Dilema Cinta Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 27 December 2017

Apakah kau ingat percakapan kita setahun lalu? Kala itu kau mengatakan
“Aku tidak mau pacaran.” Aku amat senang mendengar hal itu.
“Kenapa?”
“Karena aku tidak mau menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Aku ingin menjadi muslimah yang sesungguhnya. Dan aku tidak mau mendapat murka dari-Nya.”
“Alhamdulilah kalau begitu. Aku harap kau bisa istiqomah melakukannya.”
“Aminnnn”
“Jika seperti itu, apakah kau akan menunggu seseorang untuk menjemputmu?”
“Insyaallah aku akan menunggu hingga ada seorang pria yang datang ke rumahku untuk menjemputku. Selama menunggu itu terjadi, aku akan senantiasa memperbaiki dan menyiapkan diri.” Aku semakin bangga karena telah mencintaimu. Aku merasa sudah mencintai orang yang tepat. Semangat untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri semakin berkobar seperti api yang menyala-nyala.

Hingga suatu hari. Aku melihatmu berduaan dengan seorang pria yang kutahu bernama Erik. Teman sekelas kita waktu kelas X yang suka tidur di kelas dan datang terlambat. Hatiku resah, aku tidak bisa fokus pada pelajaran yang diberikan guru di kelas. Aku tidak bisa tenang. Bayangan kau dengan Erik selalu melintas di benakku.

Akhirnya, aku putuskan untuk bertanya kepada sahabatmu, Ayu.
“Yu, Nisa sama Erik ada hubungan apa? Kok mereka berduan aja dari tadi?”
“Emang kamu gak tau lid?”
“Tau apa?”
“Nisa sama Erik kan udah sebulan pacaran”
“Apa?!” Teriakku
“Kenapa Lid?”
“Gak papa kok Yu. Makasih ya”
“Iya sama-sama Lid”

Seketika angin yang sangat kuat berhembus, memadamkan api semangat yang telah berkobar selama ini. Hatiku yang semula retak, kini sudah hancur berkeping-keping.

Aku berlari menuju lantai paling atas gedung sekolah. Tempat dimana aku bisa menumpahkan semua perasaanku.
“Mengapa!!! Mengapa!!! Mengapa!!!” Teriakku. Bulir-bulir bening mulai keluar dari kelopak mataku. Aku menangis. Tangisan patah hati seorang pria yang baru merasakan indahnya mencintai seseorang dengan sepenuh hati, sehingga membuatku melupakan cinta yang abadi, yaitu cinta sang maha cinta.
“Mengapa Tuhan? Mengapa? Apakah aku salah, jika aku mencintai salah seorang hamba-Mu?” lirihku

“Antum kenapa Lid?” suara serak yang sangat familiar itu mengagetkanku. Kubalikkan badan dan kulihat seorang pria tinggi berdiri beberapa meter dariku. Dia adalah Kevin, sahabatku. Dia sudah mengetahui semua kisahku dari awal sampai sekarang.
“Antum menangis Lid? Kenapa? Apa disebabkan karena Nisa? Sadar Lid! Sadar! Ane udah pernah bilang ke antum kan semua konsekuensi yang antum dapat dari cinta ini? Lantas kenapa antum mengangis seperti ini?”
“Ane gak bisa melihat dia bersama pria lain Vin, gak bisa. Dia cinta pertama ane. Antum taukan sudah satu tahun ane memupuk rasa cinta ini.”
“Sedalam itu kan rasa cinta antum untuk Nisa?”
“Iya Vin. Dia selalu muncul di pikiran ane tanpa ane ingin.”
“Oke kalau perasaan antum ke dia seperti itu. Tapi ane mohon sama antum, jangan nangis kayak gini. Kalo antum seperti ini, antum bukan Khalid yang ane kenal. Khalid yang ane kenal itu gak akan nangis walaupun wanita yang dia cinta dengan sepenuh hatinya pacaran sama orang lain. Yang ane tau Khalid itu kuat, gak rapuh kayak gini. Dia juga langsung mendoakan wanita yang dia cintai itu agar terbebas dari lembah yang penuh dengan dosa.”
“Dia… dia… dia sepertinya sangat bahagia dengan pacar Vin. Dia semakin hari semakin menjauh dari ane. Ane selalu berharap kepada-Nya agar didekatkan dengan Nisa jika dia jodoh yang Dia tetapkan untuk ane, dan sebaliknya. Do’a ane sudah dijawab Vin. Ane diminta untuk menjahuinya. Ane gak bisa jauh dari Nisa, Vin. Gak bisa.”
“Antum udah dengar perkataan imam syafi’i Lid?”
“Tentang apa?”
“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah akan timpahkan kepadanya pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkataan tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”
“Coba antum introspeksi diri dulu Lid. Ane takut kalau antum mulai menjauh dari-Nya. Sehingga, Dia menjauhkan antum dari Nisa.”

Mendengar perkataan Kevin, aku tersadar bahwa selama ini aku sudah tidak berzikir mengagungkan nama-Nya.
“Astagfirullah…” lirihku
“Mengapa aku bisa seperti ini? Ya Allah, ampunilah hambamu yang lemah ini karena hamba telah melupakanMu.”

Kudongakkan kepalaku menatap Kevin yang sedang berlutut di hadapanku.
“Syukron Vin.”
“Afwan, sudah menjadi tugas ane sebagai sahabat. Apa antum sudah baikan?”
“Alhamdulilah”
“Syukurlah kalau begitu. Sholat zuhur yuk, kita sudah telat 15 menit.” Aku hanya menganggukkan kepala, kemudian bangkit dan berjalan menuju mushola.

Setelah selesai sholat, perasaanku sudah lebih tenang dari sebelumnya. Kuangkat kedua tanganku seraya berdo’a
“Ya Allah, ampunilah hambamu yang lemah ini karena hingga detik ini hamba masih menyimpan sebuah rasa cinta kepada salah seorang hambaMu di sana. Ya Allah, jika memang rasa cinta ini membuatku jauh dariMu maka hilangkanlah. Kumohon, pertemukanlah aku dengan orang-orang yang mencintaimu jauh di atas segalanya, yang mencintaiku karena Mu dan yang kucintai karena Mu. Namun, jika memang rasa cinta ini mendekatkanku kepadaMu dan dialah yang engkau tetapkan sebagai jodohku, maka pertemukanlah kami di waktu yang tepat. Disaat kami telah siap, pertemukanlah kami dalam kesucian cintaMu.”

Cerpen Karangan: Albert Nanda Saputra
Facebook: Albert Nanda Saputra

Cerpen Dilema Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jilbab Untuk Dara

Oleh:
Pagi itu suasana sekolah begitu asri dengan sinar matahari yang mulai menyinari muka bumi ini secara perlahan, jajaran-jajaran gedung yang berdiri kokoh menambah elok keindahan kota ini. Setiap pagi,

Kacamata Bergaris Hitam (Part 1)

Oleh:
Kampus ku memang tak terlalu besar, tak terlalu terkenal, tak banyak mahasiswa dan mahasiswinya namun kampus ini kampus ternyaman yang pernah ku ketahui. Mengapa? Karena di tempat ini, ketenangan

Hati Yang Merindui

Oleh:
Segala puji bagi Rabb al-Izzati yang menanamkan kasih sayang dalam sanubari setiap jasad-jasad hidup yang ia ciptakan, karena dengan limpahan karunianya itu, setiap insan manusia akan merasakan yang dinamakan

Komet

Oleh:
Alissa tercenung saat matanya tak sengaja melihat sebuah foto yang muncul di beranda akun facebooknya. Seorang lelaki berwajah semi-oriental, berkulit kuning langsat dengan penampilannya yang ‘keren’. Alissa tersenyum, mengamatinya.

Cahaya Bintang

Oleh:
Sosok pria misterius yang membuat aku penasaran banget… Sudah 10 surat cinta sampai padaku namun sampai detik ini aku tak tahu siapa dia. Aku adalah seorang siswi SMA kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *