Hafidzoh Jatuh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 8 April 2017

Suasana subuh yang dingin di sebuah pondok pesantren, walau terasa dingin tapi ketika aku mulai melantunkan lafad-lafad al-quran, rasa dingin pun menjadi sangat hangat dan sejuk di hati. Seperti biasa, pagi ini aku mempersiapkan diri untuk menyetorkan apa yang telah aku hafalkan. “aisyah… sekarang giliranmu” kata ummah, setelah selesai aku pun mempersiapkan diri untuk pergi ke kampus.

“aisyah.. cantik banget kamu pake kerudung merah itu” kata temenku sintia, “bisa aja kamu sin, oh ya aku belum nyelesaiin tugasnya.. bisa bantu sin?”. “santai syah.. aku dah selesai kok, eh pengemarmu mau lewat tuh”. “siapa sin?” sahutku, “itu anak yang selalu kepo denganmu..” “ouh dia”. Setiap dia lewat aku hanya tersenyum padanya dan dia pun melakukan hal yang sama, aku belum tahu pasti namanya, kata sintia namanya sih jefri, aku memang selalu cuek dengan laki-laki, makanya aku gak peduli soal namanya.

Adzan dhuhur pun berkumandang, semua mahasiswa datang ke masjid untuk sholat. Ketika aku selesai wudlu, tiba-tiba jefri mendekatiku dan mengajakku kenalan. “hey mbak, boleh tau namanya?”. aku tersenyum dan menjawab cuek “maaf mas aku mau sholat!” dia pun membiarkanku untuk sholat. Selesai sholat dia mengahampiriku lagi. “mbak.. tadi belum menjawab pertanyaanku”. aku agak kesal, dan akhirnya aku beritahu namaku “kamu lagi.. iya iya, aku aisyah, la kamu?”. Dia tersenyum padaku “ouh aisyah! Nama yang cantik kayak orangnya.. aku jefri. Boleh minta nomer hpnya?”. Dalam hatiku sangat kesal dan kebiasaan cowok suka ngerayu “cari saja sendiri” setelah mengatakan itu, aku langsung pergi dan masuk kelas.

Keesokan harinya Serperti biasa setelah setoran, aku mempersiapkan diri untuk ke kampus. Pagi itu jefri sudah berada di depan kelasku, aku pun terkaget dan bertanya. “kenapa kamu di sini?”. “aku ingin menunjukkan ini padamu”. Dia memperlihatkan sebuah tulisan yang berisi data diriku yang sangat lengkap, aku sangat kaget. “dari mana kamu dapat data diriku?”. “itu rahasia, intinya aku mendapatkannya dengan perjuangan. Hehehe”

Setelah itu aku mulai memperhatikanya. Setiap hari dia selalu inbox aku di facebook, pertama kali aku membalas inboxnya dengan rasa malas dan cuek, tapi hari demi hari aku mulai terbiasa dan aku merasa nyaman saat berbicara dengannya di inbox.

Hari berikutnya dia memberitahuku lewat inbox, kalau dia sedang curhat dengan temanya yang satu pondokku di kantin. Seperti ini inboxnya “eh syah aku sedang curhat dengan temenku tentang kamu, orangnya satu pondok sama kamu! Hehehe”, “anak cowok kok curhat-curhatan? curhat tentang aku? Soal apa?”, “emangnya gak boleh ya? Wkwkwk, yeee kepo!”, “ya boleh sih.. hehehe. biarin kepo, soal apa sih?”, tiba-tiba dia off sebentar lalu on lagi dan membalas inboxku “ok aku boleh jujur?”, aku mulai bertanya-tanya “jujur soal apa? Boleh kok!”, “ya… aku tahu kamu lebih tua dari aku, emmm tapi AKU SUKA KAMU, walaupun hasilnya negatif setidaknya aku udah nyampein perasaanku”. Aku terkaget, karena aku tidak memiliki perasaan padanya, “heehehe aku udah tau dari duluk kok, kita temenan aja ya”, “aku tahu kamu seoarang hafidzoh, makanya tidak mungkin kamu menerima aku, bisa temenan sama kamu aja udah buat aku seneng banget o”. Dia cowok yang menurutku berani, padahal banyak cowok yang aku tahu kalau mereka suka aku, tapi tidak satupun dari mereka yang berani mengungkapkan perasaannya padaku.

Pada waktu subuh kata-kata jefri masih ada di pikiranku, sehingga konsentrasiku pada hafalan terganggu. Aku berpikir, apa karena kata-katanya, aku suka padanya? Hmmm aku mulai nyaman untuk menyampaikan kerisauanku padanya. “aisyah… aisyah… ayo maju..!!” tanpa sadar aku melamun, karena pangilan ummah aku pun tersadar “iya ummah”, “ada apa syah? Kok gak seperti biasa? Apa kamu kelelahan atau banyak pikiran, sehingga hafalanmu terganggu!”, “maaf mah, aku sedang banyak pikiran”, ummah tersenyum seakan tahu apa yang aku pikirkan “ingat pesanku ya, jangan sampai kamu mempunyai niat kuliah selain mencari ilmu dan memperbanyak persaudaraan atau teman, karena jika kamu memiliki niat lain, itu akan menggangu pikiranmu dan juga hafalanmu, sehingga akan mengacaukan semuanya”, “iya mah” setelah mendengar ucapan ummah, aku merenung “mungkin gara-gara aku memikirkan dia makanya hafalanku terganggu, atau memang mungkin aku sedang banyak pikiran, entahlah.. semoga aku selalu terjaga dari fitnah syetan”

Tut… bunyi hp ku ada inbox masuk “syah, aku mau mengajakmu surat-suratan, yaa… mungkin kayak anak kecil tapi, karena sangat sulit bahkan mustahil untuk berbicara langsung denganmu makanya aku mengajakmu surat-suratan mau gak?”. “di inbox kan juga bisa kan?”, “kalo inbox itu setelah off pasti lupa, tapi kalo surat itu kan bisa mengenang kita ketika kita berpisah atau saat kita sudah tua, kalo surat itu masih ada ya, hehehe”, “terserah kamu lah”.

Mulai saat itu kami saling mengirim surat satu sama lain, kalo saya pikir kayak anak kecil juga ya. hmm semakin aku dekat dengannya, hafalanku semakin kacau. Tapi karena dukungan dan motivasi darinya aku terus berusaha dan berusaha untung menguatkan hafalanku. Pada akhirnya aku pun terbiasa dengan semua ini, mulai saat ini aku sudah agak terbuka pada laki-laki berkat jefri. Walaupun kami tidak pacaran tapi kami sangat dekat seperti seoarang pacar.

Aku mulai memancingnya untuk menjadi orang yang aku inginkan di hidupku dalam sebuah surat “jujur ya, aku suka banget sama cowok yang ahli kitab, ya karena aku seoarang hafidhoh jadi wajar ya kalo aku ingin memiliki seoarang laki-laki yang pintar soal kitab, hehehe mungkin itu bisa memotivasimu hehehe” ternyata surat itu benar-benar memotivasinya, dia sangat semangat untuk mempelajari kitab-kitab. Tetapi setelah dia sangat pintar karena mendalami kitab, dia memutuskan untuk berpisah denganku dalam sebuah surat dia berkata “syah maaf dan terima kasih, kamu adalah penyemangatku, berkatmu aku bisa menjadi seperti ini. Tapi ingat satu hal aku masih suka kamu walau aku memilih untuk menjauhimu, karena aku berpikir kalo aku hanya menjadi beban untuk hafalanmu. Karena aku tahu seoarang hafidhoh ujianya lebih berat dari orang biasa, jadi aku tidak mau menambah beban untukmu” mungkin dia mempunyai alasan lain atau semacamnya… hmm memang membingungkan tapi itulah kenyataanya, padahal aku sudah terbiasa dengan semua ini dan sudah memiliki perasaan padanya. Tapi setelah kupikir-pikir ada baiknya juga.
Hari-hari di kampus kami selalu bertemu dan hanya saling sapa dengan senyum seperti waktu aku belum tau siapa dirinya.

Cerpen Karangan: Heri Uyu
Facebook: Heri Al Yusufi

Cerpen Hafidzoh Jatuh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Takdir

Oleh:
Aku tertawa-tawa bersama teman-temanku Alumni SD angkatanku. Hari ini sekolahku mengadakan reunian akbar. Dari satu angkatan diatas angkatanku hingga dua angkatan dibawahku. Bertempat di Sekolah ini, aku takjub mendapati

Cinta Yang Suci

Oleh:
Aku sudah memakai jilbab sejak kecil. Saat itu guru madrasahku berkata kalau, “Memakai jilbab itu kewajiban. Soal tingkah laku itu lain lagi. Intinya kita harus menutup aurat.” Setelah guruku

Ke Esaan Atas Kisah Cinta

Oleh:
Alkisah di mulainya kehidupanku yang sebenarnya, aku adalah putri yang tinggal dengan seorang ayah, ayah adalah seorang pegawai negeri yang bayarannya pas-pasan, aku bersekolah di SMP Nusa bangsa dua.

Cinta Atas RidhoNya

Oleh:
“San, kamu sudah cukup umur Le. Apa belum ada wanita yang sreg di hatimu?” tanya Ummi Husna pelan. “Masih belum siap lahir batin Ummi. Hasan ragu, apakah ada wanita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *