Cinta Dan Penantian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 4 November 2017

Aku adalah seorang gadis sederhana, namaku Fathimah Az-Zahra. Aku masih sekolah, sekarang aku kelas XI IPA di salah satu Madrasah Aliyah swasta di Subang.

Pagi ini cuaca sangat cerah. Namun seketika hatiku menjadi sedih, pandanganku menjadi kabur ketika kubaca chat darinya. Waktu itu terasa sedang menghimpitku. Menghimpit relung hatiku dengan kesedihan. Kesedihan yang terasa amat menyesakkan dada ini. Ya, kala itu aku sedang bersedih sebab hubungan kami diakhiri olehnya. Hubungan yang belum lama kujalin dengannya, harus berakhir begitu saja sebab alasan yang sangat memilukan hatiku. Aku mencoba melupakannya. Melupakannya dengan cara-cara yang bermanfaat untuk agama dan hidupku.

Sekarang aku mengisi hari-hariku tanpa kehadirannya. Tanpa ada sapaan darinya baik di pesan ataupun di telepon. Handphoneku sepi lagi. Hanya chat di group Whatsapp yang menemaniku. Aku juga lebih mendekatkan diri pada Illahi, belajar untuk meperbaiki diri setelah aku tersadar akan kehilafanku selama ini. Terimakasih Robb, atas kejadian ini Engkau mengembalikan aku ke jalanMu yang lurus.

Aku bahagia dengan kesendirianku, karena aku bisa lebih dekat dengan Rabbku. Kini aku mencintainya dalam diam. Namun aku tak lupa mendo’akannya di setiap sehabis Shalatku. Di sepertiga malam aku bangun, menengadahkan tanganku kepada Illahi, berharap kebaikan untukku, ibu dan ayahku. Aku juga tak lupa berdo’a untuknya, meminta kepada Illahi agar dia dikembalikan lagi padaku kelak.

“Ya Allah, hati ini masih miliknya. Hamba merindukannya. Pertemukanlah hamba dengannya kapan saja. Dekatkanlah hamba dengannya. Bukakanlah pintu hatinya untukku. Bila ia jodohku, jagalah cintaku agar tetap untuknya. Bila bukan jodohku, jagalah cintaku untuk imamku kelak. Bimbinglah agar hamba menjadi perempuan yang sholehah. Agar hamba pantas bersanding dengannya. Anugerahilah hamba putra yang sholeh dan putri yang sholehah. Aamiin”

Aku mempunyai adik kelas, namanya Rosdiana Syadiah. Sering dipanggil Dian oleh temannya. Namun aku suka memanggilnya Ade. Dian satu pondok dengan Furqon. Hanya saja Dian masih MTs, sedangkan Furqon MA. Aku dengan dengan Dian suka bertukar cerita, berbagi saran, dan aku juga sering menanyakan kabar Furqon kepada Dian.

Sampai suatu ketika, aku ingat bahwa hari itu, 4 Februari 2017 adalah hari ulang tahunnya yang ke-19. Aku ingin mengucapkan salam, selamat dan do’a padanya secara langsung. Namun aku takut, aku takut dia malah membenciku. Kemudian aku meminta bantuan kepada Dian untuk menyampaikan salam dan do’a kepadanya. Alhamdulillah, berhasil.

Suatu hari, aku buka akun Facebookku, aku lihat pemberitahuan. Masya Allah, apa aku tidak salah lihat? Aku lihat Furqon menerima pertemananku. Kapan aku mengiriminya, seingat aku terakhir kali dia menolakku. Aku tidak pernah memintanya lagi. Hanya saja aku tetap stalking akun facebooknya setiap harinya. Tapi tak apa, Alhamdulillah, Allah mengabulkan do’aku.

Aku ingin menyukai setiap kiriman di kronologinya, tapi aku masih takut. Kemudian aku memberanikan diri untuk menyukai setiap kirimannya. Alhamdulillah lega. Apa yang terjadi? Subhanallah, Furqon chat aku “TFL ;)” Masya Allah, Alhamdulillah, betapa bahagianya perasaanku. Walau sedikit, namun bagiku memiliki makna yang luar biasa. Percakapan yang sekian lama aku nantikan akhirnya kudapati kembali. ” ‘Afwan Kak?” aku jawab sekenanya karena aku takut dia curiga dan membenciku.

Aku semakin bersemangat menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Karena itu merupakan ibadah, ditambah aku bercita-cita agar dapat melanjutkan sekolah ke salah satu Universitas Islam yang ada di daerahku. Aku sangat bersyukur akan hal ini. Aku juga tak lupa agar Allah menjaga imanku, menjaga kesucian cintaku, menjaga lisan dan perbuatanku agar aku tak mengucapkan cinta yang tak seharusnya dikatakan. Untukmu Imam Dambaanku, semoga engkau mengerti akan penantianku ini.

Cerpen Karangan: Siti Sa’adah
Facebook: Sity Sa’adah Suherman

Cerpen Cinta Dan Penantian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Berkerudung Biru

Oleh:
Tak berhenti hatiku terus mengagumi kecantikan gadis yang ada di sampingku sekarang. matanya bening penuh dengan ketulusan, tatapannya fokus penuh dengan keikhlasan, wajahnya yang putih mulus membuatku ingin bersujud

Cintaku Macet di Simpang Lima

Oleh:
Aku meniti jalan ini lagi. Kali ketiga dalam satu hari ini. Aku tahu sebenarnya banyak jalan-jalan lain yang tidak pernah macet dan jelas akan sangat menghemat waktu perjalananku pulang

One Heart

Oleh:
“Apa?” tanyaku pada Adit, cowok keren yang sekarang berdiri di depanku. “Iya, Lisa, maafin aku ya,” kata Adit lesu. “Jadi, kita harus bener-bener berakhir sampai di sini,” kataku lesu,

Dia Jodohku

Oleh:
Sepuluh tahun yang lalu. Waktu itu aku masih SMP kelas 1. Tett-tett-tett suara bel berbunyi tanda masuk kelas terdengar jelas di telingaku dil uar sekolah. Aku datang terlambat. Sosokku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *