Khiar Khitah Karena Sang Khalik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 31 August 2016

“Aduh Fel, kenapa lo nggak selesai-selesai sih, nangisnya? Gue tuh capek lihat lo terus-terusan kayak gini! Udah gitu, lo selalu nyuruh-nyuruh gue buat beli tisu saat gue lagi asik latihan gitar. Dua kardus lo habisin itu tisu! Emangnya nggak capek apa sih mata lo buat nangis cuma gara-gara Arka mutusin lo? Gak ada cowok laen apa hah? Asal lo tau nih ya, kalau lo terus begini, gimana sama band kita Felly? Ancur tahu nggak sih, orang vokalisnya nangis melulu!,” omel Riska yang sedari tadi menemani Felly Anggi Wiraatmaja di kamarnya.
“Lo nggak tahu sih, gimana perasaan gue sekarang? Sakit tau diputusin! Udah gitu, Arka mutusin gue nggak ada alasannya. Gimana gue bisa tenang Ris? Gue kepo!”
“Salah lo sendiri kepo!”
“Ada apaan sih rame-rame melulu dari tadi? Kedengeran tahu nyampek luar! Oh ya Fel, maaf ya gue udah nyelonong masuk. Abis, lo gue teriakin nggak keluar-keluar. Ya udah, gue masuk. Sorry ya.,” Sahut Erika setelah ia tidak mendapat respon untuk masuk ke rumah Felly karena ada sesuatu yang terjadi.
“Gimana bisa denger lo coba? Orang yang punya rumah stress begini!,” jawab Riska sewot.
“Loh, Fel, kenapa mata lo bengkak kayak disengat tawon? gitu? Ada masalah sama haid? Atau dimarahin nyokap lo gara-gara lo nggak ngerapikan kamar lo setelah bangun tidur? Atau…?”
“Udah, diem lo! Gue diputusin sama Arka 2 jam yang lalu. Padahal, gue gak tahu kenapa dia mutusin gue? Kurang apa coba gue? Gue sayang banget sama dia! Gue cinta banget sama dia!”
“Buset, sadis amat putusnya. Tapi, bagus deh kalau gitu!”
“Maksud lo apaan sih Erika? Lo seneng liat gue sedih? Lo tega amat sih sama gue!”
“Udah, itu takdir!,” saut Brama sang drummer yang tiba-tiba datang dengan Billy ke kamar Felly.
“Lagian ngapain juga lo mikirin dia sampe nangis begitu? Nggak malu sama umur mbak?,” saut Billy sang pemegang bazz.
“Woooooy, inget! Besok itu udah lomba band terbaik! Masak gak juara? Malu-maluin aja tau nggak sih! Udah 3 kali kita sebet juara 1 dalam satu setengah tahun ini. Masak, cuman gara-gara beginian doang kalah sih? Nggak etis tahu!”
“Gimana gue bisa latihan band sekarang? Pikiran gue kacau!”
“Felly, Arka mutusin lo itu pasti ada alasannya Fel. Dia gak bakalan mutusin lo karena cewek. Gue tahu persis kok, siapa dia Fel. Lagipula, Yang Maha Kuasa menakdirkan ini juga buat kebaikan lo. Islam kan melarang kita pacaran, jadi untuk apa kita pacaran? Emang rasanya berat banget ngelakuin itu. Dimana-mana kalo mau ngelakuin hal yang baik, pasti susah. Tapi, semua itu tergantung diri kita sendiri. Mampukah kita untuk menahan diri dengan menunggu waktu hingga tiba saatnya nanti? Itulah yang dinamakan cinta suci. Cinta tanpa perbuatan maksiat,” ceramah Billy.
“Lagian Fel, kalau dipikir-pikir sih, perpisahan lo sama Arka akan memperindah kisah cinta lo di masa depan nanti. Karena, hadist menyatakan bahwa, bagi siapa yang menjauhi zina dan bahkan tidak melakukan zina, maka ia akan kaya. Baik kaya harta, maupun kaya hati. Dan, bagi siapa yang melakukan zina. Maka, kelak ia yang akan dizina. Lagipula, kalau kita pacaran sekarang, sama aja kita mengambil jatah kebahagiaan yang disediakan oleh-Nya di masa kelak nanti. Karena, telah terkuras habis untuk saat ini,” kata Erika
“Tuh, dengerin omongan temen-temn lo! Jangan lo hirauin aja, kayak angin lewat!”
“Udah lah Fel, daripada lo kayak begini, mendingan lo sholat dulu. Minta sama Yang Maha Kuasa ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi masalah lo yang sekarang ini.”
“Thank’s guys untuk nasehatnya.”
“Setelah sholat, lo lampiasin aja kemarahan lo untuk latihan band hari ini. Teriak dengan suara merdu lo saat ini dan juga besok! Gak ada gunanya nangis melulu.”
“Ok, gue bakalan ngelakuin apa yang kalian omongin. Sekali lagi, makasih ya karena udah nenangin hati dan pikiran gue.”
“Iya sama-sama. Ya udah kita tunggu di lantai atas ya Fel,” kata Riska dengan lembut.
Felly pun mengangguk dan bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.

Setelah kejadian menyedihkan itu, Felly telah beruah sedikit demi sedikit. Sifatnya yang mulai dewasa serta style baju yang sudah mulai tertutup. Saat ia mendapatkan job untuk memulai cintanya, ia selalu menjawab bahwa ia memiliki penyakit psikologi. Dimana, saat ia mendengar kata cinta, maka kepalanya terasa pusing. Padahal, tidak. Itu hanyalah akal-akalan Felly saja untuk kaum lelaki yang pantang menyerah. Sehingga, tidak terlalu sakit hatinya saat ditolak cintanya oleh Felly.

Tidak hanya itu juga, trik kedua Felly adalah menurunkan semangat laki-laki yang mencintainya dengan kata-kata yang gumal. Seperti, “Kalau gue jadi pacar lo, gue buang aja deh, hahahaha. Gurau gue. Udahlah, konsen aja sama masa depan. Lagipula, uang jajan masih minta nyokap bokap. Gue kasih tahu nih, pacaran itu ribet tahu! Tiap hari harus SMS atau nelepon, pake pulsa kan? Nah uangnya dari mana? Kalau kehabisan gimana? Mau minta lagi sama nyokap bokap? Nggak malu sama diri sendiri? Nggak kasian? Saat ulang tahun harus ngasih kado dan juga kejutan. Udah gitu, waktu seneng-seneng sama temen kesita lagi, belom juga nanti saling cemburu, terus putus, terus nangis. Aduh, capek tahu! Mending sukses aja dulu, nikmati hidup dengan waktu yang bermanfaat.”

Perubahan diri Felly telah meancarkan ketenangan dalam raut wajahnya. Keteduhan, ketentraman, dan juga kedamaian telah menyelimuti hati dan pikiran Felly setelah lama ia hampir melupakan kewajibannya sebagai umat muslim. Tidak hanya itu saja, prestasinya juga semakin meningkat. Karena, ia telah menjadi pencipta lagu dan juga mendapat tittle sebagai vokalis remaja terbaik nasional. Saat di tanya inspirasi di balik suksesnya sebagai remaja artis, ia selalu menjawab “Kunci kesuksesan saya adalah selalu mengingat-Nya, berusaha keras dan tidak pernah puas akan usaha dan juga prestasi saat ini”. Ia sadar, bahwa setiap peristiwa tidak akan pernah luput dari kehendak-Nya serta takdir-Nya. Manusia adalah ibarat wayang yang di gerakkan oleh dalang-Nya. Jadi, pasrahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Namun, tetap berusaha sesuai dengan kodrat manusia.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan no telepon 082 – 330 – 080 – 113. Prestasi yang pernah diraih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan buku antologi.

Cerpen Khiar Khitah Karena Sang Khalik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Islam Membuat Hidupku Berwarna

Oleh:
Pagi ini cahaya matahari hangat menyilaukan seberkas titik embun di atas dedaunan. Rumput basah menguapkan hawa segar di udara. Biru langit tampak sedemikian cerahnya hingga awan tak terlihat setipis

Arti Cinta Karena Allah

Oleh:
Hari ini begitu indah, mungkin karena cuaca atau memang ada sesuatu yang mempengaruhi sehingga hari ini begitu indah. Sepoy anginya pagi ini dan pancaran mentari pagi entah kenapa begitu

Selama Kita Masih Memandang Langit Yang Sama

Oleh:
“hei” suara Nada mengagetkanku dari lamunanku. “hayo lagi ngapain pagi-pagi udah ngelamun di jendela, nungguin si itu yah? haha” Pertanyaannya langsung membuatku memerah layaknya udang direbus.. yah, tapi memang

Kacamata Bergaris Hitam (Part 3)

Oleh:
Tak sanggup aku menghentikan bayang-bayang Irman dan Irfan, siapa mereka? Ku putuskan untuk memberitahu Sinta, sahabatku. Siapa tahu ia mempunyai solusi untuk memecahkan masalahku ini. Ku jelaskan semuanya dari

Trixie

Oleh:
Solo, kota kecil yang asri. Banyak sekali kenanganku di sini. Masa kecil juga cinta pertama, cerita masa lalu yang selalu terngiang sampai saat ini. Di Kota inilah awal mula

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *