Cinta Belum Dibalas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 30 August 2019

“Apakah kamu mau denganku yang seperti ini? aku yang terlahir dari sepasang suami istri yang sederhana tidak seperti kamu yang terlahir dari keluarga yang berada.
Aku seorang akhwat yang pernah merasakan cinta karena pada dasarnya Alloh lah yang memberikan rasa cinta. Aku hanya seorang perempuan biasa yang mempunyai keinginan yang luar biasa. Aku ingin menjadi seseorang spesial di hadapan Alloh, aku ingin syurga, aku ingin kebahagiaan dan seabreg keinginan lainnya termasuk ingin menjadi perempuan yang bisa menyempurnakan separuh agama denganmu separuh jiwa bersatu denganmu. Tetapi selalu banyak kendala yang membuatku urung.”

Tangannya berhenti menari-nari dan badannya seketika berubah posisi memandang langit-langit kamar kesayangannya. “Rahman Fauzi” ucap Gia lirih namun terdengar pasti. Matanya terpejam sebentar seraya memainkan bolpoin yang ada di genggamannya, namun beberapa menit kemudian hilang dalam sekejap setelah bolpoin itu berhasil dilemparnya ke pojok kamar. Entah kemana. Yang pasti hilang tak ada jejak.

Percakapannya dengan Rahman, Laki-Laki berbadan kurus dan berkepala plontos itu sukses membuatnya bingung tujuh keliling. Bagaimana tidak? Baru mengenalnya beberapa bulan setelah Gia bergabung di perusahaan besar yang ia tempati saat ini. Dan berani ngajak nikah? Baginya itu terlalu cepat. Gia selalu merasa kalau dia masih kekanak-kanakan, belum mengerti banyak tentang keseriusan itu. Memang umurnya terpaut jauh dengan Rahman. Gia yang masih berumur 19 tahun dan Rahman yang telah genap 26 tahun. Memang cinta tidak memandang usia, apalagi menikah adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tapi dibalik hal itu Gia juga banyak mempertimbangkan. Gia masih belum mampu untuk melaju ke jenjang yang lebih serius lagi. Selebihnya Gia baru bekerja 6 bulan dan niat awalnya saat lulus SMK tahun 2016 lalu bahwa ia ingin membantu keluarganya dulu.

“maaf!! Aku belum siap. Datanglah setelah aku siap dan kamu pun siap” jawabku singkat namun berani.

Cerpen Karangan: Latifah Nurul Fauziah
Facebook: Ipeh Nurul

Nama: Latifah Nurul Fauziah
Email: nifahlatifahfauziah[-at-]gmail.com
TTL: Tasikmalaya, 14 Oktober 1997
Hoby: Menulis

Hay teman-teman, selamat membaca cerpen karyaku. maaf bila cerpen yang aku buat belum sempurna karena masih dalam proses belajar. ditunggu saran dan kritiknya. terimakasih!! 🙂

Cerpen Cinta Belum Dibalas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alif Layla (Part 1)

Oleh:
Setelah pertemuannya dengan Layla di depan mesjid yang ada di sekitar kompleks rumahnya dan mendengar Layla mengaji di sana, Alif menjadi ketagihan ingin bertemu lagi dengannya. Padahal dulu Alif

An Impossible Love

Oleh:
Huaahh… Gadis bernama nauva atau akrab dengan panggilan ova itu menguap lebar-lebar. Good morning world. Ia baru saja bangun dari tidurnya yang mungkin lumayan nyenyak. Ia melihat ranjang tempat

Pangeran Tiga Detik

Oleh:
Seperti biasa sebelum hari h isra miraj dimulai. Extrakulikuler ski mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan isra miraj. Dari situ aku yang mengatur segala kegiatan. Dan hari ini aku mengatur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *