Iney

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 4 July 2016

Hidup iney sudah terlalu menggantungkan cintanya kepada Maru. Iney tidak bisa melupakan Maru yang selalu memberikannya kemanjaan dan harapan-harapan yang ditebarkan oleh maru. Seakan dihancurkan oleh kepergian Maru ke sebuah kota terkenal untuk kuliah selama empat tahun. Membuat Iney tak lagi berdaya dan tak mampu lagi hidup tanpa hidup dengan Maru.

Sebenarnya itu hanya persepsi dan pikiran Iney yang dibawa oleh pikiran negatifnya. Lima hari dia berfikir untuk mengambil tindakan. Namun dia bingung dengan perasaannya yang sudah lama pacaran dengan Maru. Hingga timbulah konflik pada diri Iney anatara harus memutuskan Iney atau mempertahankan status pacaran mereka.

Saat hujan tiba Iney hanya bisa tidur di kamarnya dan tidak bisa keluar kemanapun. Hal itu semakin menyiksa Iney karena mengingat hal-hal yang telah diberikan oleh Maru. Dia terus teringat tentang Maru yang selalu memberinya harapan, mengingat senyumnya Maru saat mengatakan kata-kata cintanya yang terlalu mudah untuk diumbar di depannya.

Hujan semakin deras di luar rumahnya Iney. Angin berhembus dengan sedikit keras membawa hawa yang sedikit dingin kekamarnya. Kini iney meratapi kepergian sang kekasih ke luar kota. Iney terus berfikir tentang Maru yang meninggalkan dirinya. Takut jika Maru nanti tidak bisa menjaga cinta yang telah lama mereka jalani. Perasaan takut itu terus mendekati Iney membuatnya harus bertindak. Tak henti sampai disitu pikiran Iney terus bergelombang. Maru yang dia cintai takut menghianati cintanya.

Keluarlah perkataan dari mulut Iney yang kedinginan.
“Bagaimana jika nanti aku saja yang menjaga cinta ini, sedangkan dia mengkhianatiku. Dia mencari wanita lain yang mungkin lebih dia cintai dari pada diriku. Aku tidak ingin membiarkan semua ini terjadi.”
Iney mengambil hanphone di atas mejanya. Tangannya bergetar mencari kontak Maru. Sambil mencari kontak maru di saat bersamaan Maru tiba-tiba menelphonnya. Ddrrtt (handphone Iney bergetar). Langsung saja Iney mengangkat panggilan dari Maru.
“Halo Iney, apa kabar aku kangen sama kamu sayang.” Kata Maru.
“Ya… halo.”
“Kamu kenapa Iney.”
“Maaf Mar kita putus. Jangan hubungi aku lagi.” tutup Iney di ujung telpon.

Iney tak sedikit pun memberikan alasan kenapa dia memutuskan Maru. Maru yang kebingungan dengan sikap Iney mencoba menelpon Iney lagi tetapi Iney terus menolak panggilan dari Maru. Dengan itu putuslah hubungan pacaran mereka.
Empat bulan dari peristiwa itu. Maru sudah melupakan kehidupannya tentang Iney. Dia sudah sadar bahwa cinta yang dulu dijalaninya dengan Iney hanyalah cinta yang hanya diperjuangkan dengan setan. Dulu Maru memperjuangkan cintanya ke Iney dan akhirnya pacaran dengan Iney.

Cinta yang dulu membawa Maru berawal dari mata yang melihat keindahan Iney, lalu timbulah rasa suka yang dirasakan Maru kepada Iney rasa itu diartikan cinta oleh Maru, kemudian Maru memperjelas rasa suka itu kepada Iney dengan mengungkapkan “pacaran yuk”.
Namun dia menyadarinya bahwa cinta yang dulu itu adalah sesuatu yang dapat dia ungkapkan seperti, “Aku suka tapi aku tidak suka. Itulah yang dinamakan cinta dalam pacaran. Maksudnya aku hanya menyukaimu karena nafsuku, aku tidak ingin memiliki dirimu.” Kesadarannya itu membuat dia hijrah ke cinta yang sebenarnya.

Maru hidup begitu senang dan bahagia selama itu. Selama satu tahun lebih Maru kuliah. Seiring berjalannya waktu Maru sudah banyak menyukai orang tapi untung saja dia mampu mengontrol dirinya untuk tidak mengumbar kata cinta kepada wanita yang dia sukai. Memang sebagai manusia rasa suka kepada lawan jenis adalah sebuah hal yang wajar karena itu adalah fitrahnya sebagai manusia. Tetapi jangan salah mengartikan bahwa rasa suka itu merupakan rasa cinta. Bukan begitu.

Maru mulai menyukai seorang wanita yang sangat kelihatan begitu sabar dan pendiam. Maru sedikit terinspirasi dengan wanita itu. Sudah lama saling mengenal memang namun dia tidak pernah merasakan yang beda didalam hatinya.
Belajar dari pengalamanya Maru tidak mau mengartikan apa yang dirasakan dalam hatinya sebagai sebuah cinta. Maru tak ingin mengungkapkan rasa suka itu dengan kata-kata cinta. Dia sangat menghindarinya karena dia begitu takut nanti apa yang dikatakan lidahnya sangat menyakiti dirinya sendiri.

Rasa suka itu sudah lama dia pendam sehingga suatu malam dia mengadu kepada Yang Maha Cinta. Maru mengungkapkan semua rasa yang dalam hatinya. Dia sekarang mengungkapkan rasa suka itu dengan diam-diam kepada Yang Maha Cinta tanpa diketahui oleh wanita yang dia sukai. Buat Maru dalam ikatan pernikahanlah dia pantas menyatakan cinta kepada wanita itu.

Selesai…

Cerpen Karangan: Maru Link
Facebook: facebook.com/new.kamaru

Cerpen Iney merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Khusnul Khotimah

Oleh:
Namaku Azahrah, saat ini aku berumur 14 tahun. Nama panggilan ku Zahra. Aku mempunyai banyak sahabat maupun teman-teman terutama di sekolah, tapi aku juga mempunyai teman yang tidak suka

Cinta Mempertemukan Ku Pada Ikhwan

Oleh:
Kehidupan seorang anak remaja perempuan yang bertempat tinggal di sebuah kampung yang jarang penduduknya. Annisa adalah seorang anak baik yang suka ceria dalam kesehariannya. Dia mengembangkan prinsip hidup dalam

Surat Maaf Untuk Rafaeyza (Part 2)

Oleh:
Keesokkan harinya Rahma merasa kurang enak badan. Mungkin ini karena dia terlalu lama bermain hujan kemarin. Rafa pun mulai curiga karena tak seperti biasanya Rahma jam 7 pagi gak

Fitrah Cinta Seorang Muslimah

Oleh:
Di hatiku mulai mengubah segalanya… Hijrahku tiba menyapa… Membawa benih-benih damai di jiwa … Kagum yang tak pernah ku sangka yang membawa hati menuju fitrahnya cinta, dia adalah sosok

Terlalu Jauh

Oleh:
Perkenalkan namaku aref, lebih lengkapnya aref innabilla, siswa kelas XI di SMA 13 yogyakarta. aku lahir di keluarga yang alhamdulillah berkecukupan, tau agama, dan tentram aman damai sejahtera (hehe).

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *