Ikhwan Yang Bersamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 3 January 2018

Aku menerima telepon dari sekolahku bahwa ijazah telah selesai. Aku pun diminta agar segera datang untuk mengambil ijazah tersebut. Aku langsung menelepon mama, memberi tahukan bahwa aku akan pulang hari ini. Aku langsung bergegas pulang ke kostku dan memasukkan beberapa baju dan perlengkapan lainnya ke dalam tas. Mama juga sudah menerima teleponku, dan dia menyuruh agar aku bersiap-siap, karena mobil penjemputku akan segera sampai.

Saat mobil itu sampai aku langsung masuk dan pergi. Tapi aku tidak pergi sendiri ada seorang ikhwan yang ikut bersamaku.

Akhirnya tepat pukul 22.00 wib aku sampai di tembilahan. Dan aku memutuskan untuk menginap di tembilahan sebelum berangkat ke teluk pinang. Karena jaraknya cukup jauh dan sudah larut malam. Aku dan ikhwan tersebut menyewa 2 kamar. 1 kamar untuknya dan 1 kamar lagi untukku. Aku langsung masuk ke kamarku. Aku melepas lelah, setelah seharian di perjalanan. Aku pun tertidur pulas.

Lalu terdengar adzan subuh berkumandang, aku langsung bergegas melaksanakan sholat subuh. Setelah bersiap-siap, aku keluar kamar, dan ternyata ikhwan tersebut sudah menungguku di depan pintu kamar.
Ia mengajakku sarapan, kami berdua pun sarapan di warung makan terdekat. Ia dan aku memesan makanan. Setelah makan kami pun langsung menuju mobil yang akan membawa kami ke teluk pinang.

Tanpa terasa setengah hari telah terlewati. Dan pada akhirnya kami pun sampai di rumahku. Mama menunggu kami di depan rumah. Wajahnya tersenyum, aku dan ikhwan tersebut mencium tangan mama.
Di rumah kami langsung dihidangkan makanan yang enak-enak.

Keesokan harinya aku dan ikhwan tersebut langsung berngkat ke sekolahku untuk mengambil ijazah dengan menggunakan sepeda motor..

Beberapa menit kemudian kami pun sampai, karena memang sekolahku itu tidak terlalu jauh dengan rumahku.
Sesampainya di sekolah memori lama pun muncul di pikiranku
Tidak terlalu banyak perubahan di sekolah ini. Masih seperti dahulu. Kulihat ke sekeliling dan ku menemukan teman-teman lamaku. Mereka melambaikan tangan ke arahku. Aku menghampiri mereka. Kami pun bercerita tentang pengalaman kami setelah tamat sekolah. Ada yang bekerja, kuliah, nganggur, dll. Begitu banyak yang diceritakan sehingga membuatku lupa dengan ikhwan yang bersamaku tadi.. Aku langsung permisi dengan teman-temanku.. Aku mencarinya, dan aku melihatnya berbicara dengan beberapa temanku dan di sana ada juga sahabatku.. Aku menghampiri mereka. Mereka melihat ke arahku.. Sahabatku pun langsung memelukku. Aku pun membalas pelukkannya. Dia dan kekasihnya sama sama temanku. Dan kekasihnya juga datang bersama teman-temannya yang juga sekolah di sini. Dan aku pun memperkenalkan ikhwan yang bersamaku. Dia adalah arif dan dia adalah tunanganku.. betapa terkejutnya teman temanku mendengar pernyataan itu. Terutama dia. Dia yang dulu pernah menggantungkan perasaanku, memberikan harapan palsu denganku..

Sekarang dia terkejut mendengar penyataanku ini. Dia pergi entah ke mana. Teman temanku langsung memberikan selamat kepadaku kecuali dia. Mereka menanyakan bagaimana ini bisa terjadi. Dan aku hanya menjawab “Dialah ikhwan yang baik menurut allah untukku. Sehingga dia datang langsung melamarku, setelah 2 bulan berkenalan dengan ku.” Ucapku sambil tersenyum
Mereka pun juga tersenyum sambil memberikan candaan yang membuat kami semua tertawa.
Aku menoleh ke arahnya, dan kulihat dia meneteskan air mata sambil tersenyum.

Cerpen Karangan: Billa
Facebook: Nabilla
Assalamualaikum
Namaku Nabilla M, biasa dipanggil billa. Salam kenal untuk semuanya

Cerpen Ikhwan Yang Bersamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Imran

Oleh:
Surya menyambut desiran angin yang menyisir rimbunnya pepohonan desa, desa yang damai nan elok dengan segala keselarasannya, dalam desa yang penuh keseimbangan tersebut terdapat pemuda tampan, dia bernama Imran

Secercah Harapan Di Helaian Kain Pelangi

Oleh:
Ini adalah kisah seorang gadis tegar yang terlahir dalam keluarga sederhana, namun tidak kekurangan kasih sayang. Gadis tersebut bernama Rita. Ayahnya hanya seorang petani, sedangkan Ibunya berdagang sayuran. Rita

Senja Dipadang Ilalang

Oleh:
Senja hari ini begitu indah, semilir angin begitu merdu diikuti tarian lembut sang ilalang. Suasana ini mengingatkanku pada kejadian dua tahun yang lalu sebelum aku di rawat di rumah

Rasa Baru Bersama Embun

Oleh:
Kita tak pernah ada yang tahu isi hati orang lain. Meski sahabat terbaik kita sekali pun. Apalagi dalam urusan cinta. Banyak sekali yang kita sembunyikan. Menaruh hati secara diam-diam.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *