Ketika Hatiku Telah Memilihmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 19 July 2020

Bismillahirohmanirrohim
Assalamualaikumwarohmatullahiwabarakatuh
Ini adalah tentang cinta dan hijrahku bukan maksud membuka luka lama hanya saja aku ingin membagi sedikit dari sekian skenario kehidupanku kepada muslimah

Berawal dari cinta…
Cintalah mengubah segalanya dari takutku menjadi keberanianku, mengapa aku mengatakan hal itu? Sebab perkenalanku dengan seseorang membuatku berani mengenal cinta. Waktu itu aku masih duduk di kelas 3 sekolah menengah pertama aku tau masa SMP bukanlah waktu yang tepat untuk mengenal cinta tapi entah mengapa seseorang datang dalam kehidupanku dan mengubah segalanya.

Dringg… Terdengar bunyi handphone sayup-sayup bunyi handphone komuniketer bahasa gaul anak jaman sekarang maklum hanya itu yang kupunya saat itu. Aku tidak punya handphone yang canggih yang bisa bbm, instagram, line, whatsapp dan sebagainya. Ternyata bunyi itu pesan singkat dari nomor yang tidak kukenal dengan sapaan.

“Selamat malam”.
“Selamat malam juga maaf siapa?”. Akupun menjawab pesan singkatnya itu

Ternyata pesan singkat itu dari sepupu sahabatku Nunun. Malam itu tepatnya pada malam kamis, kami berdua membahas banyak hal hingga diapun mengungkapkan perasaannya aku sempat tidak percaya itu sesekali aku terdiam dalam keheningan malam.

Perkenalanku dengannya memang sangat singkat tapi kami berdua pernah bertemu kurang lebih sebulan sebelum kak Ilham mendapatkan nomorku. Panggilan kakak memang paling tepat untuknya sebab dia sudah duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas.

“Sebenarnya saya sudah lama menyukaimu sejak pertama kali saya melihatmu di rumah sepupuku” Kata kak Ilham saat mengungkapkan perasaannya.
Perasaanku tidak karuan entah apa yang kurasakan malam itu seakan percaya dan tidak percaya bahkan hatiku bertanya-tanya. Bagaimana bisa dia menyukaiku? Malam itu jawaban tidak kuberikan sebab aku tidak bisa memberikan jawaban tanpa saran dari sahabatku.

Kami 5 bersahabat. Tika, Nunun, Annur, Ais dan aku, kami bukan hanya sekedar sahabat kami saling menjaga bahkan kerap kali aku dan tika dikiranya saudara sebab kami berdua sangat mirip. Tapi jangan kira persahabatan kami tidak ada perbedaan, kami berlima memiliki perbedaan sifat, ada yang cengeng, ada yang keras, ada yang lembut, ada yang kekanak-kanakan dan ada yang mudah marah perbedaan itulah yang membuat persahabatan kami sangat berwarna.

Kamis pagi tanggal 27 seperti biasanya aku bergegas ke sekolah aku tidak sabar ingin menemui sahabatku dan menceritakan segalanya.

“Selamat pagi Tisu” sambut Nunun dengan ceria.
“Juga…” Jawabku dengan nada yang kurang bersemangat.
“Kamu kenapa sihh? Tidak bersemangat banget hari ini”. Annur berusaha mencari tau.
“Ehhhh sini dehh aku mau curhat nihh”
“Memangnya mau curhat apa?” Nunun bertanya dengan penuh rasa penasaran
“begini guys… sepupu lho nun nembak aku …”
“What??? Ditembak? Aduhh… mati donk kamunya…” Nunun pura-pura kaget dan mulai mencairkan suasana.
“Heheheheh lho nun ada-ada ajha dehh, aku serius tau’ maksudnya dia suka sama aku gimana nihhh? Secara selama ini aku tidak pernah merasakan jatuh cinta jadi aku mau saran kalian”
“Stop… stop… stop…” Tika akhirnya angkat berbicara Tika adalah sahabatku yang punya segudang saran untuk setiap masalahku dia pasti menemukan jalan keluar untukku “Begini!! terima saja dia, dia lebih dewasa darimu jadi itu akan lebih baik untukmu, kamu harus terima dia kalau tidak kamu akan rasakan sendiri akibatnya”. Memang begitulah kami ketika sahabatku yang satu ini bicara semuanya menjadi bungkam. Pembicaraan kami akhirnya selesai bel masuk telah berbunyi hari itu perasaanku benar-benar tidak karuan sampai tiba saatnya jam pulang sekolah banyak hal yang ada di pikiranku.

Tanggal 27 Oktober 2011 adalah hari jadianku dengan kak Ilham sebab setelah aku memikirkan segalanya aku memutuskan untuk menerimanya. Bahkan aku masih sangat mengingat jam jadianku dengannya. Astagafirullahaladzim Tanggal, bulan, tahun, bahkan jam jadianku tidak bisa aku lupakan dan sangat terekam kuat dalam memori ingatanku lalu bagaimana dengan Allah?. Bagaimana dengan jam-jam sholat yang sebagai umat islam adalah kewajiban apakah sama halnya dengan hari, tanggal, bulan, tahun jam jadian yang bahkan tidak bisa aku hapus dalam memori ingatakanku bahkan aku menunngu akan tibanya tanggal jadian itu.

Lanjut kisah, setelah kami menjaling hubungan yang cukup lama banyak hal yang kami lalui. Bahkan isu-isu tentang dia memiliki wanita lain dalam hidupnya berhasil kupatahkan dengan kepercayaan dan kesetiaanku. Setelah aku lulus dari smp dan melanjutkan ke SMA dimana kak Ilham sekolah aku dan sahabat-sahabatku pun berpisah kecuali Tika dan aku tetap bersama. Setelah hubunganku cukup setahun aku di perkenalkan kekeluarganya.

Suatu ketika hubungan kami kembali diuji banyak cerita yang kudengar bahwa dia menjaling hubungan yang tak lain adalah teman kelasnya sendiri, sehinngga aku bertekad untuk bertanya kepada kak Ilham ternyata benar saja dia pernah menjalin hubungan dengan teman sekelasnya. Waktu itu aku benar-benar hancur bahkan tidak kusadari air mataku tidak dapat kubendung lagi rasa sakit, kecewa. merasa dikhianati. Itulah yang kurasakan saat itu. Tapi aku sangat menghargai kejujurannya itu, Aku benar-benar bodoh petunjuk sudah jelas-jelas berada di depan mataku lalu aku begitu buta. Allah memberiku satu jalan dan menunjukkan siapa dia tapi aku tetap saja bersama dia yang tidak halal untukku. Hubungan kamipun kembali normal.

Hubungan kami memang sangat sederhana kami tidak pernah merayakan apapun, tapi kami menikmati segalanya bahagia, kecewa, suka duka itulah yang membuat hubungan kami bertahan hingga kurang lebih tiga tahun.

Hingga suatu ketika badai kembali menerpa hubungan kami saat hubunganku dengannya sudah menghampiri 3 tahun pada tahun 2014 disitulah akhir kehancuran bagiku tapi juga merupakan awal dari hijrahku ini awal ketika hidayah itu kucari sahabat muslimah. Petunjuk kembali kudapatkan kala itu pesan singkatlah pula yang membuat hubunganku berakhir aku mendapatkan pesan singkat dalam handphone milik kak Ilham dengan wanita mantan selingkuhannya itu. Ya Allah luar biasa sakit yang kudapat jantungku seakan berhenti berdetak, seluruh tubuhku seakan kaku, dingin dan tidak berdaya hubungan yang kubina selama kurang lebih 3 tahun harus berakhir dengan penghianatan, kesetiaanku seakan tidak berarti.

Akhirnya aku menemukan jalanku aku sudah bertekad untuk mengakhiri hubungan yang tidak halal ini aku ingin kembali kepada jalan yang selama ini seakan akan aku menutup mataku dari jalan yang benar. Akupun memutuskan untuk menghubunginya

“Assalamu alaikum”
“Waalaikum salam”
“Maaf sebelumnya mungkin hubungan kita cukup sampai disini saja” kataku sangat yakin
“Baiklah kalau itu yang kamu inginkan terserah…” jawabnya sangat singkat tanpa ada penjelasan apapun tanpa ada pertanyaan apapun mengapa aku sampai memutuskan hubungan ini.
“Iya makasih atas segalanya, Assalamu alaikum”
“Waalaikum salam”
Tettt…

Semuanya sudah berakhir aku sangat terpukul yang kurasakan bagaikan mimpi buruk aku pernah diatas awan-awan lalu aku dihampaskan kebumi janji-janji yang dia buat bagaikan mimpi buruk janji itu bagaikan angin lalu saja harapanku telah sirna harapan untuk hidup bersamanya masa depan yang ku angan-angankan telah kututup kembali karena luka itu. Aku bahkan berharap besar darinya sebuah kehidupan yang sederhana namun penuh cinta kini telah pupus. Tapi aku menyadari satu hal dalam sebuah haditz

“Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia” (Ali Bin Abi Thalib). Bahwa seharusnya kita hanya perlu berharap kepada Allah bukan kepada manusia.

Dengan berakhirnya hubunganku aku sudah memutuskan untuk berhijrah kumulai dengan membenahi hatiku yang terluka aku mulai mencari hidayah Allah bahkan aku memutuskan untuk berhijab lebih syar’i.

Satu minggu hubunganku telah berakhir aku kembali mendengar kabar bahwa dia sudah punya kekasih baru yang tak lain tetangga kelasku sendiri itupun aku ketahui lewat teman kelasku.
“Ti… kamu tau tidak aku melihat pacar kamu semalam dipantai bersama wanita lain dan dia adalah tetangga kelas kita” kata salah seorang teman kelasku yan namanya Inha
“Terus emangnya kenapa?” aku pura-pura tidak ada masalah
“Kamu tidak apa-apa?” merasa bingung
“Apa yang harus kukhawatirkan semuanya telah berakhir tidak ada lagi ikatan aku dan dia”
“Apa? Kamu serius?” Inha sangat kaget

Akhirnya semua teman-temanku telah mengetahui bahwa hubunganku telah berakhir mereka tidak percaya sebab aku tidak pernah menceritakan apapun kepada teman-temanku semenjak sahabatku Tika memutuskan menikah dengan kekasihnya jarak aku dan sahabat-sahabatku semakin jauh dan aku tidak tau harus curhat kesiapa lagi selain kepada Allah.

Namun niat baikku tidak berjalan mulus begitu saja hijrahku tidak segampang yang kubayangkan cibiran mulai kudapatkan dan cibiran itu kudapatkan dari kekasih kedua dia setelah hubungannya dengan tetangga kelasku berakhir dia kembali memiliki kekasih baru aku kembali terpuruk setiap malam aku meneteskan air mataku kata-katanya terhadapku sangat pedas bahkan dia menghinaku lebih dari yang kubayangkan aku sangat tidak menyangka ternyata ada orang yang sekejam itu padaku namun aku tidak menyerah begitu saja aku tidak pernah lelah untuk meminta pertolongan Allah bahkan aku memutuskan untuk memblok fb mantan kekasihku dengan pacar keduanya itu demi ketenangan batinku sebab aku sangat terhina olehnya. Benar saja Allah mengabulkan semua doa-doaku, setelah hubungan mereka berdua berakhir, dia yang pernah menghinaku meminta maaf kepadaku dan aku tidak perlu berlama-lama untuk tidak memaafkannya aku memaafkan dia aku bahkan sangat akrab dengannya subhanallah luar biasa kuasa dan pertolongan Allah. Semakin kita dekat dengan Allah maka pertolongan Allah juga semakin dekat dengan hamba-Nya. tidak berselang beberapa lama kak Ilham juga datang meminta maaf padaku akupun memaafkannya semuanya tampak membaik.

Beberapa bulan telah berlalu semuanya kembali normal aku fokus menghadapi UAS dan UN di SMA Hingga sampai pada kelulusanku dan melanjutkan pendidikanku di perguruan Tinggi Disini hijrahku semakin kuat aku mulai menuntut ilmu syar’i dan rutin mengikuti pengajian, ikut tarbiyah, dan mulai menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif.

Beberapa tahun telah berlalu setelah hubunganku berakhir aku pikir jarak aku dengan masa laluku semakin jauh. Namun aku salah di tengah-tengah kuatnya hijrahku masa laluku kembali menyapaku lewat sosial media dan aku merasa kedatangannya membuatku lemah. Masa laluku bagaikan teka-teki yang tidak bisa kupecahkan dia kembali menyapaku sebab dia ingin menjalin tali silaturahmi dan bersahabat denganku.

Andai saja dia pernah tau keresahan hatiku selama dia pergi dalam hidupku, andai dia tau perjuanganku selama aku dan dia bersama namun dia tidak pernah menyadari kepedihan itu. Sesekali aku benoleh kebelakang aku resah akan cintaku yang selama ini kuperjuangkan namun tak berarti apa-apa aku resah akan pedihnya cinta pertamaku. Cinta pertama yang berakhir kepedihan namun sesekali pula aku tersadar bahwa ini skenario kehidupan cintaku yang belum lengkap.

Hijrahku memang sangat rumit layaknya muslimah lain yang mempunyai titik jenuh akupun terkadang merasakan hal itu sebab itu manusiawi bila kuingat semua yang telah terjadi dimasa laluku hatiku mengatakan satu hal “begitu kejam dunia ini” aku dihadapkan dalam satu hal yang tidak pernah kubayangkan semasa kecilku bahwa kehidupan ini sangatlah rumit kadang aku ingin kembali dimana aku hanya tau, bermain dan menangis saat terjatuh. Dimana di pagi hari saat mentari telah terbit ibuku membangunkanku dengan penuh kasih sayang dan saat senja tiba ibuku mencariku.

Aku benar-benar sudah tidak kuat semenjak masa laluku kembali menyapa diriku kerap kali aku menangis aku merasa bodoh sendiri kenapa dia datang yang justru akan menambah luka lamaku yang selama ini kubawa pergi luka yang tidak dia ketahui betapa tersiksanya aku, namun hatiku tidak pernah menyimpan rasa benci untuknya aku menyadari segalnya bahwa dia pernah datang menawarkan kebahagiaan lalu pergi begitu saja, dia pernah menjadi bagiaan dalam skenario kehidupanku ini, sungguh dia mengajarkanku banyak hal. Hingga aku memutuskan untuk menceritakan kepedihanku padanya.

“Maaf aku ingin memberitahukan satu hal padamu ini demi hijrahku kumohon jangan tersinggung” kataku
“Iya silahkan” tanpa merasa ragu
“Maafkan aku saat ini diriku sedang berhijrah maaf bukan aku tidak ingin menjalin tali silaturahmi tapi entah mengapa justru kedatanganmu membuat hijrahku lemah maaf ini adalah kejujuranku jadi kumohon demi sempurnanya hijrahku lebih baik diantara kita tidak perlu ada komunikasi lagi” Tak terasa air mataku kembali berderai penantianku selama bertahun tahun saat dia datang aku menolaknya sendiri sebab jalanku dan jalan dia telah berbeda aku sudah memutuskan untuk berhijrah namun dia masih memilih untuk menempatkan hatinya pada seseorang.
“Lemah gimana?” bukan begini caranya saya merasa bersalah saya tau saya sangat keterlaluan tapi kumohon jangan dengan cara itu” kak Ilham pun minta maaf dan merasa bersalah aku semakin dilanda kecemasan dalam hati-hatiku.
“Aku sudah mendaki mati-matian aku ingin memantaskan diriku do’akan aku tetap istiqomah, kumohon suatu saat engkau akan mengerti”
“Iya maafkan diriku” Jawab kak Ilham begitu singkat
“Maafkan juga diriku cukup kita menyapa dalam do’a jaga diri juga iman kakak”

Aku benar-benar sudah memutuskan untuk memperbaiki diriku dari kesalahan yang telah kuperbuat dimasa laluku. Aku tidak resah dengan keputusanku ini sebab ini adalah keputusan yang syar’i untukku, demi menjaga keistiqomahanku demi menjaga akan adanya fitnah diantara kami berdua apalagi sekarang dia telah bersama orang lain. Aku sudah tidak resah lagi entah kepada siapa hatiku ini akan berlabuh sebab jodoh datang tak terduga layaknya kematian yang datang kapan saja. Aku hanya berharap besar kelak cintaku akan membawaku semakin mencintai Allah Aku tak pernah melupakan kata-kata bijak darinya dia mengatakan padaku beberapa tahun yang lalu saat kami masih bersama“ jika niat kita baik In Shaa Allah akhirnya juga kan baik.

Allah lebih tau yang terbaik untuk hambanya walaupun seseorang menjalin hubungan bertahun tahun jika Allah tidak ridho maka tidak akan terjadi ikatan yang halal namun jika perkenalan singkat yang akhirnya Allah ridho makan akan terjadi ikatan yang halal percayalah sahabat muslimah biarkan do’a yang menjawab segalanya entah itu yang datang kelak adalah masa lalu atau sesorang yang baru itulah yang terbaik sebab tidak ada yang mustahil di dunia ini masa lalupun akan menjadi masa depan jika Allah ridho entah siapa dia yang akan melanjutkan skenario hidupku ini wallahu a’lam hanya Allah yang tau.

Aku akan tetap berhijrah dan beristiqomah memantaskan diriku karena Allah sebab kini hatiku telah memilih Allah. semoga hati-hati kita tetap diistiqomahkan karna hanya Allah yang mampu membolak balikkan hati hamban-Nya.
Semoga bermanfaat ukhtifillah

Cerpen Karangan: Titi Sulwiyati
Blog / Facebook: Blog Titi Sulwiyati / Fb Titi Sulwiyati
Namaku Titi Sulwiyati, akan tetapi aku akrab disapa Titi, aku lahir tanggal 06 juli 1997, Alamat Bonto Katangka, Kabupaten Jeneponto, Sulawasi – Selatan , Indonesia. Aku lahir dari keluarga yang sederhana namun kesederhanaannya itulah membuatku bermimpi menjadi orang yang luar biasa, Riwayat pendidikan SDN 82 Bonto katangka, Smp Neg .1 Bissappu, Sma Neg 1 Bissappu, Yayasan Tanah sinergi Bulukumba Akademi Keperawatan Bulukumba cinta – citaku menjadi seorang perawat dan seorang penulis, hobby membaca dan menulis, motto hidayah itu di cari bukan di tunggu, Pesan Sayangilah ibu bapakmu sebab kehadiran mereka berdualah engkau dapat menikmati pahit manisnya hidup, kesan merawat orang yang sedang sakit adalah hal yang menyenangkan.

Cerpen Ketika Hatiku Telah Memilihmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kriteria Si Jelita Salwa

Oleh:
Di sela-sela kabut malam yang sunyi, ia masih saja menatapi sepotong kertas di salah satu halaman diarynya. Perkataan Mama sore tadi sedikit membuatnya sesak dan putus asa. “Sampai kapan

Halalkah Kita Pacaran

Oleh:
Seminggu sudah Arini mendapatkan surat dari Rangga, yang isinya gak jauh beda, so pasti ungkapan cinta. Arini males membalasnya, tapi hanya disimpan di bawah kasur. Karena dia tidak punya

Filosofi Hati

Oleh:
“Untuk apa pacaran? Demi apa pacaran? Mengapa kamu pacaran? Manfaat apa yang kamu peroleh dari pacaran? Sama sekali nggak ada!” Aku diam. Duduk tegak layaknya garuda wisnu kencana yang

My First Love

Oleh:
Namaku, Shaline. Aku murid baru di suatu sekolah yang terletak di Bogor. Aku punya sahabat namanya, Reny. Reny adalah sahabat aku yang paling baik. Aku selalu curhat apapun tentang

Ku Menunggumu di Al-akbar

Oleh:
Malam ini dingin menyapa lagi namun hari ini ia tak sendiri, ia menggandeng hujan-hujan kecil dan mengajaknya bermain melompat lompat di atas perut bumi. Mata dan telingaku masih menikmati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *