Harapan Di Balik Kesalahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 25 March 2016

Aku tahu, aku tahu ini salah. Benar, aku benar-benar tahu! Tapi, entah kenapa? Semua ini terasa nikmat, semua ini terasa indah. Dan aku suka itu, aku senang hanyut di dalam itu semua. Berat rasanya untuk aku tinggalkan semua itu. Ini hidupku, hidup yang baru. Iya, hidup dimana aku tahu semuanya, aku tahu landasan Al-Qur’an dan Al-Hadistnya. Aku tahu itu, aku sadar. Aku benar-benar sadar. Tapi, mohon pahamilah aku! Pahamilah diriku yang saat ini. Semua kata ke muslimahan jauh dari diriku. Kehormatanku, rasa maluku, pergaulanku, serta tutur kataku. Semuanya Menyimpang. Aku kalah dengan si virus merah muda. Dengan mudahnya aku tergoda oleh ikhwan yang saleh, yang baik budi pekertinya. Ia senantiasa mendekatkan dirinya pada Allah.

Oh, Maasya Allah. Aku kagum padanya, sangat-sangat kagum. Terlebih ia begitu akrab dengan mushabnya. Tapi, aku salah. Aku salah mengartikan perasaan ini. Semua sudah terlambat. Semua sudah berlalu jauh, aku hanyut di sungai yang zina. Sungguh kotor sekali hubunganku dengannya. Tidak selayaknya aku bercanda gurau dengannya. Iya, dengan dia yang bukan siapa-siapaku. Waktu demi waktu aku habiskan untuknya. Sering kali aku bercengkerama secara nyata dengannya. Memang sekilas terlihat tidak ada masalah apa pun. Semua begitu terjaga, aku tahu batasan begitu pula dengannya. Namun, ini tetap salah. Aku yang seharusnya begitu terhormat selayaknya wanita muslimah yang lain. Tapi kini, aku lemah. Sulit buatku melawan nafsu gejolak cinta. Sulit, sulit sekali.

Harus ku ke manakan perasaan ini? Aku benar-benar tersanjung padanya. Tapi sering pula aku berpikir, kalau dia tidak pantas untukku. Dia begitu indah, ilmuku tidak sebanding dengannya. Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja. Sedangkan dia? Ku ikat dia dengan doa di setiap salatku. Namun, apa artinya suatu ikatan jika aku sendiri masih belum bisa untuk melawan nafsu tersebut. Astaghfirullah. Aku ingin seperti dulu. Ingin rasanya aku mengulangi semua ini. Aku juga ingin menggapai dia dengan doa sepenuhnya. Namun, semua telah terlambat. Sia-sia saja jika aku berharap lebih padanya. Lalu? Apalah dayaku? Kini aku tersesat di suatu perkara yang aku sudah pahami semuanya.

Beberapa kali aku dan dia membicarakan kesalahan yang kami lakukan. Tapi, kini nafsu semakin mengikat kita. Ada saja alasan untuk kita melanjutkan hubungan ini. Tapi sungguh aku tak ingin ini berakhir. Aku sangat takut kehilangan dia, aku takut dia pergi dan aku takut semua ini terlupakan begitu saja. Tapi satu yang mengganjal di hati, aku tajut jika Allah murka. Namun, posisiku saat ini begitu canggung untuk bertindak. Semua begitu penting untukku. Astaghfirullah… Aku ingin diriku yang dulu, tapi aku ingin pula bersamanya. Satu harapanku, jika memang dia untukku. Maka lepaskanlah dia saat ini juga. Namun, persatukanlah kami kelak. Aku sangat menginginkan semua yang haram menjadi halal. Aku ingin semua bisikan negatif menjadi positif. Aku ingin dia Ya Allah. Walaupun, aku sadar yang aku lakukan sekarang adalah kesalahan.

Cerpen Karangan: Thalia Anggie Angelina
Blog: layarsastra.blogspot.co.id
Facebook: Thalia Anggie Angelina

Cerpen Harapan Di Balik Kesalahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buku Catatan Vania

Oleh:
Sabtu pagi yang cerah. Di sekolah aku biasa dipanggil Vania. Semua berawal saat aku duduk di tangga sekolah bersama sahabatku yang bernama Dina. Aku cukup populer di sekolah. Sahabatku

My Life Live

Oleh:
“Kau tahu, nak. Aku telah mengorbankan perasaanku untuk menikahi si Sugeng sebagai bapak kamu, tujuannya apa ta nak, biar bisa membiayai hidupmu, biar kamu gak hidup di panti Asuhan

And I Hope

Oleh:
Hai nama saya Ilona, aku berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi agama islam. Ya beginilah aku, seorang muslimah cantik yang tinggal di dusun kecil Aku memang terkenal dengan keramahanku,

Pangeran Langit Malam (Part 2)

Oleh:
Hari berganti hari yang aku lalui selalu mendapat sapaan hangat setiap harinya, aku sempat berfikir beberapa kali, mengapa orang selain dia bisa menyapa seperti itu, bahkan setiap pagi. Aku

Baidura Cinta

Oleh:
Matanya menyapu seluruh ruangan yang penuh dengan lampu dan bisingnya suara pengunjung. Ia masih berdiri di depan pintu cafe dengan raut wajah yang bingung. Mencari seseorang. Ya… itu yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *