Cinta Yang Terlarang (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 6 September 2016

Sebut saja namaku Sisi, aku terlahir dalam keluarga sederhana dan keluarga yang kurang mengerti agama. Aku seorang mahasiswi di kampus yang kurang ternama… Aku memiliki dua orang sahabat, yang pertama bernama Alif, dia adalah seorang aktivis, dan yang kedua bernama lala dia adalah sahabat baikku. Lala adalah seorang wanita muslimah yang selalu berpakaian syar’i, setiap insan yang memandangnya akan merasakan kesejukan dan nuansa islami yang luar biasa. hehe… lebayyy dikit bro biar gak tegang.

Namun disamping kesolehannya lala memiliki seorang kekasih yang bernama yuda, lala tidak dapat menahan gejolak jiwanya pada yuda, yuda tidak jauh beda dengannya, yuda juga adalah seorang pria yang sholeh, yang selalu berbaju koko, bercelana isbal, dan tidak ketinggalan sorban dan peci yang selalu melekat pada tubuhnya… Dan Alif merasa ia memiliki tanggung jawab, untuk menyadarkan sahabatnya itu, tentang apa yang ia lakukan saat ini, karena menurut Alif “pacaran” itu dapat meruntuhkan keimanan. Lalu alif membuat sebuah strategi untuk menyadarkan sahabatnya itu. Alif mencoba memberikan perhatian lebih pada lala, untuk menyelipkan nasihat-nasihat islami pada setiap pertemuan mereka. namun disamping semua itu lala salah mengartikan perhatian yang diberikan alif, lala mengira alif telah jatuh cinta padanya. dan lala merasa nyaman pada alif, dan bersikap yang tidak pernah alif kira sebelumnya. Alif lalu tersadar, bahwa cara yang ia lakukan untuk menyadarkan sahabatnya itu adalah salah. Alif menghentikan perjuangannya, karena alif takut justru nanti ia yang akan terkena virusMerah Jambu.

Dueeeerrrr.
Seketika Alif terhentak dari lantai Masjid itu dan berdiri, dan lamunan Alif terpecahkan, ia dikejutkan dengan kedatangan temannya, yang bernama Aldo.
“Heii.. lif apa yang sedang kamu fikirkan, mengapa aku lihat sejak tadi kamu hanya duduk saja dan melamun disini?”
Alif menjawab “Tidak mengapa Do, aku hanya sedang berfikir mengapa ketika malam hari matahari itu menghilang!”
“Ahhhh kamu mah becanda aja Lif, gua serius ini awas ntar kesambet jin ifrittt lo.”
“lagian kamu juga do, tiba-tiba ngagetin… Memangnya ada apa?”
“kamu dipanggil tuh sama Pak Zaki, kayaknya disuruh nyuciin piring bekas berbuka puasa tadi”
“Alahh kamu mah modus Do, bilang aja kamu yang disuruh kan, dan kamu manggil aku karena mau melarikan diri dari tumpukan piring kotor itu!”
“hehe… tau aja kamu Lif, iya Lif aku udah ngeri duluan ngeliat banyaknya tumpukan piring kotor itu, jadi aku panggil kamu deh, yuk kita cuci bareng-bareng Lif”.
Alif dan Aldo mencuci piring-piring kotor itu hingga selesai dan berkilau, hehe… dikira gigi emas kali yah berkilau.

Di lain tempat terlihat Lala sedang duduk merenung di sudut kamarnya, dengan selalu menatap ke arah heandphone miliknya, sepertinya Lala sedang menanti kabar dari seseorang. Entah siapa yang sedang Lala nantikan! Lulu yang juga satu kampus dengannya datang menghampiri Lala dan seolah menginterogasi Lala yang sedang murung. “La, mikirin apa kamu… kayaknya lagi sedih banget cerita dong sama aku!”
Lala tidak menghiraukan Lulu, dan tetap terdiam.
“Heyyyyyyyyy La… Lo denger gak gua ngomong, alahhhh lo pasti lagi mikirin si Yuda kan!” Lulu berbicara dengan nada keras.
“Ehhh.. kamu kok kepo banget sih Lu, udah lah kamu pergi aja kalau kesini cuma mau ganggu ketenangan aku!”
“kamu gitu aja ngambek sih La, iya maaf deh aku kan cuma pengen tau kenapa kamu ngelamun aja dari tadi” Lulu merayu kepada lala yang sedang marah padanya.
“Aku lagi mikirin Alif lu, kok sekarang si Alif berubah sih sikapnya sama aku, dulu kan dia perhatian banget sama aku setiap aku minta apa aja selalu diberinya, tapi sekarang dia jutek dan cuek gitu Lu, aku pengen ketemu dia, aku kangen sama nasehat-nasehatnya Lu”.
“Hahahaaa Lala Lala, kamu mikirin Alif toh?, ngapain mikirin dia yang jelas-jelas bukan siapa-siapa kamu, bukannya pacar kamu si Yuda?”
“Iya Lu, aku lagi sebel sama Yuda akhir-akhir ini dia gak ada waktu buat aku, dia aku sms gak dibales, ditelepon juga nomornya malah dimatiin, nyakitin banget tau Lu”.
“Ohh gitu, jadi ceritanya jadi kamu mau berpaling dari Yuda La, dan mau mendekati Alif! Udah lah la mendingan kamu gak usah mimpi deh Alif itu gak bakalan suka sama kamu, lagian juga Alif tau kalau kamu udah punya pacar”.
“Loh emang kenapa?, kamu cemburu lu, alah lu aku tau kamu diam-diam naksir juga kan sama Alif, kamu gak rela kan Alif itu deket sama aku, pantesan setiap Alif kesini kamu seneng banget, kayaknya kamu deh Lu yang kebanyakan mimpi, bangun Lu, bangun! Alif itu gak akan pernah suka sama kamu, secara Alif kan aktivis dia sukanya sama cewek kayak aku nih yang berpakain syar’i, gak kayak kamu!”
Perdebatan tentang Alif pun terjadi di antara Lulu dan Lala, ternyata Lulu juga menyukai Alif. Lulu tinggal dalam satu tempat dengan Lala yang bahasa kerennya disebut dengan “Kontrakan” namun mereka berbeda kamar.

Keesokan harinya di Kontrakan.
Tiiinnn, Tiiinnn, Tinnn.
Terdengar suara klakson motor berbunyi, Lala melihat kearah jendelanya Lulu pun demikian, ternyata tanpa disangka-sangka dan diduga-duga, ada seorang wanita cantik yang bernama Sisi aku yang datang. Lala dan Lulu pun keluar kamar menemuiku, mereka saling tidak memandang satu sama lain ada kemarahan yang tergambar pada wajah mereka. Aku menanyakan apa yang terjadi, namun mereka hanya terdiam, dan aku memaksa Lulu untuk menceritakan semuanya, Setelah Lulu menceritakan semuanya kepadaku. Aku hanya bisa tertawa mendengar cerita itu, dan meledek teman-temanku itu, hanya karena Alif mereka sampai bermusuhan.

Dan ketika aku sedang asyik menggoda kedua temanku itu, terdengar suara motor berhenti di depan kontrakan. Ohh, ternyata itu Alif yang datang, dengan motor putih miliknyanya, seketika tergambar pada wajah Lulu dan Lala kegembiraan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Lala segera beranjak dari kursinya dan menyambut kedatangan Alif, dengan senyum yang paling manis di wajahnya, Seakan sudah ada perpisahan lama antara Lala dan Alif dan hari itu kerinduan Lala terpecahkan sudah dengan kedatangan Pangeran keduanya itu. Di sisi lain, ada seorang wanita yang hanya merengut dan murung pada kursinya, siapa lagi kalau bukan Lulu kumala ningsih. Lulu hanya bisa menyaksikan penyambutan Lala pada Alif, dan ia tidak bisa menahan rasa malunya hingga hanya bisa duduk dan diam.

Alif turun dari motornya dan mengucapkan salam pada kami dan memberikan sejumlah makanan yang ia bawa dari masjidnya. Suasana pada hari itu terasa sangat hening, meski ada empat orang disitu, tidak ada canda tawa seperti hari-hari sebelumnya. Lala sangat berusaha, membuat Alif nyaman disitu ia menawarkan permainan game pada Alif namun Alif menolaknya. Lala mencari cara untuk bisa mengobrol dengan pujaan hati keduanya itu, namun Alif merasa risih dengan sikap Lala.

Tidak lama kemudian Alif berpamitan untuk pulang.

Cerpen Karangan: Arnita Sari
Facebook: Arnita Sari

Cerpen Cinta Yang Terlarang (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan Jonesku

Oleh:
Nama ku Khoirotunnisa temanku sering memanggilku Nisa aku duduk di bangku kelas 7 aku sekolah di Pesantren yang menurutku cukup besar di daerahku, nama pesantren nya adalah Al-Manar tepat

Menunggu Takdir

Oleh:
Aku tertawa-tawa bersama teman-temanku Alumni SD angkatanku. Hari ini sekolahku mengadakan reunian akbar. Dari satu angkatan diatas angkatanku hingga dua angkatan dibawahku. Bertempat di Sekolah ini, aku takjub mendapati

Kejutan Di Hari Raya

Oleh:
Ketika aku telah menyelesaikan pendidikanku di bangku Sekolah Menengah Atas. Aku pun melanjutkan ke Universitas Islam Indonesia. Aku masuk UII tersebut tanpa test, karena aku telah menghafalkan Kitabullah. Hari

Takdirlah Sutradaranya

Oleh:
Andai kau menyatukan sepasang kasih, tiada luka menyayat lara, tiada puitis mengandung dusta tiada air mata terbuang percuma, tiada hidup berakhir sia. Tidakkah kau dengar rengkuhan doa memanggil cinta?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *