Cinta Dalam Istikharah Berujung Jodoh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 15 July 2019

Di sore yang indah, matahari tersenyum dengan memancarkan pesonanya yang menakjubkan. Begitu halnya dengan hatiku, kini diriku akan berangkat ke Sekolah Diniyah Wustho (MDW) di tempat tinggalku. Sekolahnya tidak terlalu jauh membuatku memutuskan untuk berjalan kaki saja ke sekolah.

Akhirnya aku sampai juga di sekolah, ketika tak kusengaja tatapan mataku bertemu dengan dirinya (sosok laki yang kukagumi) aku sontak menundukkan pandanganku karena aku tidak mau berzina mata dengan dia.

Cintaku pada sosok dirinya itu sudah ada sejak satu tahun yang lalu, disaat dia meraih nilai tertinggi mata pelajaran Nahwu Shorof. Hingga saat ini aku masih mencintainya dalam istikharahku, namun aku tak tahu apakah dia menyimpan rasa untukku.

Aku dan dirinya terkadang mengikuti lomba yang sama, membuat diriku bisa berkomunikasi dengan dirinya. Cintaku ini kupanjatkan dalam istikharahku ketika waktu sepertiga malam. Dalam mimpi yang kualami setelah istikharah kulaksanakan, dia muncul dalam mimpiku. Dia datang untuk mengkhitbah diriku. Namun, aku beranggapan bahwa itu hanya kebetulan saja.

3 tahun kemudian…
Ini waktunya menunggu hasil Ujian Madrasah, rasanya begitu sedih ketika ku harus berpisah dengan dirinya. Namun cinta dalam diamku ini selalu ada untuknya. Kemudian bapak Kepala Sekolah MDW menyebutkan santri yang mendapat peringkat lima besar, satu persatu nama santri disebutkan. Tepat nama santri peringkat dua disebutkan “Nur Fatmawati” saat ku mendengar namaku di sebutkan aku langsung sujud syukur ahirnya aku bisa lulus juga.

Kini giliran santri yang meraih peringkat pertama “santri yang meraih peringkat pertama adalah…” semua santri tidak sabar menunggu hasilnya “Santri bernama Al Kharis” jatungku terasa berhenti mendengar nama laki yang diucapkan oleh Kepala Sekolah, karena nama itu adalah nama santri laki-laki yang kukagumi.

Kemudian dia menghampiriku “Assalamualaikum ukhti nur, oh ya ukhti mau melanjutkan kemana setelah ini?” Tanya Kharis padaku. “Mungkin aku mau ke Pondok Pesantren saja” ucapku dengan senyumanku padanya, namun dengan menundukan pandangan. “Berarti sama dong aku juga mau mondok. Oh ya aku mau tanya, apakah kamu mencintaiku?” ucapnya dengan nada penasaran. “Iya aku mencintaimu akhi” ucapku dengan jujur karena aku tak mau berbohong padanya. “Maafkan aku ukhti, selama ini ana juga mencintai ukhti” kata dirinya dengan tersenyum. “Syukron katsiron akhi sudah mencintai ana. Ana hanya bisa mencintai akhi dalam istikharah ana karena ana tak mau kalau akhi mengajak pacaran dengan ana” diriku melangkah pergi meninggalkannya.
Dalam batin Kharis, ia berdo’a jika dia berjodoh dengan Nur pasti ia akan bertemu lagi dengannya.

7 tahun kemudian…
“Nur, kamu sekarang sudah dewasa apa tidak mau menikah?” kata ibu sambil membereskan dapur. “Belum ada orangnya Ummi” kataku dengan biasa saja karena itu adalah pertanyaan yamg selalu Ummi tanyakan padaku “Bagaimana kalau Ummi jodohkan dengan anak putra teman Ummi, Anaknya soleh sekarang dia sudah jadi ustad di pondok pesantren. tempat yang dulu ia mengaji. Gimana mau atau tidak” kata Ummi dengan semangat “Nur terserah Ummi saja”. ucapku.
Di sisi lain begitu pun Kharis juga ditawari untuk menikah dan dia juga menerima perjodohan itu.

Di hari yang indah, dilaksanakannya acara khitbah antara Nur dan Kharis. Mereka tidak mengetahui siapa orang yang akan menikah dengan dirinya, mereka hanya menuruti orangtua mereka masing-masing. Saat Kharis dan keluarganya datang ke rumahku, aku begitu terkejut ternyata orang yang akan mengkhitbahku adalah Kharis. Setelah kami mengesahkan khitbahan ini. Aku dan Kharis berbicang “Subhanallah, Ternyata cinta dalam istikharahmu itu menjadi kenyaan” ucap Kharis tak percaya dengan yang terjadi. “Aku juga. Mungkin kita memang berjodoh” ucapku mengingat mimpi setelah sholat istikharah waktu itu. Hari itu hari dimana dua sejoli melaksanakan awal dari pernikahan dimana mereka akan menyempurnakan separuh dari agamanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Nur Laili
Assalamualaikum. Nama ana Nur Laili. Semoga cerpenya bermanfaat ya.
Wassalamualaikum.

Cerpen Cinta Dalam Istikharah Berujung Jodoh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


About ’26 (Part 1)

Oleh:
Cinta? satu kata berjuta rasa. Kau tahu cinta membutakanku cinta membuatku lupa dengan duniaku sendiri. Dan cinta membuatku berubah menjadi orang lain hanya karena cinta semu seseorang. Tak pelak

Cinta Ini Yang Menuntun Ku

Oleh:
Ini adalah sebuah kisah cinta seorang anak muda yang terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, untuk makan pun terkadang apa adanya. Anak muda itu bernama Mickel. Pada suatu ketika

Kutipan Cinta di Akhir Senja

Oleh:
Heningnya malam semakin hening, saat denting jam dinding seolah mengalun tanpa nada. Hembusan angin meniup sejuk, merayap membangunkan sosok wanita yang terbaring pulas. Mila. “Subhaanallah”, ucap Mila. Kemudian mengambil

Scrift Cinta Terlarang

Oleh:
Jodoh… maut… dan riski seseorang tidak pernah ada yang tahu. Semuanya adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Setiap insan di muka bumi hanya mampu dan mampu berusaha dengan menjalankan skenario

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Dalam keramaian aku merasa sendiri. Dalam kesendirian hanya wajahnya yang terbayang. Tidur menginggatnya dan bangun menyebut namanya. Aku masih mencintainya. Aku masih mengharapkannya kembali. Dihari-hariku hanya tentang dia, dia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *