Karena Nya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 6 September 2014

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Aku kira, memang tak ada. Lebih dari sekali aku hanya digantungkan oleh angan-angan kosong. Jawaban tak pasti, senyuman penipu, hanya segelintir dari apa yang kurasa. Akhirnya, aku mulai paham bahwa memang aku telah melakukan kesalahan. Mendekati sesuatu yang belum halal adanya.

Sejak itu, aku mulai menjauh. Aku mencoba memperbaiki diriku dulu. Tapi semakin aku menjauh, sesuatu yang harusnya jauh, mulai mendekatiku secara tak terduga.
Awalnya aku tak paham, sampai akhirnya, aku bercakap dengan seorang sahabatku.
“Kamu nggak mau ngerubah sejarah ta?”, celetuknya saat aku sedang sibuk dengan catatanku.
“Ha? Apa maksudnya?”. Aku masih fokus menulis.
“Kamu kan cantik. Alim lagi. Ya, aku tau, dia memang beda”. Kali ini dia tersenyum, saat kulihat dari ujung mataku. Tak tahan, aku pun keluar dari kesibukanku. Pertama, aku bingung. Lama-kelamaan aku paham arah pembicaraannya. Aku lantas tertawa.
“Kamu mau bilang, dia menyukaiku? Apaan sih, Sya. Aku bahkan baru saja mengenalnya dengan baik. Lagian kalaupun iya, aku akan sangat selektif dalam memilih. Aku takut dia tak bisa membimbingku menuju ridho-Nya”. Kami lalu saling tersenyum, lalu tertawa singkat. Setelah itu aku kembali menulis.
Astaghfirullaah. Aku harus tetap ingat, bahwa dia belum halal, batinku. Aku tak boleh terkecoh dan tergoda lagi. Aku harus fokus.

Seorang yang kubicarakan ini memang berbeda. Boleh dibilang, jauh dari kriteria dambaan muslimah. Bukan karena rupa maupun materi, tapi karena imannya yang masih dangkal. Karena itulah, aku semakin lama semakin takut.

Tak lama setelah itu, ketika hari ulang tahunku, aku benar-benar kaget atas ucapan “selamat” darinya. Memang biasa. Tapi kalimatnya yang telalu sopan, dan terkesan berbeda dari tabiatnya, membuatku heran.

Keherananku terus berkelanjutan. Semakin banyak perilakunya yang membuatku bertanya-tanya dan tersenyum simpul.
Seiring berjalannya waktu, sifat dan kebiasaannya mulai berubah, tapi apa yang kuinginkan darinya untuk berubah, masih belum ada tanda-tanda.

Aku tak berusaha memberinya harapan, begitu pula aku tak berharap terlalu banyak padanya. Tapi aku hanya berharap, jika memang dia, itu merupakan pilihan terbaik dari Allah untukku dan dia. Dan karena-Nya lah, aku tetap bertahan, dan akan terus menunggu hingga waktunya tiba.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Cerpen Karangan: Qorina N. S.
Blog: theblurredmoon.blogspot.com

Cerpen Karena Nya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dibalik “Cadar”

Oleh:
Aku Nurul, Nurul Azkiya (Cahaya bagi orang yang bersih hatinya) itulah nama lengkap pemberian Abah dan Ummiku. Aku tumbuh dan besar dalam lingkungan “Aktifis Dakwah”, Abah dan Ummi sering

Filosofi Cinta

Oleh:
Bersama semburat mega merah, seorang gadis terdiam dalam bus kota. Memori beberapa minggu lalu terputar jelas dalam benaknya, ketika kawan-kawan bertanya akan pemahaman cinta padanya. Bagaimana sakitnya ia ketika

Cinta Ku Cinta Mu

Oleh:
Kata orang cinta pertama itu sulit dilupakan. Aku percaya pada serangkai kata itu. Karena cintaku pada Allah pun cinta pertamaku yang tak pernah ku lupakan sampai akhir zaman. Tapi

Menunggumu Menghalalkanku

Oleh:
Di kegelapan malam aku duduk seorang diri di teras depan rumahku sambil melihat bintang yang menyinari malam yang gelap gulita. Entah angin mana yang membuatku ingat dengan perkataan ini

Because Allah or Desire

Oleh:
“Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya itu sebelum mengenalmu. Aku sudah lama mengenalmu dan mengapa di ujung hatiku sudah hampir bisa melupakanmu kau datang lagi memberi sejuta kenangan bagiku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *