Dibalik Lubang Lumpur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 1 August 2017

Jlebb!! Aku masuk ke dalam lubang berisi lumpur… Sontak aku berteriak kepada sahabatku “Tolongg.. Tolongg.. Mir, sin..” tapi entah mengapa mereka diam saja tidak menolongku padahal mereka melihatku terperosok ke sini.
“Sory ya nai, aku gak bisa kalo aku nolongin kamu nanti yang ada baju aku kotor lagi.. Sory ya…” jawab mira lalu kudengar langkah kakinya menjauhi aku.
“Sin, tolong aku…” pintaku lemas, tapi yang ada langkah kakinya meninggalkanku.. Dia hanya berkata “Maaf” dan akhirnya pergi.
Lengkaplah sudah.. Aku akhirnya sendiri, ke mana sahabat-sahabatkuku? Mereka yang setiap hari bersamaku tapi nyatanya apa? Mereka lebih khawatir baju mereka daripada aku.
Aku terdiam lemas sambil sedikit-sedikit berteriak “Tolongg” langit pun sudah mulai berubah oranye, mungkin matahari juga akan meninggalkanku seperti sahabatku yang lain.

Tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat, yaps kuyakin!! Sahabatku tak akan tega meninggalkanku sendirian. Dia mulai mendekatiku daan ternyata bukan!! Dia seorang pria “Hai, sedang apa kau di sana” sapanya mengagetkanku
“Aku terperosok” jawabku lemas “Tolong aku..”
Dia akhirnya pergi, yaps pergi!! Tanpa menolongku, ishh menyebalkan!! Aku bencii dia!
Selang beberapa menit tiba tiba ada tali menghampiriku, sontak aku melihat ke atas dan ternyata pria itu… Yapss dia menolongku.

“Oh jadi kamu di situ karena terperosok gara gara sibuk mikirin pacar kamu yang putusin kamu” ucap lelaki itu “Kasihan ya kamu” ledeknya lagi
Aku manyun “Iya, tapi anehnya tadi aku sama sahabat aku tapi mereka gak ada yang mau tolong aku.. Aku benci deh” ujarku sebal.
“Jangan gitu, bayangkan hal-hal baiknya sahabat kamu. Dan jangan benci mereka sesungguhnya kelak nanti pasti mereka akan menolong kamu,”
“Ya ampunn gila, ni cowok alim banget, andai aja dia rendi mantan aku. Pastii…” “Eitss ngapain juga aku mikirin rendi.. Pokoknya naila harus move on dari rendi” ucapku dalam hati.

“Oiyah, saya ikhsan, jurusan ilmu dakwah di uin”
“Calon ustad dong” ledekku “Aku naila dari ui jurusan farmasi”
“Hehe iya.. Insyaallah ya do’a kan saja” “Oiyah, naila saya harus pergi dulu..” ujuarnya sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya
“Oiyahh, makasih ya san.. Makasih banget kalo bukan karena kamu mungkin aku masih di sana”
“Udah ya nai, makasihnya sama allah aku cuma perantara” ujarnya lalu bernjak pergi.
“Ikhsan tunggu…” ucapku menghentikan langkahnya. “Kenapa?” jawabnya tanpa menoleh.
“Aku ingin belajar islam lebih jauh, mau kamu bantu aku?”
“Datang ke sini minggu depan jam 9 nai” jawabnya sambil beranjak pergi.
Baru kali ini aku menyukai seseorang karena imannya. Subhanallah, jaga dia ya allah.

Keesokan harinya, mungkin karena dorongan keislamanku yang semakin baik karena bertemu sosok ikhsan aku tergerak memakai jilbab hari ini, baju yang biasanya mencetak tubuhku sekarang longgar. Aku juga bertemu sahabatku mira dan sindi, mereka kaget melihatku sampai sampai sindi menjatuhkan bukunya, “Naila..” “Kamu gak papa kan?” tanya mereka panik
Aku mengambilkan buku sindi “Yaps gak papa” jawabku tanpa kecewa kenapa? Karena aku mengambil hikmah positif yang terjadi karena mereka tidak menolongku yaitu.. Aku bisa bertemu ikhsan lelaki yang kini aku idam-idamkan sebagai calon imamku..
“Yang kemarin maaf ya nai, aku bener-bener bingung mau minta maaf gimana ke kamu” jawab mira yang kurasa merasa bersalah sekali
“Everything is oke” jawabku lembut.. “Aku ada kelas, aku pergi dulu ya.” “Assalamu’alaikum”
“Nai, kok kamu pake jilbab?” tanya sindi
“Ini mungkin karena hidayah, doakan aku ya semoga gua selalu istiqomah.” jawabku lalu pergi hingga terdengar mereka membicarakanku “Dia hari ini aneh banget ya” itu yang kudengar.

Di perjalanan menuju kelas aku bertemu rendi, yaps mantanku. Aku hiraukan dia seperti angin lewat. Tapi dia meraih tanganku “Nai, aku minta maaf, aku tau kamu masih cinta kan sama aku? Aku pengen semuanya kita ulang dari awal kita bisa memulai cinta kita lagi” rendi meyakinkanku.
Memang masih perih yang kurasa setelah ia pergi meninggalkanku karena wanita lain dan dengan mudahnya dia merengek meminta kembali “Maaf” jawabku singkat
“Tapi nai!!”.. “aku sayang sama kamu” ujarnya lagi
“Dengan apa yang kemarin kamu lakuin ke aku ren? Aku gak marah kok sama kamu, malah aku mau bilang terimakasih ke kamu karena kamu, aku mendapatkan cinta hakiki aku ren!” “Aku harap kamu ngerti ya!! Ini saatnya kita harus sama-sama mencari cinta hakiki kita masing masing ren. Maaf” jawabku sambil meneteeskan air mata.. Bukan air mata kesedihan tapi kebahagiaan..
“Jadi kamu udah punya lelaki lain, setelah 5 tahun kita bareng-bareng?” tanyanya lemas
“Cinta hakiki yang aku maksud bukan sama lelaki ren, tapi sama allah”. “semoga kamu selalu dilindungi ya ren” aku pun bergegas pergi. “Assalamu’alaikum ren”

Hari yang kutunggu-tunggu itu datang, yaps aku kembali di sini dan ternyata ikhsan sudah menunggu. “Assalamu’alaikum ikhsan”
Ikhsan kaget melihatku berjilbab “Waalaikumsalam… Kamu cantik ukhti” Jawabnya sambil menoleh ke arahku. “kita mulai dari mana? Apa kamu bisa mengaji, aku sudah siapkan al qur’an lho”
“Kita belajar mengaji ya hari ini” lalu kami pun belajar bersama.
“Apakah naila sudah pernah pacaran?” tanyanya kepadaku.
“Kamu lupa? Kan waktu aku terjerumus lubang itu karena aku memikirkan mantanku”. “kamu sendiri?” Tanyaku balik.
“Ohh iya aku lupa.. Hehe” jawabnya malu “Belum..”
“Belum? Kenapa? Kamu kan ganteng, baik, berkarisma, kenapa kamu belum pernah pacaran?” tanyaku penasaran.
“Karena aku tahu sakitnya istriku kalau tau aku bekas orang lain..” jawabnya membuat aku minder, mana cocok aku untuknya? Aku hanyalah wanita yang kotor dan baru menemukan pelangiku.

“Apa naila sudah ada yang menghitbah?” tanyanya bak petir yang mengelegar di siang hari yang cerah. Aku hanya bergeleng.. “Kenapa?”
“Bolehkah aku dan keluargaku bertemu keluarga naila untuk menghitbah naila?” tanyanya sontak membuat aku berkaca-kaca entah senang atau sedih
“Secepat ini ikhsan?” tanyaku ragu
“Lebih cepat lebih baik, aku yakin naila pilihan allah yang terbaik.. Inshaallah ikhsan siap.”
“Tapi kan naila nggak cocok buat ikhsan, naila itu baru aja bertaubat, ikhsan harus dapet yang…” ucapanku terpotong oleh ikhsan
“Iksan cinta naila karena naila mau cinta sama tuhan iksan..” ikhsan meyakiniku “Annauhibbuka fillah”
Aku pun mengagguk, dia yang terbaik dari mu ya allah..

Dan aku percaya dibalik sesuatu yang buruk pasti ada sesuatu yang baik, dibalik lubang lumpur yang kotor ternyata ada ikhsan calon suamiku yang baik..
Alhamdulillah ya rabb.. Anna uhibbuka fillah ikhsan..

Cerpen Karangan: Alifiyyah Azzahra
Facebook: Alifiyyah Azzahra

Cerpen Dibalik Lubang Lumpur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelabuhan Cinta

Oleh:
Sore itu hari kamis gerimis. Ada yang berbeda pada suasana kali ini. Meski mendung entah mengapa terasa hangat? Aku turun dari bus, tanganku yang memegang buku ku jadikan pelindung

Doa Untuk Bidadari

Oleh:
Di sebuah auditorium kampus, berdiri seorang laki-laki berkemeja biru tua, tampak rapi dengan mengenakan peci hitam tertancap di kepala. Dengan wajah tampannya, Ia tebarkan senyuman pagi cerah, siap akan

Suara Merdu Yang Menggelitik Hati

Oleh:
“sebenarnya aku juga suka seseorang di sini.” Serasa ada yang memukul dadaku saat itu. Tersentak dengan ucapannya. Sekuat tenaga ku mencoba tetap tersenyum, sambil menyembunyikan wajahku darinya. “ciee… biar

Aku Lebih Memilih Dia

Oleh:
“Apa ini perasaan cinta? Semenjak dia mengumandangkan Adzan kemarin! Aku seperti selalu mendengar suaranya! Ya Allah tolong aku!” Gumam Salsa Lirih. “Salsa! Ngomong apa sih? Kok gak jelas gitu?”

Laron Juga Ingin Pacaran

Oleh:
“Laron.. laron…!” Begitulah sekiranya teman-teman memanggil saya. Itu sebuah kata ejekan yang di ciptakan oleh teman saya untuk saya mereka mengatai saya laron karena banyak panu di sekitar tangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *