Ikhlas Dalam Duka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Patah Hati, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 4 December 2015

Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan dan tanpa penuh gairah hidup sedikit pun, makan, minum, bahkan kuliahku pun tak ada yang benar. Sebelum kejadian pada hari minggu tepatnya pada tanggal 29 November 2015 itu terjadi. Namaku Nazmi aku berumur 19 tahun dan aku mempunyai pacar yang seumuran denganku yang bermana Rahmat. Aku orangnya gak bisa diam ngomong mulu dan terkenal cerewet tapi kalau ada masalah pasti 99 derajat berubah menjadi mayat hidup yang gak ngomong apa-apa.

Gak kerasa aku sudah kuliah di semester 3 dan sekaligus mendapatkan teman yang baik dan pacar yang bernama Rahmat tadi yang sudah menjalani hubungan kurang lebih 8 bulan dengan penuh dengan kasih sayang dan sampai suatu ketika dia menghilang bagai ditelan bumi dan tidak ada kontek, bahkan ketemu di kampus pun tidak ada nomornya sulit dihubungi dan membuatku bertanya-tanya ada apa dengannya. Sebelum kejadian itu, aku menjalani hidup dengan keadaan yang bertanya-tanya tapi dengan pikiran yang tetap positif dengannya sampai suatu ketika aku mendapatkan kabar yang mengejutkan.

Pagi hari ku sambut dengan senyuman dan canda tawa bersama dengan kakak sepupu dan kakak tingkatan yang berada sama satu lingkungan kos denganku, pagi itu sehabis salat subuh kami langsung siap untuk Jogging dengan pakaian olahraga yang sudah siap dan tentunya masih dalam aturan islam. Oh yah aku lupa ngasih tahu kalaunya aku berkuliah di perguruan tinggi islam, lanjut kecerita yah hehe. Jujur itu kali pertama aku jogging hehe maklum gak bisa olahraga gituan makanya dikit gendut haha tapi setelah dijalani jogging gak cape-cape amat kok malahan bikin sehat. Terus di tengah perjalanan aku sering ketinggalan dan dengan pengorbananku yang sedikit melelahkan itu akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang kami tuju. Aku seneng banget ternyata tempatnya rame dan pas banget buat refresing otak maklum habis midtes.

Kami jalan menyelusuri tempat itu tak lupa juga menggambil gambar untuk diabadikan kami gak terlalu lama berada di tempat itu karena kakak sepupu ada janji buat ngeles privat, karena saking asyiknya kami pun kelewat jam yang sudah disepakati dan berakhir pulang menggunakan taksi haha. Paling selang beberapa menit kami sampai kembali di kos dan masih dalam keadaan canda tawa, sampai setelah aku masuk ke dalam kosku sendiri dan aku mencoba menghubungi pacarku yang tak kunjung ada mengabariku sama-sekali bahkan kurang lebih dua minggu kami gak ada kontek, iseng-iseng ku tanyakan sama pacar ku.

“Maaf ganggu aku mau nanya kamu sayang gak sih sama aku kok gak ada ngehubungin aku sama sekali sih? aku udah sabar nungguin kamu tapi kenapa kesabaranku ini seakan membuat kamu menjauhi aku. Emang aku ada salah apa sama kamu? maaf kalau pertanyaanku mengada-ada dan kekanak-kanakan”.
Selang beberapa jam dia ngebales smsku.

“aku minta maaf kalaunya aku gak ada ngasih kabar apapun ke kamu tapi jujur juga aku masih sayang sayang kamu tapi ada suatu alasan yang bikin aku ngelakuin ini dan alasan itu gak bisa aku kasih tahu saat ini, maafin aku yah?”
“oke kalaunya gitu maunya kamu tapi apakah harus dengan cara ini?”
Gak di bales dan menghilang.

Setelah menerima pesan singkat dan penuh tanda tanya. Aku mulai merasakan ada yang disembunyikannya padaku dan ternyata perasaanku benar, setelah itu kan aku diminta kakak sepupuku mengantarnya ke tempat privat setelah selesai mengantar tadi aku gak berniat untuk balik ke kos dan aku pun memutuskan untuk pergi ke perpus karena ada tugas kuliah dan baru saja ku lupakan. Setelah sampai di perpus aku ketemu teman satu lokal yang tanpa ada janji sedikit pun aku gabung dengan mereka dan menanyakan tugas.

“Eh tugas yang dikasih itu kayak gimana sih aku gak ngerti nih, kalian udah ngerjain?”
“Ini lagi ngerjain, iya bener susah banget aku juga gak ngerti nih makanya kami aja bingung mau ngerjain kayak gimana, hehe”
“Kan kalaunya gak salah kata dosennya kemaren paling sedikit dua lembar terus langsung keisi gak berbelit-belit, tapi asli soalnya ini lo bikin bingung gimana caranya ngerjainnya.
“Iya asli bingung banget, tapi kalau aku sih beneran langsung penjelasan aja.”
“Oh iya deh aku juga gitu, aduh mana aku dapet kelompok satu lagi. Huh”
“Eh beneran kamu kelompok satu Na? aku juga kelompok satu. hehe”
“Iya beneran, eh beneran lin. Bagus dong kalau gitu jadi kita bisa ngerjai bareng-bareng walaupun dengan isi yang beda.”
“Hooh sip.”

Setelah beberapa lama kami ngerjain tugas dengan muka yang masing-masing dalam keadaan bingung dan pasrah, aku pun teringat pesan singkat dari pacarku tadi dan mencoba ngechat dia lagi.
“PING!!!”
“iya ukhti?”
Lupa ngasih tahu kalau aku sama dia tuh punya panggilan Akhi sama Ukhti.
“kok pesanku gak di bales sih?”
“maafin aku yah ukhti aku gak maksud buat bikin kamu bingung tapi aku cuman gak bisa jelasin alasan aku apa. Maafin aku…”

“iya aku ngerti kok tapi kenapa kok kamu ngilang-ngilang ada ngabarin aku kamu bilang kamu sayang sama aku kok gak ada ngabarin aku bahkan kurang lebih mau dua minggu terakhir ini? maunya kamu apa aku cuman mau minta kejelasan hubungan kita aja?”
Dia gak bales lagi tapi chat-anku dibuka sebentar sedang menulis pesan sebentar gak berulang ulang ku lihatin tetap kayak gitu seperti orang yang berpikir keras dan akhirnya dia ngebales chat-an aku.
“kita temenan aja yah…”

Setelah ngebaca chat-annya yang sekilas dan belum selesai, aku langsung ngebanting hp-ku secara refleks dan langsung menutup mukaku, melihat aku seperti itu temen-temenku yang ada di sampingku langsung kaget dan bertanya-tanya padaku dan tanpa ku respon, saat itu aku menangis sejadi-jadinya tanpa menghiraukan teman-teman dan orang–orang yang ada di dalm perpus. Dengan keadaanku seperti itu ku coba kembali membaca kembali chat-an yang belum selesai ku baca.

“kita temenan aja yah, aku gak ada hubungin karena belakangan ini aku tahu kalau aku dijodohin Ibu makanya dari itu aku perlahan pergi karena aku tahu kalau aku bilang terus terang langsung rasanya kan perih banget, sebenarnya aku bisa nolak keputusan Ibu tapi aku gak berani ngomong masalah itu ke Ibu. huh mungkin kamu kira ini konyol dan mengada-ada tapi itu sebenarnya.
“oh kalau gitu ya sudahlah, makasih.” pasrah.

“maafin aku yah, maafin aku. Kamu pasti tahu gimana beratnya aku ngambil keputusan ini, selama aku belum ada ikatan hatiku tetap buat kamu meski di kejauhan lagian aku juga habis selesai kuliah di sini aku masih pengen lanjutin kuliahku di jogja atau di malang insya Allah.
“huh iya makasih untuk 8 bulan yang terindah.”

Setelah itu aku langsung pulang ke kos dan nangis sejadi-jadinya aku masih belum terima kalau kenyataannya bakalan kayak gini jujur aku masih berharap kelak dia akan jadi imamku di masa mendatang karena ku tahu sikapnya yang ku yakini bisa membimbingku nantinya. Tapi apa boleh buat semua sudah diatur sedemikian rupa meski teramat sakit tapi ku coba untuk perlahan mengikhlaskannya dengan keadaan yang sedikit terpaksa aku coba untuk mengikhlaskannya tapi apa yang ku dapat malah membuatku sakit teramat sakit. Semua kakak-kakakku pun sudah berada di kos masing-masing dan merasa heran melihat sikapku yang awalnya ceria jadi banyak diam dan dengan keadaan mata yang sedikit bengkak membuat mereka bertanya.

“kenapa kamu Na?”
“gak apa-apa kok kak”
“beneran nih Na? kamu habis nangis yah ada masalah yah?”
“iya beneran gak apa-apa”
“bener-bener nih Na aku gak enak ngelihat kamu kayak gitu”
“emm… aku putus sama pacar aku hikz, hikz, hikz,” kembali nangis.

“hah kok bisa sih, perasaan gak ada masalah sama pacar kamu?”
“emang gak ada dan sekarang ada huh. Dia dijodohin orangtuanya hikz, hikz, hikz,”
“hah emang dia gak bisa nolak apa?”
“dia gak bisa nolak kan kakak tahu kalau orangnya tuh nurut banget sama orangtuanya apa kata Ibunya aja dia pasti mau, sebenarnya dia itu bisa nolak tapi katanya gak enak sama Ibunya.”
“iya sih, ya udahlah coba aja dulu ikhlasin lagian kalau jodoh gak ke mana terus kalau orang baik bakalan dapet jodoh yang baik juga nantinya, sabar yah? oh yah gak usah lagi deh pacar-pacaran kamu coba”
“iya ka Insya Allah kalaunya bisa sih gak kepengen pacaran dulu huh Bismillahirahmanirrahim”

Setelah hari itu berlalu dan pagi hari pun datang, saatnya aku ke kampus dengan keadaanku yang acak-acakan dan mata yang bengkak teman-teman satu lokal bingung melihat keadaanku yang tidak seperti biasanya dan terlihat berbeda, sampai teman yang duduk di sampingku menanyakan keadaanku dan karena aku gak kuat nahan aku ceritakan kepada teman-teman yang ku percayai dan aku merasa lega setelah aku menceritakan semuanya. Dan banyak temenku berpendapat sama sepertiku kalau semuanya bukan salah dia tapi karena keadaan yang membuat dia memilih semua itu. Setelah tiga hari ku lalui tanpa makan dan terlihat acak-acak hampir seperti orang gila dan sampai hari keempat ku mulai pasrah dan berserah dia kepada Allah dan mencoba mengikhlaskannya walaupun secara perlahan dan dengan keyakinan yang sedikit membuatku merasa tersiksa oleh bayang-bayangnya.

SELESAI

Cerpen Karangan: Nazmil Husna
Facebook: Nazmiel Husna

Cerpen Ikhlas Dalam Duka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


There Is No Chance To Back

Oleh:
Aku masih mengingat betul pelukan hangat serta belaian-belaian lembut yang bersarang di kepalaku. Aku masih ingat betul suara merdu yang terlantun dari bibir tipismu, suara petikan-petikan indah dawai yang

Mereka Lebih Mengerti

Oleh:
Baru saja beberapa orang yang bertamu ke rumah Citra pulang setelah hampir dua jam mereka di sana. Entah apa yang mereka bicarakan dengan keluarga Citra. Citra tidak pernah berpikir

Lepaskan dia

Oleh:
Namaku Satria aku tingaal di desa bersama nenek ku. Di suatu malam dengan keadaan setengah mengantuk aku masih belajar. Telah lama aku mengirim sms kepada pacarku. Hanya kata “Hay”

Di Bawah Payung Merah Jingga

Oleh:
Di sana di bawah pohon yang rindang aku masih menunggu kedatanganmu di temani bunga-bunga sekitar taman dan kupu kupu yang terbang melengkapi keindahan taman kota ini, namun keindahan ini

PHP Pertama

Oleh:
“Ayo put, ayo buruan ada anak baru disini!” “Tunggu kenapa nad, anak baru doang sih bukan artis”. Perkenalkan namaku Puri Nur Hidayah, panggil saja aku Puput. Nah, yang aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *