunyai aura yang sempurna dalam segalanya, tetapi dapat terpancar hanya melalui wajah dan tatapan matanya, bahkan suara merdunya saat adzan dan mengaji. Lalu, jodoh yang baik dalam keturunan keluarganya. Keturunannya yang berada, dan dipandang baik di mata masyarakat. Setelah itu, jodoh yang mempunyai rezeki yang bagus. Jodoh yang bertanggung jawab, paham atas kewajiban dan haknya. Jodoh yang mampu mencukupi kebutuhan kehidupanku. Jodoh yang bekerja keras dalam mencari nafkah. Tak ada salahnya kan berharap? Apalagi kita berharap kepada Allah SWT.

Ya Allah.. Aku tak ingin membalas segala sesuatu yang telah menyakitiku. Hanya saja, aku berharap engkau akan memberikan pelajaran kepada dia yang telah menyakitiku, membuang keberadaanku. Agar dia paham dan mengerti, serta dia tau dimana letak kesalahannya. Agar dia bisa belajar, dan tak mengulangi kesalahan yang sama pada suatu hari nanti. Kabulkanlah doa ku Ya Allah. Aku serahkan semuanya hanya kepadamu. Aku tahu jalanmu adalah jalan yang terbaik. Maafkan aku yang selalu melalaikan segala kewajibanku. Aku berjanji akan lebih memperbaiki diri. Karena aku tahu, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula. Jadikanlah aku wanita yang baik ya Allah.. Agar aku mendapatkan laki-laki yang baik pula, di kemudian hari. Amiin Yarobbal alamin.

Cerpen Karangan: Dinny R.
Facebook: Dinny Rahmasari
Nothing, it’s just my story.

Cerpen Breaking down merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love Only You

Oleh:
Cinta Pertama ~ Pada awalanya seperti seorang teman, lalu seperti kekasih yang berharga. Sejak aku menaruh hati mu di dalam pikiran ku, Hati ku bertebaran, percaya bahwa.. Itu akan

Episode Yang Terpenggal

Oleh:
Untuk melupakan seseorang yang dulunya pernah hadir dalam hidup kita bukanlah hal yang mudah, butuh tekad yang kuat, perjuangan yang keras, bersabar dan tidak putus untuk terus berdo’a kepada

Hati Yang Luka

Oleh:
Namaku Annisa. Sekarang aku duduk di kelas XI SMA. Aku terlahir dari keluarga yang agamis. Tak heran jika aku juga memakai pakaian tertutup serta hijab di keseharianku selain di

Ketika Cinta Datang Menyapa

Oleh:
Osaka 23 maret 2010 Hembusan angin musim semi menerpa wajahnya, seakan menyapa dan bertanya apa arti tatapan rindu yang begitu terlihat di kedua matanya Farhan berjalan menyusuri taman kota

Istikharah Cinta Uwais

Oleh:
Kota Semarang yang asri dengan sejuta kenangan dan keindahannya. Hamparan suasana perkotaan yang berada di pesisir lautan berombak, semilir angin subuh bertiup membawa hawa sejuk kedalam jiwa. Sebagian masjid

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *