Empat Cara Taklukkan Nayla

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 16 March 2016

Langit sore ini begitu indah senada dengan hati Rico yang berbunga-bunga. Lelaki tampan itu sedang mengamati perempuan berkerudung penjual rempeyek yang biasa jualan di kompleks rumahnya. Senyumnya merekah begitu mendapati si penjual telah berdiri di depan rumahnya. “Nayla!” panggilnya, “Beli rempeyeknya sepuluh!” seru Rico girang.

Si penjual yang bernama Nayla itu mengambil rempeyeknya sepuluh bungkus dan memasukkannya ke dalam plastik lalu menerima uang lima puluh ribuan dari Rico. Tidak seperti penjual pada umumnya, Nayla adalah gadis kuliahan di salah satu universitas negeri Indonesia. Gadis ini memang agak jutek terhadap laki-laki bahkan seribu cara yang dilakukan Rico semuanya nihil alias tidak membuahkan hasil.

Kemarin Rico mendapat cara jitu dari sahabat Nayla untuk menaklukkan gadis tersebut. Memang, Nayla bukanlah wanita yang tertarik dengan yang namanya laki-laki maupun pacaran. Dia lebih suka lelaki yang berkomitmen dan langsung melamarnya. Karena itu hari ini Rico akan memulai cara jitu tersebut. Barangkali di bulan Ramadhan ini Allah memberinya kesempatan untuk mendapatkan cinta Nayla.

Cara 1: Temani Nayla jualan rempeyek
“Kamu beneran doyan rempeyek?” tanya Nayla ragu.
“Iya dong! Buka puasa tanpa rempeyek tidak ada rasanya..”
“Ya udah kalau gitu,” Nayla mengambil keranjangnya hendak pergi.
“Eh, aku temenin ya!”

“Temenin? Gak perlu,” tolak Nayla jutek.
“Masa kamu nggak boring sih jualan sendirian? Lagi pula ini kan bulan puasa. Menolak kebaikan seseorang itu nggak baik loh..”
“Ya udah deh. Terserah kamu,” Nayla mulai berjalan tanpa memedulikan Rico yang menyusulnya.
“Bulan puasa masih aja jutek,” guman Rico kesal.
“Kalau berani, langsung bilang di depan orangnya,” ledek Nayla sedikit ngotot.
“Hehe.. Biarpun jutek kamu tetep cantik!”
Nayla hanya menghela napas kesal sementara Rico masih cengengesan. Nayla memang terlihat kesal namun tak ada yang tahu isi hatinya, kan?

Cara 2: Telur ceplok kesukaan Nayla
“Hei, Nay!”
“Hm,” jawab Nayla masih tetap melanjutkan membaca novel yang dibawanya.
“Denger-denger kamu suka telur ceplok ya?”
“Hm,” jawabnya nggak peduli meskipun sesaat wajahnya tampak kaget.
“Nih, telur ceplok buat kamu. Buatanku loh! Dimakan ya…”

Rico mengeluarkan sebuah kotak bekal dan memberikannya pada Nayla. Nayla tampak ragu tapi karena melihat senyum Rico yang tulus ia menerimanya. Begitu membuka bekal itu, tawa menghiasi wajah manis Nayla dan langsung membuat Rico tersenyum lega. “Kok bisa sih?” tanya Nayla di sela-sela tawanya. Gimana nggak ketawa? Telur ceplok itu punya dua kuning telur sebagai mata dan kecap sebagai bibirnya yang tengah tersenyum.
“Buat kamu, apa sih yang susah?” Sontak wajah Nayla memerah mendengar penuturan Rico barusan.

Cara 3: Gembok dan kunci
“Selamat ulang tahun, Nay…” Rico tiba-tiba datang sambil memberikan kado kecil kepada Nayla.
“Makasih,” ucap Nayla singkat masih mempertahankan sifat juteknya.
“Buka dong!”
“Kunci?” tanyanya tak mengerti begitu mendapati kunci perak di dalam kado tersebut.
“Kamu pegang kunci dan aku pegang gemboknya. Kau tahu, Nay? Kau telah mengunci mati hatiku. Kau bebas membukanya, kau bebas menutupnya, terserah kau mau apa. Nay, aku cinta sama kamu.” Nayla menggeleng, buru-buru ia pergi meninggalkan Rico dengan degup jantung yang tak beraturan.

Cara 4 dan paling ampuh: Lamar dia
Lebaran telah tiba. Suasana maaf-maafan terasa kental di kampung Nayla. Nayla yang tengah bercanda dengan anak-anak kampung dikejutkan oleh kedatangan Rico beserta kedua orangtua cowok tersebut.

“Hai, Nay!”
“Ha-Hai!”
“Nggak disuruh masuk rumah nih?”
“Oh ya, ya, silakan,” sedikit canggung dan juga gugup Nayla mempersilakan ketiga orang itu memasuki rumahnya.
Sementara orangtuanya berbicara dengan Rico, ia membuat minuman di dapur. Perasaannya campur aduk. Berbagai pertanyaan muncul di otaknya. Ia kembali ke ruang tamu dan membawa beberapa minuman lalu duduk di samping Ibunya.

“Nay, Nak Rico ini mau melamarmu,” kata Ibunya lembut dan Nayla langsung kaget tak percaya.
“Sorry ya, Nay aku mendadak banget ngelamarnya. Aku tahu kamu nggak mau pacaran jadi aku langsung ke sini sambil bawa orangtuaku,” jelas Rico dengan tatapan lembut.
“Kami berterima kasih Nay sama kamu. Sejak kenal kamu Rico jadi anak yang rajin, nggak boros, dan semua kebiasaan buruk ia tinggalkan. Kami harap kamu menerima pinangan kami,” ujar Ayah Rico.

“Menurut Ibu dan Bapak gimana?” tanya Nayla bingung.
“Loh, kok tanya sama kami? Kami sih mau-mau aja kalau kamu sama Nak Rico. Kamunya sendiri gimana?”
“Aku… aku juga mau..” jawab Nayla malu-malu kucing.
“Si gadis jutek baru aku lamar wajahnya udah merah gitu!” seru Rico girang.
“Kamu tuh!” Mama Rico langsung mencubit anaknya dan disambut dengan jeritan lantang Rico, “Maaf ya, Rico memang sedikit urakan.”
“Nggak apa-apa kok, Tante. Urakannya juga nyenengin kok,” kata Nayla.
“Ehem, sifat juteknya mana ya?” seru Rico dan disambut deathglare dari Nayla. Sontak Rico diam seribu bahasa dan dibalas dengan gelak tawa orangtua mereka.

SELESAI

Cerpen Karangan: Hikari Inka
Facebook: facebook.com/atika.nurs

Cerpen Empat Cara Taklukkan Nayla merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Doa Untuk Bidadari

Oleh:
Di sebuah auditorium kampus, berdiri seorang laki-laki berkemeja biru tua, tampak rapi dengan mengenakan peci hitam tertancap di kepala. Dengan wajah tampannya, Ia tebarkan senyuman pagi cerah, siap akan

Pertanyaan Terakhir Ibu

Oleh:
Jiya berjalan pulang dari sekolahnya dengan perasaan tidak menentu. Tadi, di sekolah, ada seorang laki-laki yang menyatakan cinta kepadanya. Bagaimana jawaban Jiya? Apakah dia menerimanya? Jiya tidak menerima maupun

Mendung (Part 2)

Oleh:
Tanganku menggenggam tanganya untuk memegang payung dan akhirnya aku tersadar lalu melepaskan tanganku kemudian mengambil alih payung untuk melindungi kita dari hujan yang turun. Ujung mata gadis di depanku

Karena-Nya

Oleh:
Namaku Asri, aku lulusan salah satu SMK ternama di daerah Gorontalo. Dan sekarang aku melanjutkan studi di salah satu universitas swasta juga yang ada di Gorontalo. Seperti biasa keseharianku

Di Balik Cadar Najwa

Oleh:
Wanita dengan sosok bercadar berlari ketakutan dalam rintikan hujan sampai ia tak sadarkan diri dan terjatuh tepat di depan gerbang pesantren. Udara sangat dingin ditambah hari yang mendung menambah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *