Kisah Cinta Fia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Islami
Lolos moderasi pada: 14 September 2019

“Eh fiaku sayang kok ngelamun aja sih?”. Lamunanku seketika saja langsung pergi secepat kilat. “Ah widya ngagetin aja sih!” “ya deh maaf ya cantik”, sahabatku yang satu ini memang suka sekali mengagetkanku dan merayuku ketika aku merajuk.

“Ngelamunin apa sih? Mesti ngelamunin masa lalu ya!?” ucap widya. Ya.. aku memang sedang mengingat kejadian tiga tahun lalu, ketika aku duduk di bangku smp. Tiga tahun aku terus membayangkan dia yang telah mengisi hatiku dan angan anganku.

“Eh mas.. mas buku itu saya dulu yang pinjem, kok seenaknya aja sih ngambil!?” omelku dengan haqi cowok yang telah mengisi hatiku selama tiga tahun itu, aku memanggilnya mas karena waktu itu aku belum kenal denganya dan kita juga berbeda kelas. “Tapi ini tadi gak ada tulisan ‘mau dipinjem’ ya udah saya ambil aja dari perpus” ahh cowok ini memang awalnya sangat nyebelin seperti itu, tetapi setelah lama aku mengamatinya cowok ini sangat baik, pinter dan rajin beribadah. Terkadamg dia selalu berpapasan denganku ketika shalat dhuha, ketika itu muncul perasaan yang sangat aneh sekali, hatiku berdegup sangat kecang dan tak karuan, timbul di benakku “inikah rasanya cinta. Ya… ini memang cinta, ingin sekali mengungkapkanya, tetapi saat itu aku cupu dan selalu dijuluki ustadzah karena hanya aku satu satunya di sekolah itu yang berjilbab besar dan anak seorang ustadz, disamping itu aku tau bahwa saling menyatakan perasaan yang ujungnya pacaran itu haram dalam agama islam.

Setelah rasa ini mengganggu aku langsung curhat dengan sahabatku widya, dan tidak sengaja temanku ada yang mendengar dan langsung booming seperti penyanyi terkenal. MasyaAllah.. aku benar benar bodoh kenapa sih harus tersebar, sampai sampai sudah terdengar di telinga haqi, malu banget aku. Tetapi sepertinya haqi tidak terlalu mempedulikanya dan tidak percaya bahwa aku suka denganya karena mungkin menurut dia karena sama sama tau betul tentang agama terus teman teman selalu menjodohkanku dengannya. Alhamdulillah batinku berkata.

Dua tahun kemudian, aku dan haqi sama sama kelas IX dan kebetulan kita dalam satu kelas yang sama. Hari itu berpapasan dengan acara penyambutan siswa/wi baru, kebetulan aku dan haqi ditugaskan untuk ngasih soal soal kepada adik kelas di sebuah masjid, karena perjalanan menuju masjid ini lumayan jauh jadi aku dan haqi menempuh dengan motor dan terpaksa aku harus berboncengan denganya karena petugas yang lain juga sudah berangkat dulu. Di sepanjang perjalanan semua bilang “ciye… ciye… fia sama haqi” aaahh menyebalkan, batinku.

Spontan aku berbicara dengan haqi “haqi afwan(maaf) banget ya tiga tahun ini kamu terus aja dibully sama aku, kamu jangan percaya deh sama omongan temen temen yang ngatain kalo aku tu suka sama kamu, itu gak bener” “gak kok, tenang aja aku gak nganggep serius aku cuman nganggep itu emang ujian yang harus kita hadapi” jawab haqi. Langsung saja jawaban itu membuatku semakin bergemetar, menyentuh sekali, Ya Allah hamba minta maaf karena mempunyai rasa ini dan telah berani berboncengan dengan haqi ‘doaku dalam hati karena aku menyesal tidak menolak saja ketika akan dibonceng.

Pengalaman itu yang selalu kuingat dan itu sangat membahagiakan tetapi juga penyesalan sampai sekarang, aku memang suka dengan haqi tetapi aku berusaha memendam cinta ini agar tetap istiqomah di jalan-Nya, aku tidak mau terjerumus dalam maksiat gara gara cinta ini, aku yakin bahwa Allah pasti akan mempertemukan kita kembali.

Tamat

Cerpen Karangan: Luthfia Helwa
Facebook: luthfia helwa
Hobi: menulis, membaca

Maaf ya kalo cerpenya jelek
Aku masih tahap belajar buat jadi penulis yang mahir
Makasih ya udah mau dibaca

Cerpen Kisah Cinta Fia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Waktu Di Balik Senja (Part 2)

Oleh:
Saat sampai ke gedung belakang sekolah, aku ditolak sampai tubuhku terhempas ke tembok. “Aauu..” teriakku kesakitan. “Kenapa? Sakit? Hah!” Bentak kakak ketua geng tadi. Aku hanya merunduk ketakutan. “Heh!

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
“Kiran, nanti aku minjam catatan kamu ya..” ucap Revo sambil membereskan buku-bukunya, dan ia langsung berlari ke luar kelas. Kiran tersenyum. Revo, cowok itu yang belakangan ini selalu menjadi

Cinta Rima Dan Rama

Oleh:
Rima dan Rama adalah saudara kembar. Mereka dari keluarga sederhana Ayahnya seorang guru sedang Ibunya seorang pejahit. Sikap mereka tidak jauh beda mereka juga mempunyai hobi yang sama. Rima

Kau Hanya Butuh Motivasi

Oleh:
Waahh… Kelas lantai tiga memang yang terbaik. Kau bisa memandang seisi kota dari sini. Angin yang menerobos masuk ruang kelas melalui jendela pun serasa lebih sejuk. Jadi begini rasanya

Diamku

Oleh:
“kyaaaaaaaaaaaaa” teriak sita sahabat baikku “astagfirullah” kagetku “Apa-apaan sih kamu, teriak-teriak gaje” “coba lihat di sana” “iya aku lihat kok, memangnya ada apa?” “itu kan cowok yang kamu suka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *