Hidup Ini Jangan Berhenti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 14 November 2018

Assalamualaikum ukhti cantik, semoga kalian selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..
Aku ingin sedikit berbagi cerita hijrahku. ini terjadi beberapa tahun yang lalu, ketika hati dipatahkan sepatah-sepatahnya oleh si dia kaum Adam. Ya.. Aku pernah terserang virus itu, virus merah jambu yang membuatku terjerat pada suatu ikatan, ikatan yang tidak halal “PACARAN”, ketika itu aku masih kelas X SMK, seperti remaja pada umumnya akupun masih haus perhatian, ingin memiliki teman hati yang selalu menyemangati.

Sampai akhirnya aku bertemu dia, salah satu dari junior ekskulku. Berawal dari sebuah pertemanan, meskipun begitu aku tidak terlalu mengenalnya, bahkan akrab pun tidak mungkin karena aku tidak terlalu menganggap dia. Sampai suatu ketika, ada tugas yang hanya bisa dikerjakan bersamanya. Bermula dari itulah, entah kenapa setiap ada tugas aku selalu berkerjasama dengannya. Aku pun tidak keberatan karena dia juniorku, pasti lebih mudah mengatur waktu mengerjakannya pikirku. Bermula dari itulah kedekatan kita, dari yang gak pernah akrab jadi lebih akrab, dari yang dibahas hanya tugas lebih sering curhat tentang perasaan, kebetulan waktu itu aku dan dia sama sama sedang jomblo. Karena merasa senasib, curhatan tentang “seorang jomblo” itu menjadi nyaman, nyambung, bahkan dia yang awalnya nggak pernah SMS pun setiap malam tidak pernah absen meskipun hanya sekedar menanyakan “lagi apa?”.

Hari demi hari kedekatan itu benar benar terasa, rasa nyaman itu muncul, cemas kerap menghampiriku ketika tak ada satupun kabar darinya. Ah.. Perasaan apa ini? Berdegup tak terkontrol setiap dekat dengannya, terbang tak karuan sebab perhatiannya.

Memang, ketika itu bukan pertama kalinya aku jatuh cinta, tapi waktu itu aku merasa baru pertama kali dibuat terbang seperti itu. Jangan tanya lagi perasaanku, bohong sekali jika aku tak ingin hubungan ini lebih. Sampai akhirnya apa yang aku harapkan benar benar nyata, dia mengungkapkan perasaannya dan saat itulah aku terjebak dalam rasa yang benar benar salah. Dalam ikatan yang Allah sangat membencinya. Tapi ketika itu, sebagai wanita biasa yang hanya mengandalkan perasaan aku bisa apa? Selain membuka pintu hatiku lebar lebar untuk tamu yang sudah aku harapkan sejak lama. Betapa bahagianya aku waktu itu, dia meminjamiku sayap untuk terbang setinggi-tingginya. Setiap waktu, kapanpun itu dia selalu menemaniku. Bagaimana tidak? Ketika itu aku sudah sangat yakin bahwa dia memang yang Allah kirimkan untukku, bahkan dia pun sudah begitu akrab dengan orang tuaku begitupun juga aku. Ah.. Tapi nyatanya hubungan ini hanya bertahan dua tahun.

Iya .. Dua tahun. Bagaimana aku sangat tidak terpukul? Ketika pagi itu.. ketika aku bangun dari tidur, aku menerima sms yang inti dari pesan itu adalah dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita.
Alasannya adalah karena dia masih belum bisa melupakan mantannya.. ah.. Tidak masuk akal memang. Sudah menjalani hubungan denganku 2 tahun, tapi kenapa dia masih belum bisa melupakan mantan pacarnya, sampai pada akhirnya aku dijatuhkan sejatuh jatuhnya karena alasan itu.

Bayangkan betapa pilunya aku waktu itu. Apa arti dua tahun ini? Hanya karena alasan itu dia segitu mudahnya pergi? Atau memang ada alasan lain? Begitu banyak pertanyaan di pikiranku, iya.. Dia pergi bahkan tidak ada kata kata terakhir yang dia ucapkan.

Sungguh, ketika itu seakan hidupku berakhir, bagaimana aku bisa tanpa dia? Aku belum terbiasa tanpa dia. Bagaimana tidak? Dua tahun itu tidak ada waktu yang kita lewatkan berdua. Berhari hari aku sangat terpuruk, sampai akhirnya banyak Hal hal yang menamparku keras. Bahwa hidup bukan hanya masalah tentang cinta. Umurku Berapa? Iya.. Masih sangat belia memikirkan tentang itu.

Kembali aku meraba, sudah berapa lama aku melupakan Allahku yang bahkan sedetikpun tak pernah melupakanku. Sholat hanya sekedar penggugur kewajiban, waktuku lebih banyak kuhabiskan dengannya daripada memikirkan dosa yang sudah banyak kutumpuk. Pacaran sehat? Ah tidak ada istilah pacaran sehat, meskipun hari harinya diwarnai dengan saling mengingatkan sholat. Tapi nyatanya tetap menjerumus kepada kemaksiatan. Aku semakin sadar, bahwa cinta yang tak pernah meninggalkan adalah cinta Rabbku. Pengharapan yang tak mengecewakan hanya berharap kepada Rabbku. Aku mulai menata hatiku, memantaskan diri untuk mengejar cita citaku. Karena aku percaya tulang rusuk itu tidak akan salah kemana dia harus kembali. Sekian

Cerpen Karangan: Elok Puteri Nalendra Sari
Blog / Facebook: ELok Putri NaLendrasari

Cerpen Hidup Ini Jangan Berhenti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ma Fi Qalbi Ghairullah

Oleh:
Sudah 3 tahun sejak hatiku kuliburkan. Ma Fi Qalbi Ghairullah Ma Fi Qalbi Ghairullah Kalimat itu kudengungkan dalam benakku. Aku takut. Aku takut akan jatuh dalam lubang yang sama.

Sebelum Janur Melengkung

Oleh:
“Felly! Lo kenapa, sih dari tadi bengong mulu?,” tanya Riska dengan berbisik. “Hah?,” tanya Felly tak mengerti. “Lo tuh kenapa, hah? Dari tadi bengooong, mulu?,” ulang Riska dengan pertanyaannya.

Kacamata Itu Milikku (Part 1)

Oleh:
Seperti biasa, hari begitu cerah. Awan dengan senangnya berlarian kesana kemari. Langit biru dan matahari, terlihat serasi dengan wajah cerianya. Kicauan burung berdendang ria di telinga para manusia. Hembusan

Menunggumu Menghalalkanku

Oleh:
Di kegelapan malam aku duduk seorang diri di teras depan rumahku sambil melihat bintang yang menyinari malam yang gelap gulita. Entah angin mana yang membuatku ingat dengan perkataan ini

Berpisah

Oleh:
Kenalkan namaku Halwa. Aku mengajar paud. Usia ku 20 tahun. Aku memiliki kekasih bernama Hasan. Kami menjalani hubungan selama hampir 4 tahun. Akhir-akhir ini dia berubah. Dia bahkan tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *