Cinta Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 11 July 2020

Hari ini hari yang cerah hari dimana kumulai aktivitas kuliahku dengan penuh bahagia. Aku berjalan sembari ditemani oleh mentari yang tersenyum lebar dan embun pagi yang begitu menyejukkan. Terlihat seseorang perempuan melambaikan tangan kepadaku, entah itu siapa ia pun menghampiriku dan wajah ini tak asing bagi diriku.

“Sri?” kataku dengan wajah kaget.
Sri adalah sahabat kecilku kami bersahabat mulai dari kecil namun, kami terpisah sejak lulus dari SMA karena ia dan keluarganya pundah ke jakarta.
“Sri”
“Iya aku Sri”
“Subhanallah kamu sekarang tambah cantik aja, sampai-sampai aku sempat nggak ngenali kamu loh”
“Andil kamu itu ya selalu aja lupa sama aku”
“Oh ya kapan kamu datang dari Jakarta terus kamu kesini ada kepentingan apa?’
“Sejak sepekan yang lalu dan aku kesini karena aku kuliah sekarang disini”
“Wah itu kabar bagus kamu ambil jurusan apa disini”
“Jurusan bahasa inggris dan tepatnya lagi aku sekelas dengan kamu”
“Betul, wah aku jadi semakin bersemangat nih untuk kuliah”

Hari-hariku semakin bahagia karena sahabat kecilku telah bersama ku kembali dan anehnya lagi aku selalu saja sekelompok dengannya.
“Oh ya Andil kita kan ada tugas membuat karya ilmiah, bagaimana kalau besok kita kerjakan di tempat biasa kita ngumpul”
“Baiklah, besok ya”

Pagi yang tampak ceria, kicauan burung yang merdu dan entah mengapa aku sangat bersemangat pagi ini. Tiba-tiba terdengar bunyi handphoneku
Tring tring tring
“Assalamualaikum”
“Waalaikumussalam, Andil kamu udah ada dimana?”
“Astagfirullah, maaf aku lupa”
“Ya ampun ini anak cepat kesini”
“Oke assalamualaikum”
“Waalaikumussalam”

Beberapa menit kemudian aku telah sampai di tempat kami biasa berkumpul namun tiba-tiba aku mendengar lantunan ayat suci al-qur’an dengan suara yang sangat merdu, hatiku bertanya-tanya siapakah seseorang itu.

“Assalamualaikum”
“Waalaikumussalam”

Spontan aku kaget, melihat seseorang ikhwan yang sedang ada di depanku, jantungku berdetuk kencang, aku malu kutundukan pandanganku darinya.

“Silahkan duduk Ukhty”
“Maaf sebelumnya Sri mana ya?”
“Sri ke belakang dulu ukhty lagi buat minum”

Sri pun datang dengan Asma membawa minuman yang telah mereka buat.
“Dari mana aja neng”
“Maaf soalnya tadi jalan lagi macet”
“Eh Andil ini kenalin sepupu aku namanya Rahman”
“Aku permisi pamit dulu ya” Rahman pun pergi karena ada urusan yang begitu mendesak.
“Eh Asma ternyata kamu juga ada disini ya”
“Iya, ada seseorang yang mengundangku untuk kesini”
“Oh gitu” mungkin Sri.
Asma adalah teman sekelas kami dia anaknya pintar, cantik dan juga shaleha.
“Bagaimana kalau kita kerja sekarang agar nanti pulangnya enggak kesorean”
“Oke”

Akhirnya kami pun menyelesaikan tugas kami, namun pertemuan pertama dengan Rahman itu membuatku kepikiran, Aku kagum padanya sebab ia pintar, bijaksana, dermawan dan juga sholeh, aku mengetahui semua hal itu dari Sri, sri menceritakan semua tentang Rahman kepadaku walaupun aku tak pernah memintanya.

Kami pun bertemu kedua kalinya saat kami study tour bersama disitu ia selalu membantuku, mencariku saat aku tersesat dan ia selalu saja ada saat aku membutuhkannya.

Semakin hari kami semakin dekat ditambah lagi kami sering berkomunikasi melalui sosial media, sejak Sri memberikan nomor Handphoneku pada Rahman, kami berdua sudah seperti teman yang sangat dekat, terkadang rahman curhat kepadaku. Tapi itu hanya lewat komunikasi kami tak pernah bertemu secara langsung.

Ketika aku berbicara di telpon dengannya ada perasaan bahagia tersendiri, mungkinkah ini yang dinamakan Cinta? Entah aku tak tahu sebab aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
Aku hanya dapat memendam cinta ini dalam diamku ya, inilah yang disebut cinta dalam diam, sekian lama kupendam cinta ini dan aku hanya berdoa kepada Allah dan bersabar, mudah-mudahan aku dan Rahman dapat dipersatukan.

Tiba-tiba terdengar dering bunyi hpku aku langsung mengangkatnya dan ternyata itu dari seseorang yang aku tunggu-tunggu Rahman.

“Assalamualaikum ukhty”
“Waalaikumussalam khy”
“Ukhty aku ingin berbagi kebahagiaan denganmu”
“Kebahagian apakah itu?” jantungku berdebar kencang dalam hati aku berkata “mungkinkah Rahman akan mentaaruf aku sekarang”
Namun ternyata

“Begini Ukhty aku berniat ingin taaruf denganmu” aku sangat bahagia hal yang paling lama kunantikan akhirnya tercapai juga namun tiba-tiba Rahman melanjutkan pembicaraanya.
“Ukhty kata-kata itulah yang telah kukatakan pada seorang wanita seminggu yang lalu dan kami pun menjalani taaruf tersebut dan kami merasa cocok, tepatnya hari rabu nanti aku akan mengkhitbahnya ukhty”

Hatiku terasa sakit, dunia ini terasa hanya aku yang hidup sendiri angan-angan yang telah aku rangkai menjadi terpecah belah tak kuasa aku membendung air mata aku ini hingga tak kurasa menetes di wajahku.

“Siapakah wanita itu?”
“Asma ukhty teman sekelas ukhty”
“Asma, selamat akhy Rahman, aku tutup teleponya dulu ya soalnya ada yang ingin aku kerjakan”

Aku pun menangis, dan berdoa pada pemilik hati agar ditegarkan hatiku ini mungkin ini juga kesalahnku karena terlalu mencintai ciptaannya dari pada pemilik hati yang sesungguhnya.

Cerpen Karangan: Andi Lola Amelia
Blog / Facebook: Andi lola amelia

Cerpen Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salju di Kubutambahan

Oleh:
Tanganmu sedang sibuk merangkai pola berbalut kasih dalam dekapan tanganku. Eratnya peganganmu menyiratkan getir kelemahan meminta perlindungan. Kau menggenggam jari dan menatapku lekat. Aku tak pernah bisa menatap lurus

K I T A

Oleh:
Cinta itu sederhana, sesederhana aku menatapmu dari kejauhan selama tiga tahun terakhir ini. Awalnya kita hanyalah teman yang sangat dekat, bisa dibilang sahabat, tapi sebenarnya dari awal bertemu aku

Fotografi

Oleh:
Sudah beberapa hari ini Tara pulang agak larut dari sekolah. Seperti hari ini saat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, Tara baru saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah.

Rencana Kita Rencana Allah

Oleh:
Cuaca malam itu mendung, sekeliling langit terlihat gelap tanpa ada satupun bintang dan bulan, lalu rintikan air hujanpun mulai terdengar. Tik… tik… tik… begitu jelas terdengar suara cucuran air

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *