Kamu (Sahabat)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 30 May 2019

Di depan semua orang kamu tunjukan senyuman termanis yang kamu miliki
Seolah kamu orang yang paling bahagia di dunia ini
Namun di saat kamu sendiri
Kamu serasa ingin mati
Tak kuat menahan rasa pedih perih di hati.

Di depan semua orang kamu berdiri tegak seperti tanpa beban
Seakan kamu orang yang tak pernah merasakan kesedihan
Namun di saat kamu menjauh dari keramaian
Kamu seperti orang tersesat yang tak tahu arah dan tujuan
Terlalu sering, lelah dikhianati dan dikecewakan.

Saat kamu terpuruk dalam duniamu yang memilukan
Kamu seperti mayat hidup yang enggan berjalan
Mungkin ragamu ada di sini
Namun jiwa dan pikiranmu entah kemana dia pergi.

Saat kamu terperangkap dalam duniamu yang menyakitkan
Kamu (kembali) terbelenggu dalam satu fikiran
Fikiran akan bayang-bayang kenangan
Kenangan masalalu yang sulit dilupakan.

Saat kamu lelah untuk terus mendrama
Juga lelah untuk terus berpura-pura
Kamu lebih memilih untuk memendamnya
Tak berniat untuk sekedar berbagi cerita.

Dan saat aku bertanya “apakah kamu baik-baik saja?”
Jawabanmu selalu sama “aku baik-baik saja”
Mungkin fisikmu tampak baik di mata namun hatimu menjerit dan meronta, ingin mengatakan bahwa kau selalu terluka.

Lalu aku berkata “Kamu tak bisa terus membohongiku, aku tahu kamu menyimpan luka. Setidaknya ceritakan masalahmu kepadaku, agar terasa lebih ringan bebanmu. Aku akan selalu siap mendengarkan keluh kesahmu. Aku akan selalu siap berikan bahu tuk jadi sandaranmu!”.
Seketika kamu langsung memelukku. Dengan isak tangis tersedu-sedu kamu bertanya kepadaku, “Kenapa? Kenapa dia meninggalkanku?”.
“Dia meninggalkanmu itu berarti ada yang lebih baik untukmu. Mungkin kalian dipertemukan tapi tidak untuk dipersatukan. Mungkin kalian saling mencintai tapi tidak untuk saling memiliki. Mungkin juga kalian pernah bersama tapi tidak untuk selamanya. Hanya Allah yang tahu jalan takdir hambanya”. Jawabku berusaha meyakinkanmu.

“Tapi kenapa harus aku yang selalu terluka? Kenapa bukan orang lain saja?”. Tanyamu dengan isak tangis yang tak kunjung reda.
“Ingatlah!, mungkin kamu tak seberuntung orang lain yang tak seberuntung dirimu. Percayalah! setelah hujan akan ada pelangi, setelah musim gugur akan ada musim semi. Maka janganlah sekali-kali kamu meragukan takdir dari sang Illahi. Sadarkah kita? disaat bahagia kita dering kali terlupa untuk bersyukur kepadanya, namun disaat terluka kita langsung mudah berputus asa sampai-sampai kita ragu atas segala kuasa-Nya. Ingat firman Allah dalam Al-qur’an surat Ar-Rahman.
-“Fabiayyi ‘ala irabbikumaa tukadzibaan”- Maka nikmat tuhanmu yang manakah lagi yang kamu dustakan?”. Ucapku panjang lebar memberi peringatan.

“Tapi sulit sekali untuk melupakan dia. Cintaku padanya sudah terlalu dalam. Bagaimana cara melupakan dia?” tanyamu dengan tatapan sendu.
“Kamu tidak harus melupakan masa lalumu itu! Kamu hanya perlu menimbun masa lalumu dengan masa depanmu. Cintailah dan kagumilah seseorang kareana Allah, bukan karena hasrat dan nafsumu saja. Jika kamu mencintai seseorang karenanya, pasti tidak akan ada hati yang sangat tersakiti jika ditinggalkan. Mulai sekarang jagalah hatimu dari seseorang yang tidak disahkan bagimu, namun jika hatimu sudah terlanjur mencintai seseorang itu, maka cintailah ia karena cintamu kepada Allah!”. Ucapku dengan senyuman tulus.

“Akan kucoba”. Katamu sembari mengusap air mata.
“Jangan dicoba-coba, itu memang sudah seharusnya kamu lakukan”. Ujarku memberi semangat padamu.
“Baiklah, akan aku lakukan”. Katanya dengan senyum yang mengembang lebar.

END

Cerpen Karangan: Fit
Blog / Facebook: Fit
Desi Fitriani.
15 Tahun

Cerpen Kamu (Sahabat) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta di Ujung Penantian

Oleh:
Sejauh mata ini memandang tak ada sosok itu. Ku arahkan mataku ke penjuru sekolah aku tak melihatnya hingga ada seseorang memanggil namaku dari arah belakang “syifa” panggilnya teryata sosok

Tulang Rusuk Takkan Tertukar

Oleh:
“kriiiing, kriiiiiing,”, suara yang tak asing lagi bagi telinga Zahra, ya jam beker berbentuk hati berwarna ungu yang berada di meja kecil di sebelah ranjang Zahra. Jarum pada jam

My First Love

Oleh:
Namaku, Shaline. Aku murid baru di suatu sekolah yang terletak di Bogor. Aku punya sahabat namanya, Reny. Reny adalah sahabat aku yang paling baik. Aku selalu curhat apapun tentang

Ketika Copet Bertasbih

Oleh:
Kedua kaki bersepatu tengah berlari begitu kencang di sebuah tempat yang begitu ramai. Jelas saja ramai, namanya juga pasar. Kedua kaki itu berlari dengan diikuti banyak kaki di belakangnya

Alif Layla (Part 1)

Oleh:
Setelah pertemuannya dengan Layla di depan mesjid yang ada di sekitar kompleks rumahnya dan mendengar Layla mengaji di sana, Alif menjadi ketagihan ingin bertemu lagi dengannya. Padahal dulu Alif

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *