Istikharoh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 23 August 2019

Aku tahu islam melarang untuk pacaran, tapi mengapa banyak orang yang terjebak oleh kata konyol itu? Cinta. Aku adalah salah satu orang dari mereka. Hafidz namanya, ia adalah pria tampan nan soleh. Kulihat ia sedang membaca Al qur’an dan ada beberapa tumpukan buku serta gitar di mejanya ketika aku melewati rumahnya. Ya, aku mencintai tetanggaku sendiri, rumah kami hanya berjarak 100 m sekiranya.

Pagi yang dingin hingga menusuk tulangku mengurungku agar tak lepas dari ranjang yang mengantarku ke dalam dunia mimpi, layaknya godaan syaitan.
Hmm baru jam 04:20 masih lama adzhannya, gumamku. Suara desisan nafas kini mulai terdengar di mikrofon walaupun samar-samar. Tanpa waktu lama dengungan adzhan membangunkanku dari alam mimpi membuatku harus bergegas untuk pergi ke Masjid. Adzhan itu siapa lagi kalau bukan Hafidz.

Satu demi satu jamaah shalat subuh mulai terkuras untuk mempersiapkan aktivitas mereka masing-masing. Aku mulai mengangkat kakiku untuk berjalan pulang, di depan halaman Masjid tak sengaja ku bertatap muka dengan Hafidz. Karena kami pulang berlawanan arah, aku sulit untuk memaksa kakiku berjalan melewatinya. Tubuhku kaku keringat dingin mulai bercucuran di area pelipisku, kami masih saling tatap muka hingga seseorang menegur kami.
“Oy belum mukhrim tau! Cie ada yang lagi jatuh cinta nih” ucap Hanny sahabat curhatku. Aku sering curhat padanya tentang apapun salah satunya adalah masalah dunia cinta, dialah yang paling mengerti.

Aku hanya nyengir kuda kulihat ada tatapan aneh di mata cerah Hafidz, mata tidak akan bisa berbohong.
“Cie kamu ada rasa kan sama Hafidz. Udahlah Aisyah ngomong aja aku paham kok” Ucap Hanny dengan nada menggoda.
“Apaan sih Hanny” Ucapku dengan pipi merah merona.

Hari demi hari berlalu begitu cepat. Hari ini tepat pada tanggal 21 september adalah hari ulang tahunku yang ke 15 tahun. Ya, aku duduk di bangku 9 SMP sekarang. Hari paling istimewa bagiku, biasanya banyak kejutan misteri dari teman temanku. Dan pada ulang tahunku kali ini entah dari siapa kejutan itu dan apa kejutan itu.
“Aisyah! Dicari Hafidz tuh. Cie kejutan apa ya?” ucap Hanny dengan teriakan yang mampu membangunkan ayam milik satpam sekolah.

Hafidz berdiri terpatung ketika melihat kedatanganku. Jantungku berdebar kencang hingga aku gugup berada di depannya.
“Happy birthday Aisyah semoga panjang umur dan bahagia hmm” ucapnya seraya memberi boneka tady bear kesukaanku. Sepertinya ia tercekat untuk mengatakan sesuatu.
“Iya makasih ya Hafidz” ucapku tersenyum.

Siang hari pukul 14:45.
Tringg ting..
Nada handphone ku berbunyi menandakan ada pesan masuk. Terpapar nama Hafidz di layar handphoneku, langsung kubuka dengan tersenyum lebar.
From Hafidz.
Aisyah aku mau ngomong sesuatu sama kamu.
Jari jemariku bergerak cepat tuk membalas pesan darinya.
For Hafidz.
Boleh, ngomong aja.
Kukirim pesan itu, tidak ada satu menit ada pesan masuk lagi dari Hafidz tentunya.
Form Hafidz.
Aisyah aku tahu islam melarang untuk pacaran. Tapi aku sangat mencintaimu, aku ingin kamu menjadi orang yang pertama dan terakhir di hatiku. Kamu tahu kan maksud aku.

Mataku tak berkedip sama sekali membaca pesan darinya, jantungku berdetak kencang.
For Hafidz.
Aku beri tantangan untukmu. Kamu harus menyatakan langsung di depanku.
Kupencet tombol send dan memastikan pesan itu sampai ke Hafidz.
Form Hafidz.
Kutunggu di taman kota sekarang!

Langsung kubuka pintu dan bergegas pergi ke taman kota. Hari hampir senja ternyata.
Mataku membelak ketika melihat paras lelaki yang bersinar oleh sunset, siapa lagi kalau bukan Hafidz. Rupanya dia sudah datang lebih awal dariku.
“Sesuai permintaamu Aisyah” ucap Hafidz seraya tersenyum tipis namun senyuman itu tetap manis di mataku.
“Sebelum aku menyatakan perasaanku, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Setelah lulus SMP aku akan melanjutkan ke Pondok pesantren sekiranya 9 tahun”. Deg! Jantungku seakan berhenti mendengar ucapannya.
“Tapi jika kamu memang tulus mencintaiku aku akan menjaga cinta ini sampai kelak dalam ikatan yang sah, karena kamu adalah salah satu orang yang mampu meluluhkan hatiku. Maukah kamu menjadi orang pertama dan terakhir untukku Aisyah?”
Ucap Hafidz kembali.
Aku tidak dapat mengendalikan detakan jantungku, detakan itu makin lama makin keras.
“Aku bersedia menjadi orang yang pertama dan terakhir untukmu Hafidz, aku akan setia menunggumu berapa lamapun. Aku tulus mencintaimu Hafidz” ucapku. Kalimat itu keluar dengan sendirinya, air mata ini keluar tanpa kusadari entah mengapa. Kami tidak pacaran namun kami hanyalah sebatas teman dekat yang saling mencintai serta akan setia menjaga rasa cinta ini sampai kelak dalam ikatan yang halal.

Pelepasan itu tiba, secepat itu kah? Hari dimana hari yang tidak aku inginkan. Tinggal hitungan hari Hafidz akan terbang menyeberangi indahnya cakrawala. Aku dan teman temanku berfoto ria untuk kenang-kenangan, bersama Hafidz juga tentunya. Foto itu akan kupajang di mading kamarku.

Hari yang akan mengantar Hafidz pun tiba. Inginku tak rela melepaskan Hafidz sendiri di Ponpes sana. Aku tak kuasa menahan air mataku ketika melihat Hafidz akan naik pesawat. Namun Hafidz mengejarku ketika ingin menaiki tangga pesawat.
“Aisyah aku sangat mencintainu. Jaga dirimu baik baik, kamu selalu ada di hatiku. Kamu adalah orang yang pertama dan terakhir untukku” ucap Hafidz. Dari sudut matanya terlihat butiran butiran air yang hendak menetes, tangan kami saling genggam.
“Kamu juga hati hati di sana ya! Aku akan setia menunggumu. Kamu adalah orang pertama dan terakhir di hatiku” ucapku. Air mataku berderai tak dapat terkendali, perlahan jari jemari ini hendak lepas hingga ada petugas bandara menegur kami karena pesawat akan berangkat. Tangisku pecah melihat Hafidz menaiki tangga pesawat, aku masih di bandara hingga pesawat yang mengantar Hafidz terbang menyaberang cakrawala.

1 hari tanpa Hafidz hambar rasanya, sering aku menanyakan ‘9 tahun ga lama kan?’ hal itu membuatku stress! Aku depresi ringan. Banyak orang yang menyarankan ‘cari aja yang lain, masih banyak pria yang mau denganmu’ namun itu bukan solusi bagiku, aku sangat mencintainya.

9 tahun kemudian.
Aku rindu berat padanya. Hafidz ini sudah 9 tahun kamu kapan pulang? Batinku seraya menatap kalender yang bertulisan 2026, air mataku mengalir deras.
“Aisyah aku pulang dan rencananya aku akan melamarmu dalam waktu dekat dengan Abiku” ucap Hafidz menyadarkanku dari lamuanku, kini aku dapat tersenyum kembali. Subhanallah, telah sekian lama tidak jumpa kini ia tampan sekali dengan peci yang menyelimuti rambutnya.
“Benarkah? Aku sangat meridukanmu” ucapku.
“Aku juga sangat meridukanmu juga merindukan senyuman manismu” ucapnya hingga membuat pipiku merah merona menahan malu.

Hafidz sudah menggapai cita-citanya yaitu menjadi Dosen agama dan seorang Hafiz Al qur’an, sedangkan aku masih kuliah S2 jurusan sastra tinggal hitungan bulan aku akan diwisuda.
Rencanannya kami akan menikah setelah aku wisuda dan akan membentuk cinta abadi. Cinta itu butuh kepercayaan, jika tidak maka akan hancur sia-sia.

Cerpen Karangan: Septy Aisyah
Facebook: Septy Aisyah (Ais)
Nama: Septy Aisyah
Sekolah: SMPN 1 Warungasem
“Terinspirasi dari kisahku tentang 9 tahun yang akan ditinggal oleh orang yang kucintai”
Salam kenal 😀

Cerpen Istikharoh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Mencintaimu Dengan Bismillah

Oleh:
Setiap rasa di setiap saat adalah cinta, selalu dan untuknya tak dapat tergantikan. Seperti hembusan angin membelaiku mesra, serasa terbuai meyakinkan tentang taburan mimpi yang bersahaja. Teringat, mengingat, menghayalkan

Simpan Saja Dulu

Oleh:
“Aku mohon maafkan aku…” Viby melingkarkan jemarinya di tangan Husna. Dengan spontan Husna mencoba menghindari pegangan tangan itu, elakkan tangan husna memisahkan dua insan, Husna dan Viby. Tak disangka

Menari Bersamamu

Oleh:
Kematian itu bisa datang dengan berbagai rupa, ada yang begitu menakutkan, ada yang indah bagai surga yang dirindukan, dan pada akhirnya kematian membawa setiap insan ke alam baka, menari

Doa Sahabat

Oleh:
Kembali menjalani rutinitas di pagi yang cerah ini terus ku jalani. Hmm belasan tahun ternyata sungguh tak terasa, teman-teman yang datang dan pergi sudah pun silih berganti terlebih sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *