Cinta Sebatas Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 29 February 2016

Aku tidak layak jatuh cinta padanya. Subhanallah… Subhanallah… Subhanallah. Bayangkan saja laki-laki yang aku cintai itu adalah pendiri sekaligus ketua yayasan di mana aku bertempat tinggal sementara. Ibarat pungguk merindukan bulan. Pastinya cintaku tidak berbalas. Aku tidak akan pernah sedih atau kecewa karena dari awal aku sudah tahu siapa aku dan siapa dia. Tidak mungkin kami bersatu. Tapi, kami kan punya hati? Bukankah hati ini boleh bersatu? Aku tidak berharap kami dapat hidup berdua dalam mahligai rumah tangga. Belum tentu aku sanggup mengurusnya dengan baik sebagaimana yang selama ini istrinya lakukan.

Bagiku laki-laki itu adalah idola. Aku tidak perlu mengingat-ingat namanya. Dia seorang pekerja keras, baik hati dan sederhana. Seperti itulah yang aku bayangkan. Tapi, apa dia bekerja keras untuk ambisi pribadi, keluarga, kerabat, anak yatim, orang miskin, atau bahkan semuanya? Alangkah berat beban hidupnya. Aku berada di yayasan ini sudah sekitar 8 bulan. Aku datang dalam keadaan sakit dan kebingungan. Perlahan tapi pasti aku kerjakan apa yang dia sampaikan saat berdakwah. Al-Qur’an “is a healing,” Al-Qur’an adalah obat begitu penyampaiannya. Aku terus meyakini itu. Alhamdulillah… sakitku berkurang walau belum sembuh total.

Aku terus ikuti kegiatan pengajian yang cukup banyak di tempat ini. Terus aku catat apa yang dia ucapkan ataupun ustad-ustad lainnya. Catatanku sudah menumpuk, terus aku baca berulang-ulang sampai halamannya ada yang lepas. Aku yang semula bingung entah mau berbuat apa sudah mulai mampu fokus pada setiap pelajaran yang aku terima. Lalu, aku sampaikan keinginanku, “Pak, boleh saya mengajar bahasa Inggris di sini melalui Al-Qur’an? “Wah..bagus itu,” katanya sebelum berangkat Umroh beberapa bulan yang lalu.

Aku mulai mengajar kelas informal untuk semua siswa yang mondok di sini. Tidak hanya belajar bahasanya, tapi aku juga memberanikan diri mengajar mereka berdakwah dalam bahasa Inggris. Pekerjaan yang tidak mudah. Tapi, banyak orang yang menyepelekannya. Aku hanya berpikir masih banyak orang-orang di negara lain yang belum mengenal Islam secara benar. Alangkah baiknya kalau dari tempat ini aku bisa menghadirkan sosok pendakwah yang mampu berbahasa Inggris. Jelaskan pada manusia sedunia, Islam pembawa perdamaian.

Sekarang ini kami sedang sakit. “Very sick,” sangat sakit kataku padanya. Dia juga sakit, “a little cough and a little cold,” agak batuk dan agak kedinginan begitu tulisnya via sms. Dalam keadaan “sangat sakit” itu aku terus memohon petunjukNya apa aku sanggup melanjutkan beban berat ini sementara orang-orang di sekitarku menganggap aku bukan apa-apa, “nothing”. Aku ungkapkan kekesalan hatiku via sms karena pasti dia tidak punya waktu untuk melayani aku secara pribadi. Dia milik keluarganya, kerabatnya, anak yatim, orang miskin, dan siapa saja yang bisa ditolongnya. Aku hanya ibarat jarum di pantai baginya, tajam tapi tidak kelihatan. Begitu banyak yang harus dia urus dan perhatikan.

Di kamar ini aku sepi dan sendiri. Aku tetap akan berjuang demi anak-anak asuh yang aku cintai. Aku tidak mungkin memiliki “cintanya,” tapi aku bisa memiliki “hatinya” yang penuh kasih kepadaku dan kepada anak-anak di sini. Tuhan.. biarkan aku terus menyimpan rasa cinta ini. Aku tidak ingin kami saling memiliki tapi paling tidak kami bisa saling berbagi hati untuk anak-anak yang sedang kami persiapkan masa depannya.

Cerpen Karangan: D. Miranita
Facebook: Lita Miranita

Cerpen Cinta Sebatas Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senandung Muharram

Oleh:
Besok adalah deadline terakhir pengumpulan cerpen lomba dalam rangka merayakan tahun baru Islam. Namun, belum ada sedikitpun ide untuk menulis, sampai kertas halaman dokumen di laptopku masih putih bersih

Jauh Di Mata Namun Dekat Di Hati

Oleh:
Aku tahu jarak memisahkan kita namun di hatiku tetap terkenang atau teringat selalu. Di sini Aku merasakan hadirmu tawa dan candamu itu menghibur saat Aku sendiri. Namun, ku selalu

Pengagum Rahasia

Oleh:
“Jangan kau katakan aku lemah jika kau hanya melihatku ketika aku sedang menangis tersedu-sedu” kalimat itu ku katakan kepada sahabatku, Maryam. Maryam kerap kali disapa Mary oleh orang-orang sekampung.

Wanita Madu Dunia

Oleh:
Tidak pernah aku bayangkan sebelumnya kalau ayah akan mengizinkan aku melihat ustad Imron walaupun hanya sekejap. Aku sangat bahagia saat melihat wajahnya, wajah yang tak pernah aku lihat sebelumnya.

Aku Mencintai Mu Karena Allah (Part 2)

Oleh:
“Sudahlah! Hari ini aku pengen jalan-jalan. Bukan pengen dengerin penyesalan kamu,” Kata Fatimah dengan senyumnya yang mengembang. Mendengarnya Brandon begitu lega. Akhirnya mereka melanjutkan ekspedisinya untuk mengacak-acak toko buku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *