Cintaku Bukan Untuknya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 September 2017

Saat ini aku adalah murid kelas 12 SMK di sebuah desa. Aku seorang yang biasa-biasa saja dengan seribu kekurangan yang aku punya. Aku sangat bahagia dan bersyukur dengan kehidupanku karena aku memiliki keluarga, sahabat, dan semua orang yang telah memberikan warna-warni dalam hidupku. Tetapi semua itu baru kusadari sekarang, setelah aku terlepas dari lingkaran yang namanya cinta.
Entah dari mana masalah itu muncul. Aku pun merasa bimbang. Saat itu aku belum begitu tahu apa itu cinta. Kupikir cinta adalah sebuah perkara yang sederhana dan membahagiakan.

Di kala SMP dulu, saat aku baru berusia 15 tahun, aku pernah menyukai seseorang. Orangnya memang tak begitu tampan tetapi dia baik, soleh, dan berwibawa. Rasyid namanya.
Baru saja kurasakan bahagia karena menyukainya tetapi ternyata inilah awal penderitaanku. Penderitaan yang takkan pernah berhenti jikalau aku belum dapat menemukan cahaya untuk berjalan di dalamnya atau keluar darinya.

Awalnya berjalan dengan baik, kami hanya berkomunikasi melalui SMS dan tidak ada yang tahu mengenai hal itu. Hingga pada suatu hari saat istirahat Rasyid mencariku di kelas tetapi aku tidak berada di sana. Justru Rima, sahabatku aku tidak berada di kelas maka dia pun meminta Rima untuk memberitahuku tentang hal itu saat aku kembali nanti.

Saat aku kembali, Rima langsung memberitahuku. Ah… aku sangat malu pada Rima dan teman-teman yang lainnya. Rima merasa sangat bingung. Mengapa Rasyid mencariku dan bagaimana dia mengenalku. Maka Rima pun bertanya padaku, “Mengapa Rasyid datang kemari dan mencarimu? dan apa yang sebenarnya terjadi, Reyya?”.
Rima terus menghujaniku dengan pertanyaan-pertanyaannya hingga aku merasa bingung akan menjawab pertanyaan yang mana. Maka aku pun menjelaskan semuanya pada Rima dan meminta maaf padanya karena belum sempat menceritakan hal itu. Rima merasa kecewa dan tidak memercayai semua ceritaku.

Sejak saat itu, setiap kali bertatap muka denganku dia hanya diam membisu. Dia pun enggan duduk di sampingku lagi. Sekecewa itukah dia padaku, sakit rasanya diacuhkan oleh sahabatku sendiri. Dalam sekejap dia berubah, aku seperti musuh baginya. Saat aku bicara padanya, dia memalingkan wajahnya dariku. Saat aku bertanya padanya, dia hanya membisu.

Oh Tuhan… aku tersiksa dengan keadaanku yang seperti ini. Mungkinkah dia marah karena aku dekat dengan Rasyid?.
Seharusnya jika cinta itu membahagiakan seperti yang kukira selama ini. Maka cintaku tidak akan menyakiti siapa pun sekalipun itu diriku sendiri. Akan tetapi yang terjadi sekarang, sahabatku tersiksa karena cintaku dan aku tersiksa karena keadaan yang aku pilih. Cinta bukan begini dan bukan cinta seperti ini yang kuinginkan.

Setelah hampir sepekan hubungan persahabatanku memburuk. Hari ini Rima sudah mau berbicara lagi padaku. Aku pun kembali meminta maaf padanya dan dia memaafkanku. Persahabatanku perlahan membaik, Rima mulai mengungkapkan hatinya mengenai aku dan Rasyid. Ternyata dugaanku benar, dia marah sebab merasa cemburu aku dekat dengan Rasyid. Tetapi dia juga berkata bahwa dia telah menghilangkan perasaannya untuk Rasyid dan membiarkanku dekat dengan Rasyid.
Aku sangat bersyukur persahabatanku tak hancur karena cintaku sendiri. Namun, ternyata selama ini hati dan pikiranku telah buta karena cinta. Semua kebaikan yang Rasyid lakukan untukku semata-mata karena dia menganggapku sebagai adiknya bukan orang yang spesial dalam hidupnya.
Ah… sungguh bodohnya diriku ini hingga aku tak menyadari alasan kebaikannya. Dan saat itulah baru aku tahu apa itu cinta.

Cinta akan membuatku bahagia jikalau aku mencintai orang yang tepat dan cintaku itu karena Tuhan.
Cinta akan menyiksaku jikalau aku mencintai orang yang tak seharusnya kucintai seperti cintaku padanya.
Sungguh sakit mengetahui Rasyid tak memiliki perasaan yang sama denganku. Dia mencintai seseorang dan itu bukan aku. Hatiku seakan tertusuk pisau bertubi-tubi, jantungku seakan berhenti berdetak, dan aku seakan mati dalam kehidupanku.
Aku merasa mati padahal aku masih hidup. Hingga akhirnya orangtuaku mengetahuinya. Mereka kecewa padaku sebab tak seharusnya aku begitu. Mereka menasihatiku agar aku melupakan semua itu, hanya ada air mata yang akan terus terjatuh jika aku tak melupakannya.

Akhirnya setelah enam bulan aku berada dalam jurang penderitaan. Sekarang aku telah berhasil terbebas darinya sebab aku telah menemukan cahaya yang sangat terang, yang takkan pernah meredup cahayanya. Aku tersadar setelah jatuh dan pingsan dalam cintaku yang sebelumnya.

Ternyata sejatinya cintaku ini bukan untuknya, bukan untuk siapa pun dan apa pun di dunia ini. Melainkan untuk Tuhan Yang Maha Abadi, yang takkan pernah hilang dan takkan menyakiti siapa pun. Saat cinta hanya untuk Tuhan, aku tidak akan pernah sakit hati dan menyakiti siapa pun. Takkan ada yang marah dan bersedih karena aku mencintai-Nya. Tuhan takkan menyia-nyiakan orang yang mencintai-Nya. Cintaku pun takkan sia-sia saat aku mencintai-Nya sehingga yang ada hanyalah rasa aman dan bahagia. Aku pun akan senantiasa hidup dalam kehidupanku ini karena selamanya yang kucintai takkan pernah mati dan hilang.

Jikalau air mataku terjatuh ke bumi itu pasti karena aku sangat bahagia telah menemukan sejatinya cintaku ini. Takkan pernah kulepaskan cintaku ini.

Terima kasih Tuhan… Engkau telah menyadarkanku bahwa orang yang kucintai hanyalah salah satu ciptaan-Mu yang suatu saat nanti akan rusak dan hilang. Maka di saat dia hilang dan kala itu aku mencintainya dengan sesungguh-sungguhnya cinta, aku pun akan ikut menghilang walaupun yang terlihat aku masih ada.

Sekarang aku telah tersadar dan selalu berusaha agar tak buta lagi karena cinta yang lainnya. Segala daya dan upaya akan kulakukan untuk mencegah air mataku menetes kembali karena tipu daya cinta kepada selain-Mu, Tuhanku.

Cerpen Karangan: Roikhatul Miska Bilah
Blog / Facebook: miskareiya.blogspot.co.id / Roikhatul Bilah

Cerpen Cintaku Bukan Untuknya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setetes Tinta (Part 2)

Oleh:
Seperti sepasang kekasih. Alissa menghela nafas berat sambil mengelus dada. Hatinya terasa mulai retak. Alissa menghela nafas lalu berbalik dengan cepat. Ia ingin segera berlari, namun malah menabrak seseorang.

Sorry, Gak Galau Lagi

Oleh:
“Ah.. aku bisa gila.. aku bisa gila!” Ucapku sendiri dalam hati seraya memegangi kepalaku. Kenapa wajah pria itu selalu menghantuiku. Senyumnya, kenapa senyumnya ada di mana-mana. Ada apa denganku!

Tentang Sandy

Oleh:
3 Juli 2006 Namanya Sandy. Sandy Nur Huda. Aku mengenal sesosok dia ketika awal masuk SMP ini. Ya, ketika aku dan dia sama sama masih siswa baru, di sebuah

Kejamnya Cinta

Oleh:
Disaat saya merasa hampa, sepi, tak ada harapan, tak ada semangat motivasi hidup. Saya berdoa kepada Tuhan untuk menghadirkan seseorang wanita yang dapat menghilangkan rasa hampa, rasa sepi, dapat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *