Cahayaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 4 June 2018

Seperti langit yang tak selalu cerah seperti itu juga hidupku. Bukan hidupku saja, tapi juga hidup semua insan yang ada di dunia. Adakalanya mendung menyelimuti hati dan adakalanya air hujan turun sebagai pelepas beban yang tak mampu lagi untuk ditahan. Ini cerita aku dan dia. Dia adalah cahayaku. Cahaya yang bersinar terang sehabis hujan yang baru reda. Cahaya yang memberiku senyuman dikala hatiku menjerit karena terluka oleh semua problematika hidupku. Iya, dia adalah cahayaku. Aku mengakui bahwa aku sangat bersyukur telah menemukannya. Ingin kugenggam erat-erat supaya ia tak akan pernah lepas. Namun, cahaya tak akan selalu ada. Malam yang kejam telah membuatnya sirna. Aku tak ingin menyalahkan malam yang selalu memberi kegelapan. Tapi, aku menyalahkan diriku sendiri yang terlalu berharap akan cahaya itu selalu menerangi.

Tanggal 24 merupakan tanggal yang membuatku selalu menunggu-nunggu. Menunggu dan terus menunggu hanya untuk mengirim sebuah pesan kepadanya. Mengapa harus tanggal 24? Ya, karena pada tanggal itu aku dan dia mulai memasang status PACARAN. Sekarang? Tidak lagi.

Bukan keinginan aku dan dia untuk saling menjauh. Namun, sudah saatnya aku maupun dia menanggalkan kata PACARAN dalam hubungan kami. Kami harus berjuang sendiri-sendiri untuk mewujudkan harapan kami yang terindah.

Memang tak mudah untuk meninggalkan atau melupakan semua yang pernah ada. Apalagi bagiku bahagianya adalah bahagiaku. Aku tak tahu kenapa, aku selalu bingung seperti orang kebingungan setiap ia mengatakan padaku bahwa pacaran itu haram, padahal aku menyadari dari awal kalau pacaran itu haram. Ini salahku, salahku dan salahku. Salahku mencintainya padahal dia belum pantas untuk aku cintai sebelum dia menghalalkanku.

Menangis, hanya itu yang kubisa karena dengan menangislah aku bisa lega. Tapi, aku sama sekali tak ingin dia menangis. Ia harus kuat dan tak boleh cengeng. Ia harus berhasil mewujudkan harapannya dan menunjukkan padaku nanti ia mampu menjadi yang terbaik.

Aku mungkin tak sekuat wanita lain yang mampu menahan sakit hati atau rasa kecewa itu. Aku lemah dan merasa harapanku telah terpatahkan. Tak mampu lagi menahan perih, aku pun mengambil sebuah kitab yang setiap Magrib selalu kubaca. Ku mulai menggerakkan bibirku ketika melihat rangkaian huruf hijayyah itu. Kuikuti lantunan suaraku dan akhirnya membuatku tenang.

Untuk cahayaku, aku akan menjaga hati dan cintaku.

Cerpen Karangan: Mei Defrita Ratna Sari
Facebook: Dhea Meidefrita Ratna Sari
Hai guys… Semoga kalian suka cerpennya
Dhea senang banget kalau kalian semua mau baca…
Terima kasih

Cerpen Cahayaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Khitbah Cinta (Part 1)

Oleh:
Hari di saat aku merindukannya lagi adalah sekarang. Ya, hari ini. Aku menyukainya karena kebodohanku, aku menyayanginya karena kekhawatiranku, dan kini aku mencintainya karena kepayahanku untuk melupakannya. Aku patah

Bukan Kim Tapi Kian

Oleh:
Waktu itu, setiap pagi pesan SMS mu tak pernah luput dari Hp-ku. Dan tanganku tak pernah luput dari menggenggam Hp. Setiap pesan SMS masuk dengan ligat jariku menekan-nekan tombol

Tasbih Cinta Ahnaf

Oleh:
Allah.. Aku telah melalaikan ridho yang menjadi ridho-Mu. Telah mengabaikannya untuk aku meniti setiap ruang kehidupan di jalan-Mu. Aku telah membuka hati ini begitu luas untuk sebuah perasaan duniawi

Kisah Sang Putri Hawa

Oleh:
Hilang, sinar rembulan kembali ke tempat peraduannya lalu datang sang mentari menghangati pagi itu. Kicauan burung dan hijaunya dedaunan menyempurnakan indahnya pagi itu, sungguh sempurna ciptaan Allah. Di sebuah

When Love is Spoken

Oleh:
Cinta adalah naluri alami yang tumbuh dari setiap diri mahkluk. Cinta adalah perasaan murni dan suci dari hati. Getaran cinta terkadang menjelma menjadi senyum simpul yang sedap di pandang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *