Demi Allah Bukan Demi (Aku) Makhluk Nya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 26 July 2018

“Sia-sia bro pengorbanan gue jungkir balik selama 6 bulan ini buat ngedapetin dia”. Ucapku frustasi.
“Wo.. wo.. wo jadi cuman stak di sini aja bro”.
“Lo tau gak gue susah-susah nyiapin kejutan buat dia plus nembak dia ehh dianya cuman jawab maaf Ren aku gak mau pacaran, aku minta kamu bisa ngertiin aku”. Jawabku sambil menirukan gaya bicara Renata.

Ya dia Renata Nurul Adzkiya cewek inceran gue. Memang dari awal mereka semua (temanku) melarangku mendekatinya, bukan tanpa alasan mereka bersikap seperti itu. Lihatlah aku Rendy Renandro seorang trouble maker sekolah mau ngedeketin Renata yang alim itu sampai dunia jungkir balik pun mustahil bisa terwujud.

“Gak gue gak boleh nyerah begini, gue bakal buktiin ke dia gue bisa berubah lebih baik demi dia, ya demi Renata”.

Setiap hari jumat sekolah kami rutin mengadakan tadarus bersama, ya ini bisa jadi kesempatan buat nunjukin ke Renata kalo gue juga bisa jadi cowok sholeh (kagak salah).

“Ssstt tumben dia ikut kegiatan tadarus, salah obat kali tu anak!”.
“Tobat kali tu bocah!”.
“Kalian ini gimana sih kalo ada yang punya niat baik buat ikut kegiatan di sini kenapa enggak? Seharusnya kalian ikut seneng bukan malah kaya gini”. Bisa kudengar mereka membicarakanku dan Renatalah yang berusaha mengingatkan mereka supaya menerima kehadiranku.

Kegiatan tadarus ini pun berlanjut sampai tiba giliranku untuk membaca. Apa kalian tahu apa yang terjadi jeng.. jeng.. jeng jelas aku tak bisa, betapa bodohnya aku tidak memikirkan ini sebelumnya.
“Ayo Ren cepet baca jam tadarus udah mau habis”. Seloroh seseorang padaku.
“Jangan bilang kamu gak bisa”. Timpalnya lagi.
Saat aku akan membuka mulut, suara indah lantunan Al-Qur’an kembali terdengar, ya itu suara lembut dari Renata syukurlah dia mengerti keadaanku.

Esok harinya sepulang sekolah ada kegiatan ekskul Rohani Islam (Rohis) ini bisa jadi peluang lagi buatku. Tapi gimana nanti kalo ada sesi baca Al-Qur’an lagi? Ahh bodo amat yang penting aku bisa menjalankan misiku.
Ya di sini aku berada di dalam mushola mendengarkan Renata gadis pujaanku sekaligus ketua rohis itu tengah menyampaikan ceramah di depan semua teman-teman serta adik kelasnya. Dia kelihatan begitu anggun dan cantik.

“Terima kasih Rena lo udah nyelametin gue di kegiatan tadarus kemarin”. Ucapku saat kami tengah memakai sepatu di depan mushola setelah kegiatan rohis selesai, kebetulan sepatu kami bersebelahan.
“Iya sama-sama lagian dengan kamu udah mau ikut kegiatan itu udah buat aku seneng kok”. Jawabnya sambil tersenyum.
“Seneng?”. Tanyaku penasaran.
“Eh iya maksudku aku seneng kegiatan tadarus ini jadi tambah lagi anggotanya dan semoga ini bisa jadi langkah awal buat kamu memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi”. Jawabnya agak kikuk.
“Gue nglakuin ini semua demi lo Rena, lo masih ingetkan kata-kata gue dulu gue bakal ngelakuin apa aja agar lo bisa nerima gue”. Tuturku padanya.
“Kamu salah Ren kalo ngelakuin semua ini demi aku, kamu salah besar”.
“Melakukan hal baik itu harus ikhlas demi mendapat ridho dari Allah, kalau dari awal niat kamu udah salah kedepannya pun akan terus salah Ren”. Lanjutnya lagi.
“Ta tapi…”.
“Mulai sekarang perbaiki niatmu dulu, niat hanya demi Allah swt bukan niat demi aku makhluknya yang berlumuran dosa ini”.

“Satu lagi Ren jangan sampai hanya karena aku kamu melakukan ini semua, kamu tidak perlu berpura-pura jadi
orang baik hanya demi tujuan yang salah ini. Bukan maksudku mengatakan kalau kamu bukanlah orang yang baik tapi kamu harus terus belajar memperbaiki dirimu. Semangatt!!”.
“Aku duluan Ren, Assalamu’alaikum”. Ucapnya kemudian berlalu meninggalkanku yang masih melongo mendengar penjelasannya tadi.

“Wa..wa’alaikumsalam”. Jawabku ketika tersadar dia sudah melangkah cukup jauh dariku.
“Niat iya niatku yang salah terimakasih Renata. Sekali lagi terima kasih”.

END

Cerpen Karangan: Ristiana E Ani
Blog / Facebook: Ristiana EA

Cerpen Demi Allah Bukan Demi (Aku) Makhluk Nya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar

Oleh:
“Hush!” Aku mencoba menghapus bayang cintaku yang semu. Merah masih melekat di mata senja waktu itu. Aku masih menunggu. Ingin rasanya, ku putar waktu berlipat-lipat jam yang lalu. Ketika

Tak Sehangat Senja

Oleh:
Suara alunan mengaji dari masjid terdengar ke seluruh penjuru jalan yang ada di sekitarnya. Sementara rumah berlantai 2 dalam gang, terdapat gadis remaja. Terlihat ia di sebuah kamar berjendela

Si Baper Mengejar Cinta

Oleh:
Dia wanita berumur 19 tahun, tidak tinggi, tidak putih, dan dia biasa saja. Namanya adalah Ana. Dia mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Lampung. Meskipun penampilannya tak menarik,

Cinta Yang Selalu Diterima

Oleh:
Sahabat.. bagaimana kabarmu? Semoga selalu dalam keadaan baik dan mendapatkan pandangan perhatian dari Allah. Sahabat… Dengan cinta seseorang mampu menuai kesuksesan yang tinggi, kehidupan yang bahagia, dan ketenteraman hati.

Halalkan Aku Dulu

Oleh:
Sudah tujuh hari tujuh malam Lisa mengurung diri di kamar. Biasa anak muda zaman sekarang pasti masalah lelaki. Memang laki-laki itu selalu salah dan perempuan selalu benar. Tapi hanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *