Calon Imam Untuk Lila

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 3 June 2017

Sudah hampir lima tahun lila tinggal di kota ini. Kota seribu cerita karena keramaian dan keunikan tempat. Tidak hanya itu tetangga dan lingkungannya pun. Sudah hampir 4 semester pula lila berkecimpung, duduk di duduk di bangku kuliah. Fakultas ilmu pengetahuan alam. Dia sengaja memilih jurusan itu sejak SMA karena itu adalah salah satu pelajaran yang sangat disenanginya. Dan diperdalam di bangku kuliah agar lebih mantap dan ahli. Kedua orangtua lila sangat mendukung dengan apa yang dia pilih.

Di Kota Depok inilah dia tinggal bersama kakak perempuannya. Tidak hanya kuliah saja, dia juga mengajar di salah satu TK yang tidak jauh dari tempat tinggal kakaknya. Kakak perempuan lila tidak pernah ragu dengan adiknya itu. Karena kakaknya telah lama mengenal karakter dan kepribadiannya lila sehari-hari. Dia seorang yang cantik, ulet, rajin, pintar dan cekatan. Maka tak heran dia dipercaya untuk melanjutkan program studynya di salah satu universitas ternama di Depok.

Hari senin. Hari dimana semua orang mengawali aktifitasnya. Entah itu bekerja, kuliah, sekolah dan lain-lain. Begitu dengan lila. Bersiap untuk menimba ilmu di bangku kuliah. Sembari menyiapkan tas dan buku-buku di meja belajar, lila melirik ke samping atas dinding kamarnya berwarna biru muda dan di sana terdapat lingkaran kecil yang selalu berdentang setiap hari. Jam dinding. Waktu menunjukan pukul 07.00. Dia bergegas menghampiri penghuni rumah yang tengah siap untuk sarapan pagi bersama-sama.

“hay mba lila?”. Sapa aldy. Keponakan pertama lila dari kakaknya menyambut kedatangan lila di meja makan. “hayy aldy ganteng…! bagaimana tidur malamnya?”. Tanya lila penasaran. “dingin sekali mba.. sampai-sampai tangan aldy memeluk umi yang tidur di samping aldy semalam”. Jawab aldy seperti ingin bercerita. “iya lila, semalam dingin sekali padahal kemarin sore kan panasnya minta ampun!”. Tambah mba lusi sembari memberikan piring kepada lila. Ya itulah mba, akhir-akhir ini cuaca di indonesia tidak menentu. Kadang-kadang hujan, kadang-kadang panas”. Jawab lila menjelaskan.
Kali ini Depok panasss. Tak seperti biasanya sejuk disertai hembusan angin yang menembus kulit menusuk tulang. pagi ini cukup panas sampai-sampai peluh bercucuran bak diguyur air. Padahal beberapa menit yang lalu sebelum berangkat kuliah lila mandi terlebih dahulu.

Pergantian dan perubahan tidak hanya terjadi pada cuaca saja, waktu pun akan terus berganti menurut perhitungan. Hari ini ada pada bulan agustus. Tak terasa, idul fitri berlalu setelah 1 bulan. Dan awal agustus ini basah. Begitulah aku menjuluki awal bulan ini. Hari pertama bulan ini hujan terus-menerus tanpa henti. Aku terjebak di kampus. Aku tak bisa pulang karena aku sama sekali tidak membawa payung. “terpaksa, harus nunggu reda dulu”. Desah lila kesal. Lila datang ke rumah satu jam lebih lamabat dari biasanya. Hujan yang mennguyur kota Depok membuatnya menggigil kedinginan.

Pada suatu malam yang sunyi lagi sepi, dingin ditemani semilir angin yang menusuk tulang. jalanan depok basah karena diguyur hujan sore tadi. Pejalan kaki hilir mudik di pinggiran kota sembari melipat kedua tangan di dada mencari kehangatan. Kendaraan lalu lalang basah kuyup korban kehujanan tadi sore. Begitupun dengan lila, hanya bisa melihat kendaraan kota depok dibalik jendela kamarnya. Selimut berwarna biru bergambarkan bunga-bunga di musin semi menemaninya memberikan kehangatan. Hanya saja pikiran dan hatinya seperti tengah memikirkan sesuatu. “laki-laki itu”. Ucapnya pelan sembari melipatkan kedua lengannya menjadi bantalan kecil di atas dipannya.

Pantas saja, dia merasa gugup dan gelisah ketika laki-laki kenalan kakak iparnya datang untuk melamar sekitar satu bulan yang lalu. Tetapi, hebatnya laki-laki itu tidak pernah mau bertemu dengan lila. Lila terus-terusan dilanda penasaran. Tapi dia yakin lelaki yang datang ke rumahnya itu adalah laki-laki pilihan Alloh yang sengaja Alloh kirim untuknya. Lila yakin dia adalah sosok yang cerdas, bijaksana, dan taat kepada-Nya. Dengan rasa percaya diri tapi dibalut kebingungan lila hanya bisa menyerahkannya kepada sang pemilik cinta. Alloh SWT. Toh jodoh sudah Alloh tentukan. Lila tersenyum manis memikirkan lelaki itu. “kalau hal ini bisa mendekatkan diri kepada-Nya, kenapa tidak?”. Ucap lila seraya menarik selimut tebalnya karena malam benar-benar mulai dingin.” Bismika Alloohumma Ahyaa Wa Bismika muut”.

Dini hari, tepatnya pukul 03.00 lila membuka matanya. Ini saat yang tepat untuk lila mencurahkan isi hati atas segala kegalauan hati dan gembira yang menimpa pula. Suara Orkestra makhluk-makhluk Alloh melengkapi dinginnya malam dan menyambut lila dengan suaranya yang merdu. Setelah air wudhu benar-benar telah menyadarkan lila dari tidurnya, dibentangkannya sajadah bergambar kubah emas, kain putih nan harum menemaninya untuk bersujud kepada Alloh. Alhamdulillaah.. lila selalu menyempatkan diri untuk bertahajud. Hampir setiap sepertiga malam dia bangun untuk solat tahajud dan diteruskan untuk membaca al-qur’an.

“tok… tok… tok…” suara pintu menyadarkan lila dari lantunan ayat al-qur’annya. Lila terbangun dan segera membuka pintu.
“ada apa kak?”. Tanya lila penasaran.
“ini de, ada yang ingin kakak sampaikan. Kamu masih ingatkan waktu laki-laki yang datang ke rumah ibu satu bulan yang lalu?”. Tanya kak lusi seraya ingin menjelaskan.
“oh itu.. iya kak aku masih ingat”. Pikir lila panjang.
“nah.. untuk itu kamu minta izin beberapa hari untuk tidak masuk kuliah, kita pulang dulu ke Bandung untuk membicarakan prosesi pernikahan kamu dengan laki-laki itu.” Pinta kak lusi.
“oh begitu ya kak.. in syaa Alloh bisa. Nanti aku usahakan ya” jawab lila sambil tersenyum.
“alhamdulillaahh.. makasih ya de. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Ucap kak lusi penuh harap.
“amin kak, mudah-mudahan.” Jawab lila mendukung.
Percakapan kakak beradik antara lila dan kak lusi menimbulkan haru dan sedih. Sedih karena bahagia.

Rasa penasaran yang melanda sekian lama dan harapan yang yang dinanti-nanti lila telah terjawab. Menyempurnakan agama dengan melaksanakan sunah baginda rosululloh SAW yang tidak semua umat manusia mampu lahir dan bathin. Tapi seorang lila, perempuan yang sholehah dan Alloh memberinya laki-laki yang sholeh pula. In syaa Alloh, sampai waktu itu tiba.

TAMAT

Cerpen Karangan: Latifah Nurul Fauziah
Facebook: Nurul

Cerpen Calon Imam Untuk Lila merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertamaku

Oleh:
Pemandangan sore ini nampak begitu indah dengan sinar matahari yang mulai tenggelam kembali ke peraduannya di balik perbukitan yang berbaris rapi yang mengelilingi desa itu. Ditemani dengan semilir angin

Cintanya Layu Sebelum Berkembang

Oleh:
Rintik itu mulai berjatuhan. Tak lebat memang namun mampu membasahi. Angin semilir membisikan kata pada dedaunan yang mulai jatuh dan berguguran. Kembali ia menghela napasnya, ada gurat kesedihan terlihat

Gara Gara Cinta Ditolak

Oleh:
Hari ini adalah hari yang paling galau dalam hidup gua, betapa tidak, semua tugas sekolah belum gua kerjakan, kerjaan di rumah juga gak gua kerjakan, plus gua ditolak sama

Salam Cinta

Oleh:
Mungkin, bagi mereka yang membaca tulisanku ini ada yang akan tersenyum-senyum sendiri. Karena sudah mengetahui alur cerita ini. Untuk keluargaku, sahabatku, yang selama ini selalu mendengarkan curahan hati dan

Lantunan Al Qur’an Zahra

Oleh:
Mentari pagi telah keluar dari peraduannya, cahayanya yang kuning keemasan menandakan pagi telah tiba. pohon–pohon serta dedaunan masih terselimuti embun. Udara masih segar belum terkontaminasi dengan limbah-limbah pabrik dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *