Kejutan Di Hari Raya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 25 January 2016

Ketika aku telah menyelesaikan pendidikanku di bangku Sekolah Menengah Atas. Aku pun melanjutkan ke Universitas Islam Indonesia. Aku masuk UII tersebut tanpa test, karena aku telah menghafalkan Kitabullah. Hari raya idul fitri pun tiba. Hari pertama dan kedua lebaran tidak ada planning untuk ke mana-mana. Aku hanya stay at home. Pada hari raya yang kedua, ada seorang ikhwan berkunjung ke rumahku.

“Assalamualaikum.” salam dari ikhwan tersebut. Aku pun menuju ke ruang tamu, dan membukakan pintu buat ikhwan. Tak ku duga, ternyata ikhwan tersebut adalah teman sekolahku pada sekolah menengah pertama. “Waalaikumsalam, silahkan masuk” kataku sambil menundukkan pandangan. Ikhwan pun duduk di kursi ruang tamu. Dia menanyakan kabarku, dan aku menjawab, “Alhamdulillah baik, kamu gimana kabarnya? sehat? nih silahkan dimakan ya kue-kuenya. “Iya, terima kasih. Alhamdulillah saya sehat” jawabnya dengan tersenyum.

“Kamu mau minum apa? kopi? susu? teh hangat? jus?” kataku menawarkan minuman untuknya.
“Gak usah repot-repot ukhti, cukup air putih aja.” Sambil tertawa kecil dan bergurau. Memang, sejak masih sekolah kami sering bergurau sekedar tertawa kecil.
“Oke, aku ambilin dulu minumnya.” Sebelum aku melangkah untuk mengambil minuman, dia memanggilku. “Ukhti..”
“Apa?” sahutku. “Ayahmu mana ukhti?” jawabnya. Kenapa dia mencari-cari ayahku ya, mungkin ingin bersalaman (bisikku dalam hati). Tanpa banyak tanya, segera ku panggilkan ayahku sembari aku mengambil minuman di dapur.

“Ayah..”
“Iya ada apa Nak?”
“Itu, di ruang tamu ada teman kakak mencari ayah, mungkin dia ingin bersalaman.” Jawabku begitu.

Lalu ayahku pergi ke ruang tamu dan menyapa temanku tersebut. Banyak perbincangan yang terjadi antara ayahku dan ikhwan yang datang ke rumahku itu. Aku datang menyajikan minuman untuk mereka berdua. Sesuai pesanan, yaitu air putih. Dan aku pun ikut bergabung dalam perbincangan tersebut. Baru saja aku duduk. Si Ikhwan lantas memberitahu maksud dan tujuan kedatangannya ke rumahku.

“Om, saya maksud dan tujuan saya ke sini bukan hanya bersilaturahmi dengan keluarga ukhti, tetapi saya juga ingin…” Belum selesai ikhwan berbicara, pikiranku sudah jauh, dan aku yakin akan ada berita bahagia hari ini untukku. Dia pun melanjutkan pembicaraannya, “Melamar putri Om.” Aku dan ayahku terdiam, suasana menjadi hening. Jantungku berdebar-debar mendengarnya, tubuhku bergetar. Aku seakan akan tidak percaya dengan apa yang ikhwan ucapkan tadi. Seperti mimpi, namun nyata. Ikhwan tersebut mecahkan keheningan dengan bertanya.

“Bolehkah saya menyunting anak Om untuk menjadi pendamping hidup saya nanti?”
Ayahku pun menjawab, “Alhamdulillah, putri saya udah ada yang melamar. Tentu saja boleh, saya kan sudah mengenal baik siapa kamu. Saya yakin kamu pasti bisa membahagiakan dan menjaga putri saya. Lantas bagaimana dengan ukhti?” Kata ayahku. Mereka berdua memandangiku dan menunggu jawaban dariku. Aku jadi malu, tanpa berpikir lagi, dengan bismillah aku menjawab, “Ya Boleh, saya mau.” Dan mereka pun menjawab dengan serentak, “Alhamdulillah.” Ini merupakan kejutan terindah di hari raya bagiku. Aku bahagia sekali, sosok pria idaman akan segera menjadi milikku seutuhnya. Aamiin ya Allah.

Cerpen Karangan: Rima Amara Sabrina
Facebook: Rima Amara Sabrina
Nama saya Rima Amara Sabrina, saya lahir di Singkawang 22 April 2000. Masih duduk di bangku SMA kelas 10. Hobi saya menulis, dari menulis di Buku Diary, berbagai macam puisi, dan juga cerpen. Dan ini merupakan cerpen pertama saya. Maaf kalau jelek. Karena saya bukan sastrawan 🙂 Semoga kalian suka.

Cerpen Kejutan Di Hari Raya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berselimut Mimpi

Oleh:
Malam ini udara di kampungku begitu dingin, suara rintik hujan membisik kesunyian. Angin sepoi-sepoi berhembus lewat celah-celah ventilasi kamarku, menyentuh tubuh ini, membuat semakin malas saja untuk sekedar keluar

Di Sini Untukmu

Oleh:
Air hujan turun tak henti-hentinya mengguyur bumi, dingin menusuk relung hati, hampa kian menemani derita, mimpi-mimpi indah dulu kini sirna sudah. Harapanku untuk mendapatkan Beasiswa di Universitas favoritku lenyap

Taubatnya Lelaki Bertato

Oleh:
Tak semestinya hidup ini berjalan lurus-lurus saja, setiap insan akan selalu didatangi beberapa masalah. Tak selalu yang baik-baik itu akan berakhir baik pula, dan yang buruk-buruk akan berakhir buruk.

Cinta Dan perbaikan diri

Oleh:
Pagi itu begitu dingin, membuat badanku serasa menggigil, ternyata ini adalah hari minggu, yang biasanya harus mencuci baju-baju yang kotor. Namaku Andi. Tidak seperti biasanya hari minggu merupakan hari

Menjadi Bidadari

Oleh:
Wanita cantik penghuni Jannah bersama seseorang yang ingin dicintai adalah keinginanku, dan bisa jadi keinginanmu pula. Mencapai cita-cita butuh pengorbanan memang, seperti saat ini aku sedang berada dalam sisi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kejutan Di Hari Raya”

  1. Chintia Wardhani says:

    Wah..cerpennya bagus ukhti…
    semangat terus ya dalam hobinya…

  2. Muhammad Al-Amin says:

    Bagus Cerpennya , sukses terus ya ukhti semoga bisa melangkah ke jenjang professional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *