Kalau Jodoh Pasti Bertemu Lagi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

“Vio kamu mau menghindar lagi dari aku?” cegat Reihan saat jam istirahat.
“minggir Mas tak ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Mas Reihan.” kataku mencoba menghindar.
“Vio kenapa sih kamu? Semua cewek di sekolah ini berharap bisa bicara sama aku apalagi bisa pacaran sama aku, kamu nggak tertarik sama aku?” katanya dengan wajah yang sudah merah.

Ku rasakan ada kemarahan padanya. Kemarin dia menembakku saat pulang sekolah namun aku hanya diam dan meninggalkannya. Aku langsung naik mobil jemputan. Kali ini aku tak bisa menghindar dari Mas Reihan. Mas Reihan itu ketua osis di sekolah kami, termasuk dalam deretan juara umum tiap semester dan dia memiliki wajah yang tampan pujaan cewek satu sekolah.

“maaf Mas Reihan, Vio nggak bisa terima Mas Reihan.” kataku dengan cepat sambil menyembunyikan wajahku. Aku tak ingin terlihat seperti orang yang menyesal telah menolak orang seperti Mas Reihan.
“kenapa Vio? aku kurang apa?” katanya.
“Mas Reihan nyaris sempurna Mas.” tak kuasa ternyata aku meneteskan air mata.
“jadi kenapa kamu nggak bisa terima aku Vio?” tanyanya dengan suara yang sudah melembut.
“Mas aku nggak bisa pacaran Mas, ini prinsipku.” aku menghapus air mata yang jatuh dan mencoba tenang.
“prinsip? Aku baru dengar itu Vio, ternyata masih ada orang seperti kamu.”
“iya Mas itu sudah jadi prinsip aku, maaf Mas.” kataku tertunduk lesu.

“Vio aku suka sama kamu sejak kamu di mos dulu, semenjak itu aku selalu berusaha dekat dengan kamu, hargai aku Vio.” wajahnya berubah menjadi lesu dan tak bersemangat.
“Kalau kita jodoh kita pasti akan dipertemukan lagi Mas.” kataku sambil berlalu meninggalkan Mas Reihan. Aku berlalu dan mengajak Rina temanku yang dari tadi memperhatikan kami berdua. Aku memang meminta Rina tak jauh-jauh dariku karena aku takut nanti jika aku bicara berdua saja dengan Mas Reihan bisa menimbulkan fitnah.

Setelah kejadian itu Mas Reihan tak pernah lagi menjumpaiku, sampai pada hari perpisahan mereka di sekolah. Aku merasa bersalah sama Mas Reihan tapi, apa boleh buat semua ini sudah menjadi keputusanku. Sebagai seorang muslimah kita harus menjauhkan diri dari hal yang berbau maksiat. Aku menghapus air mataku saat terakhir kali melihat Mas Reihan di sekolah saat hari perpisahan mereka. Waktu memang berjalan dengan cepat rasanya baru saja aku di mos eh sekarang aku sudah tamat dari sekolah ini. Aku mendaftar di fakultas kedokteran UI. Aku di terima untuk belajar di sana.

Di depan lab. Anatomi FK UI.
Bruuggg!! buku yang aku bawa berjatuhan di lantai. “maaf Mbak.” kata mas yang menabrakku. Dia langsung mengumpulkan buku-bukuku. Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sampai mas itu bangkit dan mau menyerahkan buku itu. Dia terkejut melihatku.

“Vio kamu kuliah di sini juga?” dia senyum.
“iya Mas.”
“kamu ngikutin aku ya ke sini.”
“ndak Mas aku aja nggak tahu kalau Mas Reihan kuliah di sini.” kataku.
“nah sekarang kita ketemu lagi, berarti kita jodoh dong.” katanya sambil tersenyum lebar.
Aku hanya tersenyum. “jadi kapan nih aku bisa ke rumah.” katanya sambil menggodaku. Aku hanya tertunduk malu.

Cerpen Karangan: Ainul Mardiah
Facebook: Ainul Mardiah

Cerpen Kalau Jodoh Pasti Bertemu Lagi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takdir Tak Pernah Berdusta

Oleh:
Malam bulan Agustus begitu terang, langit bertabur bintang menerawang. Begitu terang, sehingga Nadia yang duduk termenung memandangnya pun tersenyum bahagia. Tangannya menari di atas kertas. Puisi, itulah tarian tangannya.

Aku Pernah Jatuh Cinta

Oleh:
Hari ini, setelah libur kuliah sedikit lama, Aku berencana kembali ke kota Malang. Perjalanan yang cukup menguras tenaga, karena memerlukan 4 jam waktu tempuh dengan menggunakan motor. Tapi, perjalanan

Cinta Yang Suci

Oleh:
Aku sudah memakai jilbab sejak kecil. Saat itu guru madrasahku berkata kalau, “Memakai jilbab itu kewajiban. Soal tingkah laku itu lain lagi. Intinya kita harus menutup aurat.” Setelah guruku

Doa Untuk Bidadari

Oleh:
Di sebuah auditorium kampus, berdiri seorang laki-laki berkemeja biru tua, tampak rapi dengan mengenakan peci hitam tertancap di kepala. Dengan wajah tampannya, Ia tebarkan senyuman pagi cerah, siap akan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *