Cinta Yang Suci

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 2 March 2016

Aku sudah memakai jilbab sejak kecil. Saat itu guru madrasahku berkata kalau, “Memakai jilbab itu kewajiban. Soal tingkah laku itu lain lagi. Intinya kita harus menutup aurat.” Setelah guruku berkata seperti itu, aku selalu memakai jilbab. Aku adalah Latifah. Aku juga pernah merasakan yang namanya cinta dan aku juga sering sakit hati. Sakit hati karena mereka yang tidak tulus dan mengacuhkanku. Tapi aku tetap semangat. Mungkin ada hikmah di balik semua ini. Sampai saat dimana aku sekolah SMA. Aku dekat dengan seorang lelaki. Ia adalah kakak kelasku. Dia pendiam, baik, tampan, dan saleh. Ia adalah Fikri. Kami sering komunikasi melalui hp. Dan aku memiliki rasa cinta kepadanya karena perhatiannya padaku. Sampai suatu hari ia menemuiku.

“Fah, izinkan Kakak mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?” Aku terkejut mendengarnya.
Aku pun menjawab, “Aku juga mencintai Kakak. Aku mau.” Sejak itu kami pacaran. Aku bahagia bersamanya. Dia mengerti aku dan dia sangat sayang padaku. Namun, aku merasa sangat berdosa karena aku menjalani hubungan pacaran yang tidak ada dalam hukum islam. Aku pun menemuinya saat ia sedang duduk di taman sekolah.

“Kakak, aku ingin kita putus,” ujarku.
“Kenapa Fah? Apa salah Kakak?” tanyanya. Ada nada kecewa dan sedih dari nadanya.
“Maafkan aku Kak, aku tidak ingin kita bertambah dosa dengan hubungan ini. Aku cinta sama Kakak. Biarlah kita berteman saja Kak. Aku ingin Kakak menghalalkanku,” jawabku.
“Baiklah jika itu keputusan Ifah. Tunggulah saat Kakak datang melamarmu. Tapi, kita masih bisa dekat kan?” ujar Fikri.
“Iya Kak,” balasku. Sejak itu kami hanya sebatas teman. Meskipun kami masih mencintai satu sama lain.

4 tahun kemudian. Aku mengajar SD. Karena aku memang senang mengajar. Jadi saat kuliah aku mengambil jurusan PGSD. Aku merindukan Fikri. Ya, dia sekarang sangat sibuk dengan pekerjaan kantornya. Tapi, dia masih sempat sms aku meskipun tidak sering. Pagi ini aku bersantai di rumah. Karena aku tidak mengajar. Ini hari minggu. Tiba-tiba ada suara mobil di depan rumahku. Ternyata itu Fikri dan keluarganya. Mereka bermaksud untuk melamarku.

“Apakah kau bersedia menikah dengan Fikri, Latifah?” tanya ayah Fikri padaku.
Ayah dan ibu memberikan semua keputusannya padaku. “Aku bersedia,” jawabku.

Cerpen Karangan: Arimbi Ciie Bimbie
Facebook: Arimbi Ciie Bimbie

Cerpen Cinta Yang Suci merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja Dipadang Ilalang

Oleh:
Senja hari ini begitu indah, semilir angin begitu merdu diikuti tarian lembut sang ilalang. Suasana ini mengingatkanku pada kejadian dua tahun yang lalu sebelum aku di rawat di rumah

Cinta Dalam Doa

Oleh:
Semua berawal dari ketidaksengajaan itu, yang tanpa sengaja anti menjatuhkan hatinya kepada seseorang yang baru ia kenal. Anti tidak pernah berfikir untuk mempunyai rasa kepadanya namun allah berkehendak lain.

Hafidzoh Jatuh Cinta

Oleh:
Suasana subuh yang dingin di sebuah pondok pesantren, walau terasa dingin tapi ketika aku mulai melantunkan lafad-lafad al-quran, rasa dingin pun menjadi sangat hangat dan sejuk di hati. Seperti

Kesakitan Berujung Manis

Oleh:
Siang itu keduanya tengah duduk di pelataran area masjid kampus, nampak kebingungan dari wajah laki-laki gagah nan tampan, siapa lagi kalau bukan Rahman. Duduk bersanding dengan seorang perempuan, Gia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *