Cinta Ku Cinta Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 16 December 2015

Kata orang cinta pertama itu sulit dilupakan. Aku percaya pada serangkai kata itu. Karena cintaku pada Allah pun cinta pertamaku yang tak pernah ku lupakan sampai akhir zaman. Tapi mengapa kita mengaku namun pada akhirnya melanggar juga. Ini hal yang sangat lumrah sekali terjadi pada duniaku. Kadang ia tak mau bekerja tapi pada akhirnya bekerja. Kadang ia berjanji cintanya hanya untuk Allah, tapi apa? Ia mencintai beribu-ribu orang. “hehe.” aku tersenyum simpul mengingat temanku yang lagi baca al-qur’an di kelas. Waktu itu ada murid baru dan pada hari keduanya Leny tergoda oleh rupawan wajah murid baru yang bernama Reza.

“waaah, lin. Reza cakep bener yaah…” ujarnya sambil menyiku tanganku.
“iya, pandangi aja terus biar zina mata” ledekku.
“ah kau ini lin, ndak bisa lihat aku seneng aja.” balasnya sembari memasang muka kesel.
Aku kembali mengejeknya walau kesel. “itu benih-benih cinta atau kecambah”
“ya cinta lah lin, masa kecambah.”
“berarti sudah melanggar janjinya dong, katanya ndak mau jatuh cinta selain Allah. Ayo ngaku kau..”
Dia diam seribu bahasa sembari manggut-manggut membenarkan perkataanku. Dan memberiku senyum yang terlebay.

Aku berpikir dengan sejuta kenangan yang ku ingat bersama Ibu. Aku juga mencintai Ibu, tapi apa aku salah telah menduakan cinta Allah? Aku juga mencintai Ayah, akankah cinta Allah aku bagi tiga? Ingin aku bertanya pada Ibu namun ia belum pulang kerja. Ingin aku bertanya pada Ayah namun ia tak ingin diganggu. Aku merenung di dalam kamar. Membayangkan apa yang akan terjadi setelah aku menduakan cinta Allah. Kita kan harus mencintai Allah, tapi kita juga harus mencintai Ibu dan Bapak kita. Segala resahku ku tumpahkan saat sepertiga malam untuk membuka tabir yang begitu kelam. Aku hendak mencari pertanyaanku yang selalu membuatku penasaran. Aku merenung sejenak saat membaca firman Allah yang artinya:

“Dan (ingatlah) ketika lukman berkata pada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) benar-benar kezaliman yang besar. Dan kami perintahkan kepada manusia (agar selalu berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.’ Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada aku kembalimu..” sejenak air mataku menetes begitu derasnya. Kini aku percaya untuk mencapai ridha sang illahi, aku harus berbakti pada kedua orangtuaku yang sangat berjasa padaku. Pagi-pagi saat Ibu dan Bapak sudah terbangun aku langsung memeluknya dan berkata “aku sangat mencintai Ibu dan Bapak.”

Fajar menyingsing terus ke atas samudra belahan bumi yang tidak berpenyangga. Pulang sekolah aku menemukan temanku di jalan sedang menunggu angkutan umum. Namanya Lia, dia anak yang cerdas dan kreatif termasuk juga kreatif dalam menyusun kata-kata. Aku tak sengaja menyapanya.
“hai Lia.. mau nunggu angkotnya datang yah?”
Ia menjawab kayaknya dengan nada kesal. “yaialah lin.. kau bego amat sih, sudah tahu aku duduk nunggu di sini”

Aku tak bosan-bosannya mengejek dia lagi “yaaah, siapa tahu aja nunggu jemputan dari your hany.”
Ternyata ia marah, “kau jangan sembarangan nuduh orang bego.”
Aku sedikit tak terima dengan kata-katanya, menuduhku orang bego aku langsung menimpalinya. “Dalam agamaku mengatakan ucapan itu adalah doa. Jadi ku harap kau mengerti.”
“di agamaku juga mengajarkan jangan sembarangan menuduh orang” jawabnya.
“saya kan hanya bercanda untuk membuatmu kesal, ternyata kau terrbawa emosi.”

“kalau gitu saya juga bercanda tadi, bilang kamu bego.”
“uaaah kalau itu tak pantas dijadikan candaan. Karena kamu sedang kesal jadi kamu kelihatan sungguh-sungguh mengatakannya” jawabku tak terima.
“sudahlah kau pulang saja, besok kita sambung di sekolah” ujarnya.
“haha..” aku tertawa lepas karena menang, “oke. Selamat menunggu your hany, moga jadi datang” ledekku lagi.

Aku kembali menenun melodi dunia yang terus berjalan silih berganti. Tanpa terasa aku kian hari semakin tinggi saja. Umurku juga ikut semakin meninggi. Aku berpikir untuk menghabisi masa-masa remajaku ini. Jika aku pacaran dengan seoarang yang aku idamkan, apa cintaku berkurang lagi pada yang maha kuasa? Aku terus menjejali pikiranku dengan pikiran yang menginginkan untuk sama seperti kawan-kawan lainnya. Aku juga memikirkan jika aku menjalin cinta apa hafalanku tak berpengaruh? Akhirnya aku nekat memberanikan diri untuk mengikuti teman-teman merasakan betapa indahnya masa-masa remaja. Aku sudah memulai hubungan dengannya dan berlangsung selama satu tahun setengah. Aku kini mulai merasakan sikap kebosanannya padaku.

“lin.. kau kenapa? Berantem dengan dia lagi?” sapa Leny ketika aku di ihat merunduk saja di dalam kelas.
Leny tahu aku juga ingin seperti dia yang pernah merasakan indahnya cinta dan sakitnya cinta.
“iya Leny.” sambil memeluknya, “aku merasa bersalah telah hadir dalam hidupnya. Aku ingin ia menjauh tapi tak bisa.” aku mulai menumpahkan uneg-unegku padanya setelah menyembunyikan kejadian yang sebetulnya terjadi pada diriku selama 6 bulan yang lalu.

“dulu kami sempat ingin pisah, namun nyatanya kami berdua mengalami sakit. Secara tak langsung kami tak bisa terima jika kami pisah. Akhirnya kami kembali lagi. Dan sekarang dia sudah kuliah, banyak perempuan-perempuan yang ingin memilikinya. Lalu ia dengan jujur mengatakan aku sudah pacaran dengannya selama 3 bulan.” aku melepaskan pelukan Leny.
“kau tahu Leny, sebelum ia pacaran aku sudah pacaran juga, namun itu hanya 3 hari.”

“lalu ia merasa tidak terima, aku menangis sejadi-jadinya untuk minta maaf. Setelah aku menangis tiap hari, hafalanku buyar dan down. Ia secara terang-terangan telah pacaran dengannya sudah 3 bulan. Aku merasa telah sia-sia menangisi semua ini.”
“yang sabar lin.. ini semua ada hikmahnya. Lalu sekarang apa hubungan kalian sudah tak ada lagi?”
“iya.. semuanya sudah berakhir Leny. Aku tak mau lagi. Tapi rasa ini masih sedikit mendambakannya. Bagaimana besar rasa cintanya padaku. Mungkin itulah besar rasa cintaku juga.”

Cerpen Karangan: Shollina
Facebook: Sholli Wasallim

Cerpen Cinta Ku Cinta Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Belum waktunya

Oleh:
Assalamu’alaikum wr.wb Dias, sepertinya hubungan kita selama ini sudah terlalu jauh. Aku merasa terlalu banyak mudharat yang terjadi di antara kita. Mungkin lebih baik kita mengakhiri saja semua ini.

Tangisan Hati

Oleh:
Keindahan pada sore hari ini bagai gambaran dari hati dua insan yang sedang jatuh cinta, cinta kasih yang amat sangat indah dalam sejarah hidup mereka berdua. Hamparan pasir yang

Berhijab Dalam Penantian

Oleh:
Beratapkan langit jingga yang mempesona, kau berdiri tegak di tepi jalan menatap hamparan sawah yang menguning. Tiba-tiba angin berhembus kencang menarik-narik kerudungmu. Di waktu yang sama berpuluh-puluh burung pipit

Iney

Oleh:
Hidup iney sudah terlalu menggantungkan cintanya kepada Maru. Iney tidak bisa melupakan Maru yang selalu memberikannya kemanjaan dan harapan-harapan yang ditebarkan oleh maru. Seakan dihancurkan oleh kepergian Maru ke

Allah, Selalu Bersama Mu

Oleh:
Masalah, ujian, cobaan, entah apa namanya yang terus menerus menemaniku saat ini. Aku terlahir dalam sebuah keluarga kecil dan aku anak satu-satunya. Seringkali aku merasa sangat kesepian karena tiada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *