Cinta Di Ujung Senja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 11 January 2018

Aku begitu menunggu datangnya senja, senja selalu hadir begitu indah dan menakjubkan. Sebuah anugerah ciptaan Sang Maha Kuasa. Aku begitu tak kuasa ketika senja itu redup, rasanya aku ingin sekali senja hadir setiap saat, menemani hati yang sedang menanti dan berpasrah.

Aku bertambah terpesona, mendengar riuh merdu suara adzan di ujung senja. Suara begitu amat indah, mengalun memanggil untuk menunaikan kewajiban. Kuambil air wudhu, mengenakan mukena yang setia menemani ke rumah Allah. Kulangkahkan dengan pasti kaki ini menuju rumah-Mu.

Entah mengapa ada rasa berbeda, hatiku berdebar kencang mndengar suara indah itu. Aku begitu jatuh cinta seketika akan suara itu. Rasanya aku ingin sekali memeluk suara itu.
“Ya Allah indah sekali suara itu, siapa pemilik suara itu?” gumanku dalam hati
Saat itu aku begitu terpesona akan suara itu, aku tiba-tiba jatuh cinta. Tapi entah aku tak mengetahui siapa pemilik suara itu. Aku bgitu penasaran dan ingin tau siapa dia?

Dengan izin Allah secepat itu rasa penasaranku terjawab, aku mengetahui siapa dia, dari mana dia. Entahlah, aku begitu amat jatuh cinta, tapi aku tak berani untuk menatap dan mengetahui parasnya yang sebenarnya sungguh membuatku bertambah jatuh cinta.
Tapi, apalah dayaku, aku hanya bisa mengaguminya dalam diam, merindunya dalam kesunyian, aku hanya memandang dari kejauhan. Aku sungguh takut ketika apa yang kurasakan saat ini, rasa jatuh cintaku melebihi rasa cintaku kepada Sang Pemberi Rasa.
Aku hanya bisa melukiskan bagaimana keadaan hatiku di selembar kertas putih. Aku hanya bisa mengadukan rasa ini, cinta ini kepada Allah.

20 Juni 2016

Percayalah…
Aku tak jatuh cinta denganmu karena apapun
Hanya aku jatuh cinta ketika
Rasa cinta itu hadir sendiri karena Allah

Suara itu anugerah dari Allah
Yang diberikan dengan indah untukmu
Dan itu juga yang membuatku
Bergetar ketika merindumu…

Dalam Diam Dan Doaku

22 Juni 2016

Ketika matahari tak bersinar
Ketika bulan tak terlihat
Suara itu tetap indah dalam sanubari

Tak pernah tau rupa
Tak pernah bersapa

Satu baris dalam kebaikan
Namun terhalang oleh kewajiban
Satu salam dalam keimanan
Namun tak bertatap kewajaran

Hanya bayangan dalam halangan

Akankah dipersatukan?
Sedang itu rahasia ilahi
Akankah saling bertatap?
Sedang itu masih diharamkan

Setiap hati memiliki cinta
Cinta untuk sang pencipta
Setiap insan memiliki nafsu
Nafsu untuk tak membisu

Tak ingin mendahului takdir
Namun hanya terukir
Dan menjadi rahasia ilahi

Aku tak pernah tau bagaimana bisa aku memendam rasa ini, ingin sekali kuhanyutkan rasa ini mengalir sesuai takdir yang ada. Aku tak ingin berharap lebih dengannya, aku hanya ingin berharap kepada Allah untuk memberi takdir dan jalan yang paling indah suatu saat nanti.

15 Juli 2016

Aku ingin sekali waktu itu berhenti
Berhenti.. ketika aku ingin sekali memiliki
Banyak waktu untuk melihatmu
Meski hanya dalam diamku

Aku ingin memperhatikanmu sedetail mungkin
Hingga tak sedikitpun terlewati
Hanya saja waktu tak bisa kuhentikan

Kau berlalu dan waktu berjalan begitu cepat
Tak sedetikpun aku melihatmu lagi
Ketika waktu itu telah berlalu

Andai kau tau
Perlu banyak waktu untuk aku bersabar menunggu waktu itu lagi…

Sekarang aku harus menunggu bersama ribuan senja untuk bisa melihatmu lagi, mendengar indah suara itu. Sekarang senja tak ingin membuatku kecewa akan ketidak hadirannya setelah ribuan senja berlalu. Aku akui aku terlalu lemah untuk menunggu, menunggu hadirmu yang sampai kapan tak kutemui kau berdiri diujung senja itu. Aku tau kau pergi mencari sesuatu hal yang kau impikan, yang sebenanrnya adalah impianku, harapanku, cita-citaku.

Aku tau kau tak pernah tau siapa aku, dan tak pernah menyadari keberadaanku. Tapi andai saja kau tau aku ada disetiap senja untuk menunggumu. Aku seseorang yang mengagumimu dalam diamku, dalam doaku. Aku yang merasa bersalah telah membawamu kedalam dunia cinta yang tak seharusnya saat ini.

Tapi andai kau tau, kau adalah salah satu alasanku untuk merubahku dan menyadarkanku untuk lebih baik menjadi sosok wanita. Dan andai kau tau aku selalu menitipkan rasa terimakasihku kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya karena telah menghadirkanmu dalam hidupku.

7 April 2017

Sampai saat ini pun
Aku masih setia dengan rasa ini
Menunggu bersama senja
Mengikuti takdir yang ada

Meratapi setiap urat hati yang merindu
Aku tak percaya…
Akan ribuan senja yang ada
Kau kadang kala hadir untuk menengok

Izinkanlah aku mengagumimu
Mengagumi dari kejauhan
Tak akan berharap lebih
Karena semua kehendak Allah

Dan…
Semua takdir-Nya adalah yang paling baik

Aku percaya kala senja itu hadir, dia tak akan pernah membohongi ketika dia benar-benar ada bukan sekedar angan semata. Dan andai saja suatu ketika senja itu memberi tau bahwa dia tak hadir lagi, aku hanya percaya bahwa Allah akan hadirkan bintang untuk mengganti ujung senja yang hilang. Dan aku percaya akan janji Allah itu. Terimakasih telah hadir dalam hidupku dan memberi pelajaran yang paling berharga akan sebuah rasa. Dan aku tak ingin mendahului takdir akan kepastian tentang cinta. Kau tak lagi kuharapkan, tapi kepada Allah aku berharap takdir yang terbaik.

Setiap hati akan mendapat cinta paling indah
Cinta yang dikaruniakan dari Sang Pemberi Rasa
Menggetarkan setiap kekosongan hati yang telah lama menunggu

Ada waktu menunggu begitu lama
Ada waktu yang bahagia abadi

Bukan rupa
Buka harta
Bukan keturunan
Tapi akhlaq yang paling baik

Menjadi pengisi satu sama lain
Menjadi pedoman paling baik

Saat ini ada seseorang yang diharapkan akan bersama
Memohon, begitu memohon
Akan Allah agar dipersatukan

Disetiap doa selalu tentang namanya
Disetiap bayangan indahnya surga selalu tentangnya

Namun…
Bukankah Allah yang paling mengerti
Akan siapa yang paling pantas
Akan siapa yang paling baik akhlaqnya

Percayalah …
Bukan Allah tak mendengar apa yang diminta dan diharapkan. Akan tetapi Allah telah menulis jodoh dengan ketentuan-Nya yang laing indah, amat sangat indah

Cerpen Karangan: Heni Rahmawati
Facebook: Heni Rahma Wati
Bertempat tinggal di Pati, Jawa Tengah
Menulis adalah cara untuk meluangkan sebuah perasaan yang ada dan tak bisa diluapkan dengan ungkapan.

Cerpen Cinta Di Ujung Senja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melangkah Menggapai Cinta Mu

Oleh:
Rasanya sudah satu tahun aku berhubungan dengannya, tapi perasaaan itu seperti biasa di saat aku belum menjalani kasih dengannya. Terkadang dia tidak mengerti dengan sikapku yang selalu biasa dan

Pilihan

Oleh:
Dia Derajat. Sudah 5 tahun aku mengenalnya. Tidak terlalu dekat, hanya sekedar tahu saja. Kemarin dia datang ke rumah bersama keluarganya dengan sebuah niat yang sangat aku hargai. Aku

Rencana Kita Rencana Allah

Oleh:
Cuaca malam itu mendung, sekeliling langit terlihat gelap tanpa ada satupun bintang dan bulan, lalu rintikan air hujanpun mulai terdengar. Tik… tik… tik… begitu jelas terdengar suara cucuran air

Dia Bukan Jodohku

Oleh:
Angin pagi musim dingin menyapa seorang pemuda yang sedang menghafal Al Quran dalam perjalanan. Pagi-pagi sekali setelah shalat subuh, ia sudah keluar dari flatnya di Matariah menuju Hussein. Kegiatannya

Ketika Diam adalah Pilihan

Oleh:
Pagi yang indah ketika nyanyian burung saling bersahutan. Mentari yang mulai berani menampakkan senyumnya, menambah keindahan pagi. Kesibukan di kampus pun telah menungguku. Aku pun pergi ke kampus dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *