Cinta Yang Sederhana (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 10 September 2019

Dear Diary

MasyaAllah,
Sungguh indahnya dirimu
Entah apa yang kurasakan kini
Kau telah membuatku tersenyum setiap hari
Jantung berdegup kencang ketika kau dan aku berpapasan dan saling menundukkan pandangan
Ingin sekali tertawa kecil ketika kita hampir saja bertabrakan dan sama sama terkejut kaku
Karena kita terlalu fokus pada jalan
Saat aku melihatmu dari jarak jauh
Kau melukiskan bulan sabit yang indah pada bibir ini 🙂
Dan kau pun begitu menenangkan
Yaa Allah..
Apakah aku sedang jatuh hati?

Aisyah’ 2014

Setiap kejadian yang aku rasa selalu kutuangkan pada secarik kertas agar disuatu hari nanti aku bisa mengenang apapun dimasa lampau. Aku type orang yang sangat tertutup dan pendiam. Sahabatku saja mengakui bahwa aku pendiam bahkan dia menyangka aku tak pernah menyukai seorang ikhwan. Karena aku tak pernah menceritakan hal yang ada kaitannya dengan hati. Entahlah aku agak malas dan risih sekali jika sahabatku bercerita tentang kisah cintanya. Saat itu Aisyah dan sahabatnya sedang berkumpul di rumah Karis.

“aduh kalian berisik banget sih.. aku lagi nulis nih, lagi cari kata kata yang enak dijadikan puisi.” sentakku dengan lembut.
“huh.. marah marah aja kalo kita lagi curhat tentang ikhwan. Jatuh cinta sanaaaa biar kamu bisa ngerasain jadi kita hihi” jawab Karis.
“apaan sih kalian, udah ah aku mau cari tempat lain aja”

Aku pun langsung beranjak pergi dan mencari tempat yang tenang dan sepi, aku menoleh ke kanan kiri ternyata ada tempat duduk kosong di sekitar taman. Bangku taman yang cantik dan agak memanjang.
“Nahh.. disitu aja deh” bisikku.
Aku pun langsung duduk di kursi itu. Kubuka Buku Diary dan pulpen favorite yang selalu terselip di halaman buku, siap untuk menciptakan puisi-puisi indah.

Aku berpikir sejenak untuk menentukan tema yang akan ku jadikan puisi. Melihat di sekitar taman, tak ada yang menarik untuk kujadikan puisi. Aku pun terdiam sejenak dan pikiranku malah mengarah pada kata kata sahabatku ‘Jatuh cinta sanaaaa..’
“hihhh aduh apaan sih, males banget ihhh..” sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan tertunduk.
“Tapii kayanya aku harus coba bikin puisi tentang cinta deh, supaya mereka ga ngolok-ngolok aku lagi hmm” dengan senyuman sinis.

Kemudian aku mulai memikirkan dan mencari inspirasi untuk membuat puisi tersebut.
“Emm.. apa yaaa?? aduh aku kan ga ahli kalo tentang cintaa..” dumelku dalam hati.

Kutulis kata perkata dalam buku. Saat penulisanku salah, kurobek kertas itu, kuremas menjadi bola dan membuangnya. Tanpa disadari, ternyata sudah banyak kertas yang kurobek sehingga bola kertas pun berserakan di sekitar bangku taman.

“Ini kamu yang buang?”
Tiba tiba seorang ikhwan duduk tepat di sampingku sambil menunjukkan bola kertas yang kubuang. Dadaku sontak kaget karena dia tepat sekali duduk di sampingku. Aku begitu merasa gelisah dan ingin segera pindah tempat.
“Euh.. emm i.. iyaa.” Jawabku dengan agak tegang.

Ikhwan itu membuka bola kertas yang ia pegang dan membacakan isi puisi yang gagal itu..

Cintaa..
Satu kata penuh makna
Yang ada pada setiap jiwa

“breekkkk…” kuambil kertas tersebut dan meremasnya lagi. Ikhwan itu terdiam dan melirik ke arahku.
“Ukhti? Apakah kamu sedang membuat puisi tentang cinta? hihi” Ikhwan itu bertanya sambil tertawa kecil.
“Emm tidak..” Jawabku singkat.
“Kata pertamanya saja Cinta. Pasti puisi tentang cinta, betul kah?”
“Maaf akhi, saya sedang ada urusan. Permisi, Assalamu’alaikum”
“Lho.. ckck, waalaikumussalam”

Aisyah pun kembali ke rumah Karis dengan tergesa gesa.
“Aisyah? kamu kenapa? kok kaya yang habis dikejar hantu gitu sih haha” Tanya Fina.
Aisyah hanya melirik dan tersenyum sambil menenangkan hati.
“ga apa apa kok fin,” jawab Aisyah dengan santai.
“Benerr??”
“Kamu ga percayaan deh sama aku, aku baik baik aja”
Aku pun mencoba menatap mereka satu persatu dan langsung memalingkan pandangan.
“Tuhh kan, ada apa sih? cerita dong ceritaa.. kalo ada apa apa tuh cerita” Karis mencoba untuk membujukku untuk bercerita.
“Emmmm… tapi aku malu kalo nanya hal ini ke kalian” jawab Aisyah.
“Apa? mau nanya apa?”
(Jodoh dunia akhirat.. namamu rahasia, tapi kau ada dimasa depankuu..) Ringtone hp Aisyah berbunyi.
“Ehh tunggu tunggu, aku angkat telepon dulu” Aisyah pun keluar untuk mengangkat telepon.
“Duhh ringtone nyaaaa.. masyaAllah, diam diam kamu suka lagu tentang jodoh yaa syah.. hahha” Fani menertawakan ringtone hp aisyah.

“Hallo? Assalamualaikum..”
Aisyah mencoba untuk diam dan mendengarkan tapi tak ada sedikitpun suara. Akhirnya Aisyah memutuskan telepon tersebut.

“Hmm jaman sekarang orang jail ada ajaaa” sambil menyimpan hp ke dalam tasnya.
“Siapa yang nelpon syah?” tanya karis.
“Orang jail..” jawab Aisyah sambil membereskan barang barangnya.
“Hah? ada ada aja kamu syahh”
“Aku pulang duluan yaa, maaf ga bisa lama lama bareng kalian.” Akupun berpamitan.

Sesampainya di rumah, aku segera sholat ashar karena saat di perjalanan aku belum sholat.
Setelah selesai sholat, Aku diam di atas kasur sambil memandang ke arah jendela dan hujan mendukungku untuk membuat puisi.

Tetapii.. (plup plup plup) ternyata ada pesan masuk pada hp Aisyah.

‘Cinta, satu kata penuh makna, yang ada pada setiap jiwa’

Aisyah terdiam dan merasa heran saat membaca pesan tersebut.

“Lho.. ini kan puisi yang tadi aku buat, siapa pengirim pesan ini? Jangan jangan ikhwan tadi lagii. Tapii dia tau dari mana nomer hp ku?”
Aisyah pun mengingat ngingat kejadian tadi siang.
“Perasaan aku ga ngasih no hp deh, ah Yasudahlah biarkan saja” bisik Aisyah sambil menutup dan menyimpan hp nya.

Aisyah mendekati jendela dan membukanya. Aisyah menatap langit sambil mengulurkan tangannya, tetesan air hujan ia rasakan. Dingin tapi penuh dengan kesejukan.

Dear Diary ‘2017

Yang ku tahu, cinta adalah fitrah
Tanpa mereka ketahui
Sebenarnya aku sedang mencintai ciptaanMu
Maafkan diri ini yang sedikit berpaling
Dan kini aku mengharapkan dia
Untuk menjadi calon pendampingku

Yusuf
Sudah hampir 3 tahun
Aku menunggumu disini
Dengan hati yang sama
Dan perasaan yang sama
Seperti dahulu..
Aku yang mengagumimu

Seandainya Tuhan memberikan Aku waktu untuk bertemu dirimu
Walaupun saat itu Aku hanya memberikan salam untukmu
Itu sudah lebih dari cukup untuk mengobati rasa rinduku

Tapi untuk apa?
Dia pun sama sekali tidak mengetahui Aku
Bagaimana bisa dia merindukanku kembali?
Itu sangat mustahil

Salamku untukmu, Yusuf.

Hanya Allah-lah yang mengetahui rasa cintanya. Yusuf, kaka tingkat Aisyah saat SMA yang sekarang sedang meneruskan kuliahnya di Jakarta. Aisyah baru merasakan jatuh cinta saat SMA. Namun tak heran jika ia masih bertahan untuk mencintai Yusuf walaupun selama 3 tahun ia tak pernah mendengar kabar tentang Yusuf. Tanpa seorang pun mengetahuinya. Aisyah memupuk perasaan yang lebih.
“Kak Yusuf, kapan yaa kita ketemu lagi.. Kapan kakak balik ke Bandung? Aisyah merindukan kakak” bisiknya setelah menulis diary.

Dua tahun kemudian…
(Tok tok tok..) Suara ketukan dari arah pintu kamarku. Aku terbangun..
“Aisyaaahh.. ayo bangun nak” Suara Umii telah membuka mataku dan langsung melihat ke arah jarum jam.
“Astaghfirullah..” ternyata jarum jam telah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Aisyah membuka pintu kamar.
“Iyaa umii.. Aisyah langsung siap siap nih mi”
“Makanya kalo udah sholat shubuh jangan tidur lagii..” kata umii.
“Aku ngantuk banget mii,”
“Ya udah cepetan siap siap”
Aisyah segera ke kamar mandi dan bersiap siap berangkat wisuda.
“Pokonya kamu harus dandan yang cantik ya nak, Umii bakalan kenalin kamu ke anak temen umii saat makan siang” umii berbicara sendiri.

Cerpen Karangan: Diah Ksuma Nalaratih
Blog / Facebook: Diah Ksuma Nalaratih
Instagram: @diah.nalaratih

Cerpen Cinta Yang Sederhana (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rangkaian Kata Untukmu

Oleh:
Mata mandarin dengan pancaran indahnya, lengkungan mempesona dari bibir manismu yang meluruskan segala sesuatunya, dan kata-kata manismu yang mengalahkan manisnya coklat belgia.. itulah sebab yang membuat otak ini terasa

Simpan Saja Dulu

Oleh:
“Aku mohon maafkan aku…” Viby melingkarkan jemarinya di tangan Husna. Dengan spontan Husna mencoba menghindari pegangan tangan itu, elakkan tangan husna memisahkan dua insan, Husna dan Viby. Tak disangka

Atas Nama Cinta

Oleh:
Seorang anak perempuan mengomel kepada tuhan tentang nasib yang sedang ia jalani, nasib yang membuat hatinya perih saat mengingat semua kejadian yang pernah terjadi dalam hidupnya, seolah-olah pikiran tersebut

Sesal Hadir Tak Tersambut Manis

Oleh:
Aku adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga yang serba kecukupan, aku anak tunggal yang setiap keinginanku pasti harus terpenuhi. Aku memang anak desa, terlahir dari seorang ayah yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *