Kacamata Itu Milikku (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Seperti biasa, hari begitu cerah. Awan dengan senangnya berlarian kesana kemari. Langit biru dan matahari, terlihat serasi dengan wajah cerianya. Kicauan burung berdendang ria di telinga para manusia. Hembusan udara segar menelisik ke dalam rongga jiwa.

“Azizah!” panggil wanita separuh baya kepada anaknya.
Entah berapa kali wanita itu memanggil-manggil azizah, namun tetap tak ada jawaban. Karena heran dengan sikap anaknya itu, wanita tersebut menghampiri kamar anaknya. Lalu mengetuk pintunya.
“Tok! Tok! Tok! Azizah, kamu sedang apa, nduk?” panggil wanita itu di depan kamar anaknya, dengan logat jawanya.
Namun, masih belum ada jawaban.

Wanita itu masuk ke kamar Azizah. Saat pintu kamar terbuka, terlihat sesosok tubuh berbalut jubah putih sedang duduk tawaruk, meniti gerak demi gerak untuk menuntaskan shalat dhuhanya. Ya memang, Azizah adalah seorang akhwat yang taat, umminya selalu mengajarkan padanya poin demi poin untuk mendapat ridho-Nya. Wanita itu tersenyum kala mendapati anaknya sedang melakukan shalat.

Beberapa menit kemudian Azizah selesai melaksanakan ritualnya. Berdo’a sebentar lalu melepas jubahnya, dan melipatnya dengan rapi. Lalu menghampiri umminya yang telah duduk di sofa ruang tengah.
“Iya ummi, ada apa? Maaf Azizah tadi lagi shalat saat ummi panggil Azizah.” tutur Azizah, merasa bersalah.
“Iya ndak apa-apa toh nduk, ummi palah bahagia ngeliat anak ummi rajin beribadahnya.” Jelas umminya, sembari mengelus kepala Azizah yang duduk di sampingnya.
“Gini, ummi mau nyuruh kamu ke rumah lilik mu, nganterin makanan buat camilan. Makanannya ada di atas meja makan, ummi mau ke rumah Bibi Sayyidah. Ummi tinggal dulu ya nduk. Assalamu’alaikum” jelas umminya Azizah, seraya mengulurkan tangannya kepada Azizah, lalu dicium oleh Azizah.
“Iya um. Wa’alaikumussalam warahmatullah, hati-hati dijalan ya umm!” pinta Azizah, seraya memperhatikan umminya yang sudah berada di teras rumah. Umminya hanya tersenyum seraya mengangguk.

Selepas umminya pergi, Azizah langsung masuk ke kamar untuk ganti baju. Terlihat rok hitam panjang, baju biru dongker dengan lengan hampir menutupi jempol, beserta kerudung lebar senada dengan bajunya yang tergelar menutupi dada. Tak lupa kaos kaki dan kacamatanya yang menambah kesan anggun dan cantik dalam dirinya. Sesuai dengan namanya Mar-atul Azizah Jamilah Al-‘Aisyah, wanita yang mulia karena kecantikannya seperti Ibunda ‘Aisyah. Setelah selesai mengenakan baju hijabnya, Azizah bergegas mengambil makanan yang umminya maksud. Lalu cuz, ambil sepeda birunya dan meluncur…

Tak berapa lama kemudian, Azizah sampai di rumah liliknya.
“Assalamu’alaikum, lik!”
“Wa’alaikumussalam, siapa ya?” terdengar suara perempuan dari dalam, seraya membuka pintu.
“Ooo kamu toh nduk, mari masuk.”
“Iya lik.”
“Ono opo toh nduk?” tanya liliknya seraya duduk di depan Azizah.
“Ini lik, Azizah disuruh sama ummi buat nganterin ini, katanya makanan buat camilan.” Jawab Azizah dengan menyerahkan makanan yang ia bawa kepada liliknya.
“Oooo ya matursuwun yo nduk. Emang kemarin lilikmu ini yang minta ummimu buat ngebuatin makanan ini. Kan kamu tau toh nduk, lilikmu iki suka ngemil.” jelas liliknya Azizah. Mereka berdua tertawa.
“Ah itu udah pasti tau!” balas Azizah “Lik, Azizah mau terus ya, mau ngerjain berkas dari kantor sama berkas di kelompok tani”
“Oooo ya ya, keliatannya kamu hari-hari ini sibuk banget. Ya udah sana, hati-hati di jalan yo nduk”
“Iya, lik.” Jawab Azizah singkat, seraya mencium tangan bibinya.

Azizah adalah seorang wanita yang aktif, dia selalu menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan. Dia aktif di kantor dan juga di desanya, kelompok tani “MA’MUR WA MA-MUN” adalah organisasi yang ia buat. Walau dia lulusan SMK jurusan RPL, namun ia suka dengan yang namanya pertanian, organisasinya pun berjalan bagus, dan warga di lingkungannya makmur serta sangat sayang dan cinta terhadap Azizah.

Saat berada di perjalanan menuju rumah, Azizah bertemu seorang ikhwan yang belum pernah dilihat olehnya. Orangnya berkulit putih, hidungnya mancung, dan memakai kacamata! Pokoknya cool banget dech (menurut ana… :v )
“Siapa gerangan ikhwan itu? Kok saya belum pernah melihatnya” gumam Azizah di hati, yang saat itu 10 meter jaraknya dari ikhwan dilihatnya. Saat mereka beradu laju, mata mereka bertatapan, di hati Azizah menetes sebuah embun penyejuk yang selama ini belum pernah ia rasakan. Azizah pun resah.
“Yaa Rabbul ‘Izzati, perasaan apa ini? Semoga aku tak membagi cintaku pada-Mu hanya karena hal yang semu. Aamiin” do’a Azizah yang kala itu sangatlah resah.

Begitupun dengan ikhwan yang berpapasan dengan Azizah, ia pun merasakan hal yang hampir sama.
“Yaa Rabb, sungguh cantiknya makhluk ciptaan-Mu yang tadiku lihat. Tapi kenapa ku memikirkannya terus? Apakah ini takdir?” gumam ikhwan, berbicara sendiri. Sang ikhwan segera menepis pikiran yang tadi menghinggapinya, dan melanjutkan perjalanannya.

Setelah kejadian tadi, Azizah lalu bergegas menuju kamarnya, menemui kerjaannya yang menumpuk. Namun, ia selalu kepikiran orang yang tadi berpandangan dengannya.
Aaaaah, Azizah…!!! apakah itu pertanda aku jatuh cinta? (to be continued)

Cerpen Karangan: Yuyun Sri Wahyuningsih
Facebook: Azizah Wahyuni Yuyun Al-Turmudzi
Assalamu’alaikum ikhwani wal akhwati. Perkenalkan ana Yuyun. Nama jurnal ana Azizah. Ana sekolah di SMK Negeri 1 Padaherang kelas XI. Baru pertama kali ini ana mengirim cerpen ana di cerpenmu.com, ana sering sekali membaca cerpen di cerpenmu.com.
Oya, ana juga sering menyumbangkan cerpen ana di mading sekolah. Semoga bermanfaat ya cerpen ana…

Cerpen Kacamata Itu Milikku (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Start With You

Oleh:
Felly terus melangkahkan kakinya. Kepalanya terasa begitu berat saat ia hendak pergi dari rumah. Yah.. rumah yang sama dengan neraka. Penuh siksaan meskipun harta melimpah. Banyak pikiran yang terlintas

The Sweet Smile Man

Oleh:
“Kamu memang bukan pacar pertama aku, tapi kamu cinta pertama aku Fatma…!!!” teriak Adit saat Fatma menjauh pergi. “Gombal..!” Fatma balas berteriak sambil terus berlari meninggalkan Adit. Merasa sudah

Ana Uhibbuki Fillah

Oleh:
Mungkin pertama kalinya seumur aku menjalani hidup, baru kulihat sosok seorang pria yang ku akui dia memang mempesona. Setiap kali aku melihatnya, aku merasa dia sosok yang sempurna di

Aku Dan Deva

Oleh:
“Tuh, cewek gendut sudah datang!” Uh… sebel, kata-kata itu terdengar lagi, padahal hari masih pagi. Seharusnya pagi-pagi begini suasananya segar, sesegar embun pagi, yang hampir menghilang terkena sang raja

Pengharapan Di Ujung Rindu

Oleh:
Pagi itu adalah awal dari semua kisahku dari semua penantian rinduku. Lantunan ayat demi ayat tak hentinya ia dibacakan. Irama yang membuat darahku berdesir, irama yang membuat tubuh ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *